bab 45

887 55 16
                                        

"Eh, apa yang terjadi disekolah, kita dengar kalau ada sesuatu yang gak beres" kata vio.

Eby menambahkan, "iya kita dengar kalau jameela bikin ulah lagi ya"

Devita dan afan saling pandang "iya bener" kata afan "jameela udah masang poster-poster yang  ngehina devi dan dia juga udah buat suasana sekolah jadi gak nyaman"

Vio dan eby terlihat marah "dasar jameela! Gue gak suka banget tuh sama dia" kata violetta

Devita dan afan tersenyum. "Gak usah khawatir, kita udah laporin dia ke kepsek" kata devita

Afan menambahkan "iya, dan jameela juga udah diskors selama satu minggu"

Vio dan eby terlihat lega. "Oh, yaudah. Jadi, kita gak perlu khawatir lagi" kata vio

Eby menambahkan "iya kita sekarang bisa fokus sama kesibukan kita masing-masing"

Namun, tiba-tiba. violetta terlihat serius. "Tapi, gue masih punya pertanyaan. Apa yang bakal di lakuin sama jameela setelah dia masuk kesekolah lagi"

Devita dan afan saling tatap begitu juga dengan eby. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.

Hari-hari berikutnya, Devita dan Afan semakin dekat dan bahagia bersama. Mereka selalu bersama-sama, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Vio dan Eby juga semakin dekat dan bahagia bersama. Mereka selalu berbagi cerita dan pengalaman, dan mereka juga selalu mendukung satu sama lain.

Mala dan Rakha, dua teman lainnya, juga semakin dekat dan bahagia bersama. Mereka selalu berbagi kegiatan dan hobi, dan mereka juga selalu mendukung satu sama lain.

Kebersamaan mereka semua membuat suasana sekolah menjadi lebih bahagia dan menyenangkan. Mereka semua selalu bersama-sama, baik di kelas maupun di luar kelas.

Saat ini di jam pelajaran pertama.

Afan berusaha untuk fokus dalam pelajaran, tapi pikiran terus melayang ke penyakitnya. Dia khawatir jika penyakitnya semakin parah dan tidak bisa disembuhkan. Saat guru memanggilnya untuk menjawab pertanyaan didepan, afan terkejut dan tidak bisa menjawab dengan jelas.

Miss nensy terlihat khawatir dan bertanya apakah afan baik-baik saja. Afan hanya mengangguk dan berusaha tersenyum. Devita yang duduk disebelah afan, memandangnya dengan khawatir dan bertanya dalam bisikan. "Afan, kamu kenapa?, kamu keliatan lagi sakit"

Afan berusaha untuk menyembunyikan keadaannya dari devita. Dia tidak ingin devita khawatir tentang dirinya. "Aku cuma capek aja sayang, aku gak apa-apa" kata afan dengan tersenyum

Tapi devita seperti tidak percaya. Dia bisa melihat bahwa afan tidak seperti biasanya. Dia memutuskan untuk terus memantau afan.

"Afan aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dari aku" kata devita dengan lembut

"Aku gak ada nyembunyiin apa-apa sayang" ucap afan

"Bener"

"Iya sayang"

Afan dan devita sudah menjalani hubungan beberapa bulan. Mereka sangat bahagia dan saling mencintai.

Setelah istirahat afan dan devita memutuskan untuk makan bersama dikantin sekolah mereka bergabung dengan teman-teman Devi, seperti mala dan vio, begitu juga dengan teman-teman afan, seperti rakha dan eby.

Mereka semua makan dan berbicara dengan gembira, tidak ada yang tau tentang masalah penyakit afan. Afan berusaha untuk tidak menunjukkan bahwa dia sedang mengalami kesulitan.

Saat makan mala bertanya kepada afan tentang rencana liburan sekolah yang akan datang, afan tersenyum dan mengatakan bahwa dia ingin pergi ke pantai bersama devita, devita tersenyum dan memeluk afan, membuat semua teman mereka terkesan dengan kebahagiaan yang terpancar diwajah keduanya.

Afan ia sedang berusaha untuk tidak menunjukkan bahwa dia sedang kesulitan. Dia tidak ingin devita dan teman-temannya khawatir tentang dirinya. Saat makan, afan berbicara dengan gembira dan tertawa bersama teman-teman nya, tapi dalam hatinya berbeda.

Saat mereka selesai makan, devita meminta afan untuk berjalan bersamanya ke taman sekolah. Afan setuju, mereka keluar dari kantin lebih dulu dan menikmati udara segar dan pemandangan indah disekitar mereka.

Saat mereka sedang berjalan menikmati suasana yang indah, Tiba-tiba afan merasa tidak enak badan, dia merasa bahwa dia harus beristirahat sejenak.

"Sayang duduk aja dulu, mungkin kamu capek" ucap devita

Afan mengangguk dan beristirahat, mencoba menenangkan dirinya.

Mereka pun memutuskan untuk duduk dibangku taman.

"Afan, kamu baik-baik aja kan?" tanya devita dengan khawatir

"Aku baik-baik aja sayang" jawab afan dengan tersenyum "cuma sedikit capek"

Devita memandang afan dengan mata khawatir. "Aku khawatir tentang kamu afan" katanya "kamu akhir-akhir ini kamu kelihatan lagi gak enak badan"

Afan tersenyum dan memeluk devita. "Aku baik-baik aja sayang" kata afan "jangan khawatir tentang aku"

Devita memandang afan dengan mata yang penuh kasih sayang. Tapi afan melihat ada keraguan dimata devita. Devita seperti tidak percaya dengan perkataan afan.

"Aku mau ajak kamu ke tempat spesial hari ini" kata devita dengan senyuman nya "aku mau buat kamu bahagia"

afan tersenyum dan ia lebih mengeratkan pelukan nya "aku udah bahagia saat bersama kamu sayang"

"Aku juga bahagia kalau sama kamu" balas devita

Mereka berdua berpelukan dan menikmati saat-saat bersama, tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang akan mengubah semuanya.

Devita saat ini mengajak afan ke sebuah taman yang lebih indah dengan bunga-bunga yang berwarna-warni dan air mancur yang mengalir lembut.

"Aku mau buat kamu bahagia afan" kata devita "aku mau kamu buat kamu merasa spesial"

Afan tersenyum. "Aku udah merasa spesial karena aku bisa bersama kamu sayang" ucap afan

Mereka berdua kembali berpelukan dimana afan yang seperti nya selalu ingin berada dalam pelukan devita. Dibelakang mereka ada seseorang yang sedang mengawasi mereka tanpa sepengetahuan mereka berdua

Seseorang yang mengawasi afan dan devita dari belakang adalah dokter yang sudah lama mengikuti perkembangan penyakit afan. Dokter itu adalah dr. Rizki, dan dia adalah salah satu dokter terbaik dirumah sakit untuk merawat afan.

Dr. Rizki memandang afan dan devita dengan mata yang khawatir. Dia tahu bahwa afan tidak memiliki banyak waktu lagi, dan dia mau afan bisa menikmati sisa hidup nya dengan bahagia.

Dr. Rizki memutuskan untuk tidak mengganggu afan dan devita. Dia membiarkan mereka menikmati saat-saat bersama, tapi dia juga khawatir tentang apa yang akan terjadi di masa depan, akan kan senyuman dari wajah afan dan devita masih bisa dilihat di masa yang akan datang.

                       ***********
Hay-hay guys. Gimana bab yang ini?
Kalian harus selalu pantengin ceritanya ya, kalian harus liat perkembangan hubungan afan dan devi. Oh iya maaf ya guys aku up nya gak pagi atau siang maklum aku lagi sibuk juga.
Jangan lupa vote and komen guys. Babayyy👋🏻❤

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang