bab 49

758 47 18
                                        

Saat ini devita sedang berbincang dengan afan dan mala.

Metta datang untuk ikut bergabung dan membahas tentang acara yang akan mereka adakan.

"Jadi kita hari ini bikin kue nya dulu kan, terus diadain makanan apa ya enaknya" ucap metta membuka suara

"Kalau nasi goreng gimana tan?" tanya mala yang berpendapat

"Hemm, masa nasi goreng"

"Gimana kalau bakso aja mih, gak perlu nasi kan?" ucap devita berpendapat

"Nah boleh sih, bakso aja kali ya" ucap metta kepada mereka bertiga

"Afan ikut aja mih" ucap afan yang melihat metta menatap dirinya

"Ya kamu mah gak usah berpendapat"

"Ya mami ngapain malah liatin afan"

"Udah lah"

"Jadi gimana, bakso aja?"

"Iya mih"

"Yaudah kita pesen bakso aja"

"Nanti kamu yang ambil ya sayang" ucap metta kepada afan

"Siap mih"

"Kita mau langsung bikin kue atau nanti tante?" tanya mala

"Ini udah jam 12 siang sih, kita bikin nya agak sorean aja, kan buat besok juga" ucap metta

"Oke deh tan"

"Gimana kalau kita masak dulu buat makan siang?"

"Boleh mih, biar devi sama mala yang bantu" ucap devita

Metta dan mala bangkit dari duduknya begitu juga dengan devita.

Afan mencekal tangan devita. "Sayang, kamu sama aku aja deh ya" ucap afan

"Ya masa aku gak bantuin mami sama mala" ucap devita

"Devi, udah gak papa kamu temenin afan aja, biar mami sama mala yang masak" ucap metta

"Tap-"

"Udah, gak papa kok Dev"

Devita mengangguk lalu kembali duduk bersama afan.

"Sayang, kita ke kamar aku aja yuk, aku mau tidur" ucap afan

"Yaudah ayo"

Mereka berdua pun berjalan ke atas untuk ke kamar afan.

Di kamar afan.

"Sayang mau tidur" ucap afan

"Yaudah tidur"

"Tapi kamu jangan tinggalin aku ya"

"Iya sayang"

Afan pun langsung meletakkan kepala nya di kaki devita.

"Sayang-"

"Sayang, aku maunya tidur kaya gini" ucap afan memotong ucapan devita

"Yaudah"

Afan pun memejamkan matanya. Devita sendiri, ia mengelus-elus kepala afan dengan lembut. "Cepat sembuh sayangnya aku" ucap devita

Setelah beberapa menit, afan tertidur. Devita pun memindahkan kepala afan ke bantal.

"Tidur yang nyenyak sayangnya devi" ucap devita sebelum keluar dari kamar afan.

Di dapur.

"Devi, kok kesini, afan nya gak marah emang?" ucap mala yang melihat devita

"Dia tidur, katanya ngantuk terus gue temenin sebentar, dan ya dia tidur"

"Dia pasti capek, mungkin bawaan sakit" ucap metta

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang