Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat kembali ke kamar dimana Alkrevas berada, Luna disambut oleh dua ksatria yang berjaga di depan pintu. Walaupun kedua ksatria tersebut terlihat tenang dengan ekspresi datar, namun Luna yakin di dalam hati kedua ksatria tersebut, sedang merasakan perasaan kalut dan gundah karena Kaisar mereka tengah mengalami kritis. Luna menyapa keduanya singkat seraya membuka pintu, mendapati seorang pelayan dengan satu healer senior juga dokter berada di dalam kamar, berjaga dan memantau keadaan Alkrevas sekaligus bersiaga jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Luna menipiskan bibir. manik cokelat gelapnya memperhatikan wajah Alkrevas yang terlihat begitu pucat masih dengan urat nadi menghitam.
Setelah beberapa saat, terdiam, dia meminta semua orang yang berada di dalam ruangan, berjaga diluar agar dirinya memiliki ruang privasi. Tentu saja tanpa banyak bertanya, baik dokter maupun healer yang berada di dalam langsung menuruti permintaannya, karena mereka percaya kepada dirinya, terlebih lagi semua petugas medis yang terlibat sudah mengetahui siapa dirinya dari Beta Zennon setelah menandatangani surat perjanjian kerahasian dengan sihir yang mengikat.
Ketika pintu tertutup, menandakan bahwa semua orang telah pergi, Luna berjalan menghampiri, lalu mengusap kepala Alkrevas pelan, merasakan helai rambut pria itu yang begitu lembut seraya menarik napas. Dia berharap apa yang dibicarakan dengan Beta Zennon baru saja merupakan jalan keluar dari masalah ini dan dalam waktu dekat, kondisi Alkrevas menjadi lebih baik. Sambil helaan pelan, Luna membungkuk dengan hati-hati agar tidak mengganggu kandungannya, kemudian mengecup kening serta bibir Alkrevas lembut. Matanya memperhatikan tiap jengkal wajah Alkrevas dalam jarak dekat, bahkan dapat melihat betapa lentiknya bulu mata pria itu.
Sebelum perlahan Luna bergerak menjauh, tangannya kini menyentuh mark yang menghiasi lehernya sambil berdoa di dalam hati, berharap dengan matebond yang ada diantara mereka, Alkrevas dapat merasakan kerinduan serta cintanya pada pria itu meskipun tengah tertidur. Luna mendudukkan diri di sisi ranjang, memainkan jemari Alkrevas lembut sebelum menautkan jemari mereka, menggenggam kuat untuk menghantarkan kehangatan mililknya pada Alkrevas yang terasa begitu dingin.