Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selama sesaat keduanya saling bertatapan mata. Meresapi kehadiran masing-masing serta matebond yang terasa begitu kuat. Kesunyian yang damai melingkupi sekeliling, dan tidak ada satupun dari mereka yang ingin memecah kesunyian tersebut. Kemudian senyuman kecil terbit di bibir Alkrevas, mengetahui bahwa sang soulmate tidak akan lupa dan menyerah begitu saja. Dia menghela keras seraya kembali meletakkan kepala di pangkuan Luna, membiarkan jemari wanita itu memainkan rambutnya, dan hal itu sukses membuai rasa kantuk akibat lelah yang sejak lama telah dirinya tahan selama perjalanan pulang demi kembali ke ibukota lebih cepat. Tanpa terasa bibirnya terbuka sebelum berkata, "Baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan lebih dahulu, tanyakan apapun yang ingin kau ketahui. Aku akan menjawabnya."
Luna mengangguk dan mengetukkan jarinya di dagu, memilih pertanyaan mana yang paling dirinya ingin tanyakan. Kejadian yang menyebabkan Alkrevas terluka parah? Keadaan pria itu terlebih pada bagian luka? ataukah alasan mengapa pria itu memilih untuk pulang secara terpisah? Dia memperhatikan jari-jarinya yang sedang memainkan rambut Sang Kaisar, terasa begitu lembut di permukaan kulitnya dan membuat Luna membayangkan mengenai bayi yang dikandungnya, berharap bayinya dapat menuruni fitur sang ayah. Dengan satu tarikan napas panjang Luna membuka mulut dan bertanya, "Bagaimana bisa kau terluka parah? Aku tahu secara garis besar mengenai kejadian di Gua itu karena penjelasan Tuan Thymos, tapi aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi?"
Dengan perlahan Alkrevas mengangkat kepala, mengamati wajah Luna selama sejenak, merekam ekspresi yang wanita itu tunjukkan ke dalam memorinya sebelum mengubah posisi duduk. Dia menyenderkan punggung di sisi ranjang. Satu kaki menekuk dan dijadikan tumpuan tangan, sedangkan kaki yang lain diluruskan. Manik cokelat gelap Alkrevas menatap kejauhan, memutar ulang kejadian tersebut dan tanpa ragu dia mulai menceritakan segala hal yang terjadi. Ketika selesai, dia menipiskan bibir sebelum berkomentar, "aku tidak menyangka wanita itu masih hidup. Entah apa yang dilakukan sampai wanita yang seharusnya sudah tulang belulang, masih hidup dan bernapas." Kemudian dia mengalihkan tatapan mata ke telapak tangannya. "Jelas sekali aku telah memenggal kepalanya bersama pamanku, Duke Demetri." Alkrevas mendengus pelan. "sSudah jelas Zyne, si tua bangka memiliki peran andil dalam kebangkitan wanita itu."