bab 61

894 51 10
                                        

Devita memandangi langit-langit sore yang sedikit mendung tersebut.

"Biasanya kamu yang selalu bilang kangen aku lebih dulu, dan sekarang aku yang bakal bilang kalau aku kangen kamu"

Devita duduk di kursi yang ada di sana.

"Biasanya jam segini aku lagi vc atau gak aku lagi jalan-jalan sama kamu" gumam devita sembari memandangi langit-langit sore

"Oh iya, handphone afan" devita bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar nya untuk mengambil handphone dirinya dan handphone afan

Devita kembali duduk di kursi yang ada di balkon kamar nya, dengan handphone afan yang ia genggam.

Devita mencoba untuk membuka handphone afan, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah foto dirinya bersama afan. "Aku kangen kamu, sayang"

Air mata devita terus saja berjatuhan membasahi handphone afan.

"Gue gak boleh gini, gue harus kuat, tapii gue gak bisa kalau gak sama dia, rasanya emang beda ya, dicintai sama mencintai, dan gue selalu bersyukur bisa dapat cowok yang cintanya lebih besar" gumam devita

"Cepat bangun ya sayangnya devi, aku kangen"

Devita membuka aplikasi foto yang ada dihandphone afan. Dan disana ia melihat ada satu video afan yang sedang bernyanyi. Devita membuka nya. Begitu gembira devita mendengar suara merdu afan yang bernyanyi.

"Aku kangen kamu nyanyi buat aku, pokoknya Aku kangen semua tentang kamu"

Devita meletakkan handphone afan di atas meja kecil, dan ia kembali memandangi langit-langi sore yang sedikit mendung.

"Aku gak nyangka sayang, aku benar-benar gak nyangka bakal ditinggalin sama kamu"

Devita terus saja berucap semua kata-kata tentang afan yang membuat nya sangat tidak menyangka semuanya.

                                   ****
"Gue yakin pasti sekarang devi lagi galauin afan, gue sebenarnya mau banget bilang kalau afan itu sakit, tapi rasanya gak bisa"

Mala saat ini ia sedang berada di kamar nya sembari membaca buku.

"Huft...."

Mala bangkit dari duduknya. Mengambil satu foto pigura dirinya bersama afan. Ia duduk ke kasur nya. Dengan memandangi foto tersebut.

"Fan-fan, kenapa sih lo gak bilang aja sama semua nya tentang apa udah terjadi sama lo, gue jadi kepikiran sama lo, juga devi dan tante sama om, mereka pasti kepikiran banget sama lo fan, lo gak kasih tau apa-apa dan tiba-tiba lo koma kaya gini, semoga lo cepat bangun fan, gue bakal selalu dukung lo buat sembuh, gue harap lo kasih tau devi sama yang lain nya, buat dukung lo untuk sembuh"

Mala terus begumam sembari memandangi foto tersebut.

                             ***

Devita harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa kehadiran afan yang sedang koma. Dia merasakan sedih dan kesepian, tapi dia juga ingin menjadi kuat untuk afan. Devi mulai lebih dekat dengan teman-teman afan, yang ternyata juga sangat peduli dengan afan.

Devita dan teman-temannya sering berkumpul disekolah, membicarakan tentang afan dan berharap dia segera pulih, mereka juga sering mengunjungi afan dirumah sakit, devita merasa bahwa dia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini, karena ada teman-teman yang juga peduli dengan dirinya dan juga afan.

Saat ini devita sedang berada dikantin sekolah bersama mala dan violetta.

Violetta memeluk pundak devita, "Jangan terlalu mikirin afan" ucap violetta

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang