bab 43

988 53 12
                                        

Devita mengambil napas dalam-dalam sebelum bicara "jameela, dia baru aja bicara sama aku, dia bilang kalau dia bakal buat kamu ninggalin aku."

Afan merasa terkejut dengan ucapan devita. Ia juga tidak tahu apa yang sedang jameela rencana kan.

Afan memegang tangan devita dengan erat, "jangan khawatir, sayang. Aku gak akan ninggalin kamu, jameela gak akan bisa misahin kita"

Devita tersenyum dan merasa lega. Ia tahu bahwa afan akan selalu ada untuk nya.

Saat itu bel berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran sudah dimulai. Afan dan devita berjalan menuju kelas mereka dengan tangan yang masih terpegang.

Tapi jameela tidak menyerah ia terus berusaha untuk memisahkan afan dan devita. Dan ia mulai menyebarkan gosip tentang devita, berusaha untuk membuat afan ragu terhadap devita..

Afan mulai mendengar gosip tentang devita dari teman-temannya. "Si Devi tuh gak baik fan, dia cuma gunain lo buat mendapat popularitas disini" ucap salah satu temannya

Afan merasa ragu-ragu. Ia tidak tahu apa yang ia dengar itu benar atau tidak. Dan afan mulai mempertanyakan hubungan nya dengan devita.

Saat itu devita menghampiri afan dengan senyum manis. "Hay, sayang, kamu kenapa?, kok kelihatan lagi banyak pikiran."

Afan tidak menjawab. Ia hanya menatap devita dengan tatapan sulit diartikan.

Devita sendiri ia merasa ada sesuatu yang salah. Ia dapat merasakan bahwa afan sedang mempertanyakan hubungannya dengan devita...

"Apa kamu percaya gosip tentang aku, afan?" tanya devita dengan suara yang pelan

"Aku butuh waktu" ucap afan, dengan menatap devita sekilas

Devita merasa sedikit sakit sakit dengan jawaban afan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat afan percaya kepada nya lagi karena ia merasa bahwa afan tidak percaya kepadanya.

Saat ini devita sedang berada di halaman belakang sekolah.

Saat itu mala dan rakha saling mendekati devita.

"Dev,lo kenapa?" tanya mala sembari duduk disamping devita

Devita menatap mala dan rakha dengan mata yang sedih "afan gak percaya sama gue. Gue rasa dia agak ragu sama gue karena gosip itu"

Mala dan rakha saling menatap. Dan yg terbesit pikiran mereka adalah jameela.

Saat ini mala dan rakha memutuskan untuk menyelidiki kebenaran dibalik gosip tersebut. Mereka mulai bertanya-tanya kepada teman-teman mereka tentang siapa yang memulai gosip tesebut.

Setelah beberapa saat, mereka menemukan gosip tersebut berasal dari jameela, mala dan rakha sama sekali tidak terkejut, karena mereka sudah tahu bahwa jameela tidak suka dengan devita.

Mala dan rakha memutuskan untuk menghadapi jameela dimana mereka melihat jameela sedang berada dikantor sekolah.

"Jameela, apa yang elo lakuin ke devi?" Tanya mala dengan suara yang tegas

Jameela tersenyum sinis. "Gue gak lakuin apa-apa, gue cuma ngasih tahu tentang devi"

"Lo tuh gak tau apa-apa tentang devi! Lo cuma mau misahin Devi sama afan kan."

Jameela tidak menjawab. Ia hanya menatap mala dan rakha dengan mata yang penuh dendam.

"Kalian ternyata berubah ya sama gue, padahal dulu kalian dukung gue sama afan" ucap jameela

"Bukan kita yang berubah mel, tapi elo, elo yang berubah, mana jameela yang dulu kita kenal, semenjak saat itu gue sama rakha udah gak kenal lo lagi mel" ucap mala

"Gue gak pernah berubah mal, mungkin saat itu gue lagi gak sadar aja, tapi sekarang gue udah balik, dan gue juga mau afan"

"Setelah lo khianatin afan?" ucap mala dengan kekehan nya

"Tapi kan gue sama afan dulu itu gak pacaran" ucap jameela

"Lo lupa kalau afan udah nembak lo, dan lo malah lebih milih Ricard, afan tuh kurang apa sih mel, sampai dulu lo buang dia, disaat dia lagi cinta sama lo" ucap mala dengan tegas

"Mala, gue udah bilang ya kalau dulu itu gue khilaf, dan sekarang kan gue udah balik lagi ke afan, tapi kalian malah gak Terima gue, begitu juga dengan afan" ucap jameela

"Lo udah berubah mel, makanya kita sekarang gak dukung afan sama lo lagi"

"Itu pasti karena anak baru itu kan, kalian harusnya sadar kalau dia itu cuma orang baru"

"Terserah lo mau bilang apa, yang penting sekarang devi itu udah jadi temen kita, jadi lo gak usah macem-macem sama dia" ucap mala

Jameela berdiri dan berjalan menjauh meninggalkan mala dan rakha yang masih disana.

Mala dan rakha memutuskan untuk memberitahu devita tentang apa yang terjadi. Mereka menemukan devita dikelas dengan wajah yang masih sedih

"Dev, kita tahu siapa yang fitnah lo dengan gosip itu" kata mala saat sudah  berada di depan devita

Devita menatap mala dan rakha dengan mata yang penasaran "Siapa?" tanya devita.

Rakha menjawab, "jameela. Dia yang nyebarin gosip itu"

Devita tidak terkejut. Ia sudah tahu bahwa jameela tidak suka padanya.

"Apa yang harus gue lakuin?" tanya devita

Mala menjawab "Lo harus bisa bicara sama afan, dia harus percaya sama lo, dia tuh bukannya gak percaya sama lo Dev, dia cuma butuh waktu buat dia mikir tentang semuanya"

Devita mengangguk ia tahu bahwa ucapan mala benar..

Devita memutuskan untuk membicarakan kebenarannya dengan afan. Dan ia menemukan afan yang sedang duduk ditaman dengan satu buku yang ada ditangan nya.

"Afan, aku mau bicara sesuatu sama kamu" kata devita dengan suara yang pelan

Afan menatap devita "Apa?"

Devita mengambil napas dalam-dalam sebelum bicara. "Aku mau bicara tentang gosip itu, aku udah beri kamu waktu kan, jadi biarin aku bicara fan" ucap devita

Afan terlihat tidak nyaman. "Apa yang kamu mau bicarain tentang gosip kamu itu" tanya afan

Devita menjawab, "gosip itu gak benar afan, aku gak pernah ngelakuin apa yang mereka bilang" ucap devita

Afan menatap devita dengan mata yang sedikit ada keraguan "Aku gak tau apa yang harus aku percayai, aku mendengar kalau kamu...."

Devita memotong ucapan afan. "Aku gak ada ngelakuin apa yang mereka bilang afan, aku beneran"

"Siapa tau kan, lagi pula waktu itu aku lagi ada tugas osis kan" ucap afan

"Terus maksud kamu, kamu percaya?" ucap devita dengan suara yang mulai berubah dimana air matanya sudah mengalir di wajah cantik nya

"Bukan percaya, tapi aku masih butuh waktu"

"Afan, aku gak nyangka loh kalau kamu malah ragu kaya gini" ucap devita

                      ************
Hay-hay guysss, gimana bab kali ini?
Gimana jadinya ya hubungan afan sama devi, afan bakalan percaya gak sama devi. Tungguin kelanjutan ceritanya okeyy, jangan lupa vote and komen babayyy👋🏻❤

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang