Devita ia masih berada dipelukan mala.
Mala terus-terusan mengelus punggung devita "Tenang ya Dev" ucap mala
"Mala gue tau kalau lo juga sedih, dan mikirin afan"
Disaat devita mengucapkan kata tersebut, seketika itu air mata mala ikut jatuh, "iya Dev, bohong kalau gue gak sakit liat keadaan afans sekarang"
"Mal, gue takut..."
"Dev, gue juga takut, tapi gue buang rasa itu jauh-jauh"
Hening beberapa menit, devita kembali membuka suara, "pantesan aja disaat afan nganterin gue dan mau pulang, dia bilang jangan kangen sama dia" ucap devita
Semua pandangan mengarah kepada devita. Mala langsung mengeratkan pelukan nya kepada devita.
"Mungkin itu ucapan buat lo jangan kangen sama dia Dev"
"Tapi gak mal, gue gak bisa"
"Kata apa lagi yang dia ucapin sama kamu sayang" tanya bunda mala
"Gak ada tan, dia cuma bilang jangan kangen sama dia, dan selalu disamping dia" ucap devita dengan terisak
"Dev, mungkin afan gak mau liat lo sedih jadi dia bilang jangan kangen sama dia, dan selalu disamping dia"
"Mal, tapi gue takut"
"Dev, kita sama kok, sama-sama takut, tapi kita harus berdo'a"
Devita mengangguk.
Tak lama setelahnya satu suster keluar.
"Sus, ada apa?"
"Pasien kritis" jawab suster tersebut sebelum berlalu dari sana
Devita kembali memeluk mala dengan tangisan nya, begitu juga dengan mala.
"Mal, afan....."
"Iya gue tau Dev, kita harus kuat"
"Tapi gue gak bisa"
"Dev, plis gue juga sakit denger nya, kita harus sama-sama kuat, dan do'ain afan"
Devita tidak bersuara lagi hanya isakan yang terdengar dari nya.
"Devi sayang, kamu kamu kuat sayang" ucap Medina yang berada disamping devita
Devita beralih ke pelukan Medina, "mah, afan.."
"Iya sayang, kamu yang tenang ya"
Saat ini metta datang dan ia bingung kala melihat devita yang semakin menangis.
"Mala, kenapa, afan gak papa kan?"
"Tante..., afan" ucapan mala tercekat karena ia sudah menangis dengan terisak
"Afan gak papa kan, afan kenapa"
"Mba, afan, dia kritis" ucap bundamala
Metta langsung jatuh ke pelukan suaminya.
"Mas, afan.."
"Iya, kita harus berdo'a buat afan"
Sudah lama dokter di dalam, dan saat ini dokter baru saja keluar bersama dengan 3 suster dibelakang nya.
"Dok, gimana kondisi anak saya"
"Alhamdulillah, pasien bisa melewati masa kritis nya" jawab dokter tersebut. "Tapi-"
Devita bangkit dari duduknya "Tapi kenapa dok, afan gak papa kan?"
"Dia koma"
Semuanya terdiam kala mendengar ucapan dari dokter tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN-
RomanceMenceritakan seorang ketos cuek yang jatuh hati kepada seorang gadis cantik bernama Serly Devita Arabella seorang anak baru disekolah afan sang ketos. Akan kan afan bisa mendapatkan hati devita atau bahkan dia tidak bisa mendapatkan hati anak baru...
