"Dok, apa gak ada yang bisa bikin afan bangun, mungkin dokter harus lebih bisa buat bikin afan bangun"
"Kami sudah berusaha, tapi memang usaha kita hanya sampai disini"
"Ya sudah kalau gitu terimakasih dok" ucap papi afan, dokter tersebut keluar dari ruangan
Metta ia langsung mengelus kepala afan dengan lembut. "Nak, dokter nya salah kan, gak mungkin kamu koma nya 2-3 bulan"
"Afan bangun sayang, kenapa kamu malah lebih memilih untuk tidur"
Sudah banyak air mata yang di keluarkan oleh metta, hal ia tentu saja membuat nya lelah.
"Sayang, kamu butuh istirahat"
Metta tidak menolak ia mengikuti suaminya yang membawa nya untuk duduk di sofa yang berada disana.
"Kak, aku balik ya, aku udah terlalu lama disini, aku juga kan banyak kerjaan"
"Iya"
"Mala kamu disini jagain afan sama devi, kasih tau bunda kalau ada peningkatan di kondisi afan"
"Iya bun"
Bunda mala keluar bersama dengan Medina yang dimana ia ingin ke ruangan devita.
************
Waktu berjalan begitu cepat saat ini jam sudah menunjukkan pukul 20.00.
"Mamah, devi mau ke ruangan afan"
Devita, ia terus saja merengek untuk ke ruangan afan.
"Tapi kamu harus makan dulu supaya kamu punya energi sayang"
Devita diam untuk sesaat, lalu ia menganggukkan kepalanya.
Medina yang melihat nya langsung saja menyuapi devita makanan.
Selesai makan, devita dibantu oleh dina untuk ke ruangan afan.
Di ruangan afan.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"Dev, kenapa ke sini, lo udah gak papa"
"Gue gak papa kok"
"Tan?"
Medina yang mengerti maksud mala ia mengangguk. "Gak papa mala, devi nya juga udah makan dan minum obat nya, tapi dia belum boleh buat lepas infus nya"
Mala mengangguk mendengar nya.
Devita mendekat ke arah afan, dan air matanya tiba-tiba jatuh.
"Afan, kok masih belum bangun?"
Devita mengelus kepala afan dengan lembut, "cepat sadar ya sayang, aku kangen, bener kata kamu aku pasti bakal selalu kangen sama kamu"
Devita melihat ke arah mala dan melihat ke sekeliling nya "Mami sama papi mana mal?" tanya devita
"Mereka pulang, katanya mau ambil ciara"
"Oh iya, ciara dititip ke siapa emang?"
"Ke kakak gue"
Devita hanya mengangguk.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
"Sayang"
Fatir ia baru saja datang, karena ia baru menerima panggilan dari Medina.
"Papah" devita langsung memeluk Fatir dengan erat
"Kamu kenapa nak?"
"Devi gak papa pah, yang kenapa-kenapa itu afan" devita mengarahkan pandangan nya ke arah afan
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN-
RomanceMenceritakan seorang ketos cuek yang jatuh hati kepada seorang gadis cantik bernama Serly Devita Arabella seorang anak baru disekolah afan sang ketos. Akan kan afan bisa mendapatkan hati devita atau bahkan dia tidak bisa mendapatkan hati anak baru...
