bab 84

472 41 17
                                        

Ruangan afan.

"Gimana keadaan lo?"

Saat ini rakha dan eby sedang mengobrol bersama afan, dengan eby yang sedang mengupas kan buah untuk afan.

"Gue.. Masih kepikiran"

"Kepikiran dia?"

"Lo tau itu rakh"

"Lo sembuhin diri lo dulu disini fan, kalau lo udah balik kayak semua, lo juga bisa dapetin apa yang seharusnya menjadi milik lo" ucap eby

"Besok sekolah kan?"

"Iya, besok udah mulai sekolah lagi"

"Apa kalian—"

"Gak fan, kita gak bakal ikut campur soal hubungan lo, kalau hubungan pertemanan itu ada di dia, kalau dia emang masih mau temenan sama kita semua, kita bakal tetep kayak biasa, tapi kalau enggak, kita gak bakal sapa duluan"

"Kenapa lo berpikiran kayak gitu, apa lo terpengaruh cewek lo?"

"Gue gak terpengaruh siapapun, gue cuma gak nyangka kalau lo bisa digituin sama dia, fine lah kalau dia cuma kecewa dan butuh waktu, tapi ini, gue tadinya mau nyembunyiin ini fan, tapi kayaknya lo berhak tau"

"Apa?"

"Setelah gue balik lagi ke kafe itu, gue.. Gue liat devi sama dika, setelah dia putusin lo, dia langsung bisa ketawa sama cowok lain"

Afan terdiam, lalu ia tersenyum. "Baguslah, berarti dia gak berlarut-larut dalam kesedihan"

"Fan.."

"By, dia cinta sama devi, mau gimana pun lo bilang tentang keburukan devi, dia bakal tetap cinta, karena yang dia punya cinta"

Eby menghembuskan nafas nya kasar.

"Sorry gue gak bermaksud" ucap eby

                         __________

"Gimana keadaan lo?"

"Gapapa"

Dua orang yang sedang duduk di teras depan rumah.

"Ngapain lo kerumah gue malam-malam"

Dika, ia tersenyum kecil. "Gue mau pastiin keadaan lo"

"Gak penting buat lo" jawabnya

"Why?"

"Ya karena keadaan gue gak penting buat lo"

"Kalau gak penting ngapain gue kesini nyamperin lo"

Devita, ia yang tadinya menatap langit-langit malam beralih menatap laki-laki disamping nya.

"Gue penting buat lo?"

"Gue mau tau keadaan lo"

Devita menghembuskan nafasnya pelan. Lelah, itulah yang ia rasakan.

Tadinya ia sudah ingin tidur karena dirinya sangat lelah menangis, namun dika malah datang membawakan nya makanan karena tak ingin dirinya lupa makan sampai sakit katanya.

"Lo udah liat kan keadaan gue tanpa lo harus nanya"

Dika menatap devita lekat. "Tapi gue mau dari orangnya langsung, bukan cuma dengan liat keadaan dirinya"

"Repot ya lo"

"Itu karena lo juga"

"Apa?"

"Ya lo tinggal jawab"

"Dan gue gak harus jawab pertanyaan lo"

"Susah ya ngomong sama cewek batu"

"Susah juga ngobrol sama cowok kepoo"

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang