bab 22

1.6K 82 3
                                        

Devita pun menampilkan senyum manis nya dan afan pun ikut tersenyum.

"Kalian udah kan makan nya, biar kita aja yang bawain piring nya kesana buat di cuci" ucap mala mengalihkan pembicaraan karna melihat rakha, afan dan eby sudah selesai makan nya

"Gak usah kita aja yang beresin" jawab rakha yang bangkit dari duduknya

"Iya mal kita aja" sahut eby yang ikut membereskan piring-piring mereka

"Yaudah sekalian piring kita juga" ucap violetta yang menyodorkan 3 buah piring

Eby dan rakha pun mengangkat piring mereka dan yang lain, tersisa devi afan, mala dan vio di depan tenda.

"Seneng ga disini" tanya afan kepada devita yang menyandar dibahu afan

"Seneng" jawab devita dan di angguki oleh afan

"Kalian kok kaya masih ada rasa canggung nya" ucap violetta yang melihat ke devita dan afan yang sama-sama diam

"Maksudnya" tanya devita yang bangun dari sandaran nya

"Ya ngga kaya ngomong nya cuma sebentar-sebentar aja terus diam-diaman" ucap violetta

Devita dan afan sama-sama tidak menjawab mereka juga ga tau kenapa tiba-tiba canggung.

"Mungkin karna ga berdua aja vi" ucap mala yang sedari tadi hanya menyimak

"Kenapa emang nya kalau ga berdua" ucap violetta

"Ya susah buat bucin" jawab mala diakhiri dengan kekehan nya

"Yang bener mal" ucap violetta yang tidak percaya

"Dih beneran, lo lupa yang kita jurit malam kemarin si devi sama afan berdua mereka tuh bucin banget padahal baru aja jadian" jelas mala

"Oh gituu" jawab violetta

Devita dan afan hanya menyimak pembicaraan mereka berdua. Sampai akhirnya rakha dan eby kembali

"Lagi bahas apa nih, seru banget kaya nya" ucap eby yang duduk disamping violetta

"Ini lagi bahas pasangan baru" jawab violetta sembari mengarahkan mulut nya ke arah devi dan afan

"Eh kita bentar lagi disuruh kumpul" ujar rakha

"Oh ya, yaudah yok langsung aja kita duluan" ucap devita yang bangkit dari duduk nya

"Belum sayang" ucap afan yang menarik devita untuk duduk kembali

"Belum, belum apa" tanya devita yang bingung

"Duduk lagi" ucap afan dan dituruti oleh devita

"Belum disuruh kumpul, kita tunggu yang lain dulu baru kita kumpul" ucap afan dan angguki oleh yang lain

"Bener tu dev, ngapain juga buru-buru" ucap violetta

"Iyadeh" ucap devita

"Eh kita emang nya mau disuruh kemana dulu fan" tanya eby kepada afan yang bersama devita

"Kemana dulu, emang kita mau kemana, orang cuma disuruh ke sungai sana" jawab afan

"Terus gak kemana-mana lagi" tanya eby lagi

"Nggak cuma kesana aja perasaan" jawab afan dan dijawab oh saja oleh eby

"Anak-anak kumpul semuanyaa" teriak miss nensy di depan

"Eh udah dipanggil tuh, yok buruan" ucap eby yang bangkit dari duduknya

"Yok" jawab yang lain lalu mengikuti eby dari belakang

"Hari ini kita akan jalan-jalan ke sungai di depan dan kalian sambil mencatat apa aja yang penting yang kalian liat disana" jelas pak kepsek

"Baik Pak" jawab semua siswa

"Yaudah jalannya dipimpin sama wali kelasnya masing-masing" ucap pak kepsek

"Iyaa pak" jawab semua lalu baris ke barisan mereka yang diarahkan

"Afan rakha, kalian pisah yah, afan kamu ke kelas 10 jagain adek kelas kamu, dan rakha kamu disini sama miss jagain teman-teman kamu" jelas miss mira afan sebenarnya sempat menolak karna dirinya gak mau kalau harus bantu jagain kelas lain akan tetapi itu memang sudah menjadi keputusan para guru lagipula dia juga osis kan

"Yaudah miss saya kesana" ucap afan yang berlalu dari sana devita bingung melihat afan yang membantu miss nensy menjaga siswa kelas 10

"Rakha, afan kenapa malah kesana" devita kepada rakha yang baru datang selesai berbicara dengan guru-guru lainnya

"Itu afan disuruh buat bantu miss nensy jagain siswa kelas 10" jawab rakha

"Ooh" devita pun melihat ke arah afan yang sepertinya banyak digoda oleh siswa kelas 10 namun afan menghiraukan nya

"Tebar pesona banget tuh disana" gumam devita sendiri

"Dev, lo kenapa" ucap mala yang memengang bahu devita

"Ha-h enggak gak papa" jawab devita yang langsung mengalihkan pandangan nya menatap mala

"Kenapa lo cemburu liat afan digoda cewek-cewek" ucap mala yang diakhiri dengan kekehan nya

"Nggak" jawab devita cuek

"Bilang aja kalo lo jelous" ucap mala

"Dih apaan nggak, siapa juga yang jelous" jawab devita cepat

"Yakinn" ucap mala sambil meneliti wajah devita

"Iyaa" jawab devita

"Yaudah kalo gitu" ucap mala yang kembali fokus ke depan

"Eh kalian ngomongin apa sih dari tadi" ucap violetta yang dibelakang devita

"Nggak, gak ada" jawab devita dan di iyakan oleh mala

Violetta pun mengangguk mengiyakan jawaban devita dan mala. "Baik semuanya sudah ada dibarisan masing-masing kan" ucap pak kepsek

"Sudah pak" jawab semua siswa dan pada dewan guru

"Baik buat para wali kelas tolong di awasi semua anak murid nya masing-masing yah, dan buat ketua osis dan wakil tolong dibantu" ucap pak kepsek

Para guru dan para osis mengiyakan ucapan pak kepsek tersebut.

"Ayo anak-anak sekarang kita lanjutin jalan ke sungai nya" ucap para guru dan di ikuti oleh semua siswa mereka

"Afan kamu jalan nya disamping aja biar miss yang di depan" ucap miss nensy dengan mendorong afan untuk ke samping

"Kok disamping miss" tanya afan yang berhenti berjalan

"Biar kalau ada yang keluar dari jalan nya bisa kamu liat" ucap miss nensy

Afan tak menjawab melainkan mengikuti apa yang telah disuruh oleh miss nensy.

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang