Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Note : Belum di edit
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KomandanThe Shadow—Damon, mengamati Kaisar Vasilos di depannya dengan seksama. Selama berada di sisi pria nomor satu di kekaisaran itu, dia tidak pernah sekalipun melihat emosi menghiasi wajah tampan sang kaisar. Yang ada hanyalah topeng dingin, datar, dan kejam selalu menyelimuti raut pria itu. Tidak pernah ada pengecualian—setidaknya hingga hari ini. Manik hitam pekat milik Damon menangkap sosok paling berpengaruh di benua Ryhoz itu diselimuti kemurkaan. Bagi Damon, emosi itu wajar dirasakan dalam situasi seperti ini. Meskipun tidak ditunjukkan secara terang-terangan, pengkhianatan dari orang yang dipercaya ternyata adalah luka paling menyakitkan.
Damon mungkin tidak pernah melihat luka di mata Sang Kaisar setiap kali pengkhianatan itu terjadi. Dia juga tidak pernah menyaksikan penyesalan di wajah pria itu saat membunuh mereka yang mengusik kedamaian kekaisaran atau melakukan kejahatan besar dengan kejam. Namun, pengkhianatan bukanlah sesuatu yang mudah diterima atau dimaafkan begitu saja. Sekalipun Sang Kaisar tidak pernah memperlihatkan sedikit pun luka atau kekecewaan, hati seseorang tetaplah misteri yang tak bisa ditebak.
Bibir Damon menipis saat dia melihat manik cokelat Sang Kaisar berubah menjadi merah bagai permata rubi, tanda bahwa sisi serigala Sang Kaisar akan segera mengambil alih. Mata merah bak rubi itu sering menjadi topik hangat di kalangan para wanita istana, memuji manik mata itu sebagai sesuatu yang terindah—dan sejujurnya, Damon setuju dengan pendapat tersebut. Bahkan, mata langka itu menjadi salah satu alasan utama dia menerima tawaran Sang Kaisar untuk bergabung dengan The Shadow. Warna merahnya, terutama saat berselimut gejolak api, mengingatkan dirinya pada tempat kelahirannya. Mata Damon mengerjap saat telinganya menangkap geraman pelan berasal dari Sang Kaisar. Pikirannya yang sempat buyar langsung tersadar, dan dia kembali fokus serta waspada, terlebih karena sihir kamuflase yang menyembunyikan mereka telah hilang. Kini, siapa pun bisa melihat keberadaan mereka di lokasi itu—termasuk para Goblin.
"Sebaiknya kita pergi. urusan disini untuk sekarang sudah selesai." Sang Kaisar berkata seraya mengumpulkan Mana sihir untuk menciptakan sihir teleportasi, namun semua itu hilang dalam sekejap mata seoralh ada sesuatu yang menarik perhatian Sang Kaisar sehingga konsentrasi pria itu putus. Kemudian dia melihat Sang Kaisar mengarahkan manik merah rubi yang dipenuhi kemurkaan itu ke salah satu sisi Gua tergelap. Tubuh menegang dan taring cakar terpampang jelas, menunjukkan kewaspadaan dan kesiagaan diri untuk menyerang.