Sequel dari Luna's Journey. Diwajibkan membaca buku pertama untuk mengerti dan paham alur cerita.
The Dark Fantasy Story
The Kingdom Series
(Book 2 : The Werewolf Kingdom)
《●●●●●》
Setelah menerima fakta bahwa soulmate yang ditunggunya tidak kunjung...
Ayo semua merapat! Siapa yang udah nunggu chapter ini? mana suaranya?
Oke langsung aja ke cerita, semoga kalian suka dan happy reading 😁😁
Vote comment share
Follow recommend
Love,
DyahUtamixx
Jangan lupa berikan tip sebagai bentuk apresiasi kalian pada Luna Beasty dan supaya aku dapat terus bersemangat^^
Kalian bisa berikan tip lewat trakteer (@ dyah-utami2) atau lewat Karyakarsaku (@ DyahUtami25)😄😄
Note : Chapter ini belum di revisi, maaf jika ada kesalahan dan tidak sesuai
Bagi yang menunggu Full Mature Versionnya bab ini, sudah tersedia di lapak Karyakarsaku ya semua, kalian bisa merapat kesana sekarang juga, atau kalian bisa klik link yang ada di message boardku 😊😊
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cukup lama Luna terdiam memperhatikan cermin, berharap hanya dengan menatap benda penuh misteri itu dapat memberitahu seluruh jawaban dan penyelesaian dari berbagai macam pertanyaan maupun teka-teki di dalam kepala. Luna menipiskan bibir seraya mengulurkan tangan hendak menyentuh permukaan cermin, namun dia terkejut saat lengannya diraih dan ia ditarik menjauh. Sontak matanya mengarah ke pria yang entah sejak kapan telah berdiri di sampingnya dengan raut wajah gelap serta kerutan di kening begitu dalam.
Luna menatap sosok priyang telah menjadi soulmatenya dengan bingung sebelum kembali menatap ke cermin, lebih tepatnya ke pantulan mereka berdua, dan tak lama berselang, tubuhnya ditarik ke dalam pelukan nan posesif. Luna terkekeh pelan dan menepuk dada yang bergetar karena geraman dan berbisik, “aku tidak akan kemanapun.” Geraman itu terus mengalun di telinganya dan tak sekalipun terhenti. “jika kau lupa, aku baru bisa menggunakan portal itu dengan darahku, ingat?”
Dia mendongak menatap wajah tampan Sang Kaisar seraya mengangkat kedua tangan, menangkup wajah tampan rupawan tersebut, mengarahkan manik cokelat kelam yang sesekali berpendar merah bagaikan permata rubi kepadanya. Senyum tipis terukir di wajahnya dan perlahan kakinya berjinjit demi memperkecil jarak diantara mereka. “Aku tidak akan kemanapun, Tayron.” Kali ini dia berbicara kepada jiwa serigala pria tersebut. “Lagipula, jika aku kembali, kau tahu harus mengejarku kemana.”
Mendengar kalimat tersebut, geraman yang terdengar keluar dari pria di dalam dekapan nya berkurang sebelum akhirnya sirna dan Luna menghela keras ketika kegelapan yang melingkupi mulai berkurang. “Apa kau menemukan sesuatu?” tanyanya untuk mengalihkan perhatian pria yang telah menjadi miliknya.
Alkrevas menggeleng singkat seraya membuang napas pelan. Selama sesaat matanya terpejam demi menenangkan gejolak emosi di dalam diri sebelum kembali terbuka dan kemudian memindai sekeliling dengan serius. Dia kembali menatap pantulan mereka di cermin portal sebelum mendekatkan wajah, menempelkan keningnya di kening Luna. “Melihatmu berdiri di depan cermin itu, telah membuatku teringat akan masa lalu.”