bab 39

1K 54 4
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi, menandakan akhir dari hari sekolah. Devita dan teman-temannya berpamitan satu sama lain dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Afan dan Devi berjalan bersama di Koridor sekolah, menikmati udara sore yang sejuk. Rakha dan Mala juga berjalan bersama, berbicara tentang rencana mereka untuk menonton pertandingan basket esok hari. Eby dan Violetta berjalan di belakang mereka, tertawa dan berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan.

Mereka semua berpisah di depan gerbang sekolah, berpamitan satu sama lain sebelum pulang ke rumah masing-masing. Hari sekolah telah berakhir, dan mereka semua siap untuk menikmati malam yang santai di rumah.

"Sayang makasih ya buat hari ini" ucap devita yang berada di motor afan

"Sama-sama sayang"

"Mau langsung pulang?" Tanya afan

"Iyaa"

"Gak mau jalan-jalan dulu?"

"Gak usah deh, lagian aku capek sayang" jawab devita

Afan tersenyum di balik helm nya "Yaudah deh, kita langsung ke rumah kamu" ucap afan sembari melajukan motor nya

Dirumah devita.

"Gak mau mampir dulu?" tanya devita

"Gak usah sayang, aku langsung aja" jawab afan kembali memasang helm nya

"Hati-hati dijalan ya sayang, jangan ngebut-ngebut, jangan caper sama cewek" ucap devita dengan sindiran di akhir

Afan terkekeh mendengernya. "Iya sayang nya afan, gak akan"

"Baguss"

"Yaudah aku langsung jalan ya, love you sayang nya afan"

"Love you more cintanya Devi" balas devita dengan menunjukkan tangan nya yang ia bentuk dengan love

Setalah afan melajukan motor nya kejalan devita pun masuk ke rumahnya.

Di kediaman afan.

Afan sedang duduk di kamarnya, memandang ke luar jendela sambil memikirkan tentang penyakitnya. Dia merasa khawatir dan cemas tentang apa yang akan terjadi pada dirinya jika penyakitnya tidak sembuh.

"Gue gak yakin sama penyakit gue"

Afan mengambil napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan dirinya. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mengontrol penyakitnya, tapi dia bisa mengontrol bagaimana dia menghadapinya.

"Gue harap besok gue bakal bisa ngikutin pertandingan tanpa ada halangan, ntah kenapa gue jadi kepikiran sama penyakit gue" ucap afan

Afan mengambil obatnya dari meja yang ada disamping ranjang nya dan meminumnya dengan air. Dia merasa sedikit lega setelah meminum obatnya, karena dia tahu bahwa obat itu akan membantunya mengendalikan penyakitnya.

Afan kemudian duduk di tempat tidurnya dan memandang ke luar jendela. Dia merasa sedikit sedih karena dia tidak bisa melakukan hal-hal yang dia inginkan karena penyakitnya. Tapi dia juga merasa bersyukur masih bisa ada disini untuk bertemu dan menyanyangi orang-orang yang juga menyayangi nya.

Malam hari telah tiba, saat ini Afan duduk di balkon rumahnya, menikmati udara malam yang sejuk. Dia mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi whatsapp dan video call, lalu menghubungi Devita.

"Hai sayang, gimana kabar kamu?" tanya Devi dengan senyum di wajahnya.

"Hai, sayang, Aku baik-baik saja, thanks. Kamu?" jawab Afan dengan senyum.

"Aku juga baik. Aku lagi mikirin tentang pertandingan basket besok hari. Kamu udah siap kan?" tanya Devi dengan nada yang bersemangat.

"Pasti sayang, Aku sudah gak sabar buat bermain," jawab Afan dengan antusias

Hening beberapa menit. Afan kembali membuka suara.

"Sayang, kamu tahu apa yang membuat aku bahagia? Kamu. Kamu membuat aku merasa selalu bahagia," kata Afan dengan senyum.

"Haha, sayang, kamu selalu membuat aku tertawa. Tapi, aku juga sangat bahagia memiliki kamu sebagai pacarku," jawab Devi dengan senyum.

"Aku mau menjadi yang terbaik untuk kamu, Devi. Aku ingin membuat kamu merasa spesial setiap hari," kata Afan dengan mata yang bersinar.

"Afan, kamu udah buat aku merasa spesial setiap hari. Kamu selalu ada di sampingku dan membuat aku merasa aman," jawab Devi dengan suara yang lembut.

"Aku senang banget mendengar itu, sayang. Aku akan terus membuat kamu merasa spesial, karena kamu adalah yang terbaik untuk aku, sayangnya afan, cintanya afan," kata Afan dengan senyum.

"Aku juga mencintaimu, Afan. Kamu adalah yang terbaik untukku juga," jawab Devi dengan senyum.

Afan dan Devi terus berbicara dengan romantis, menikmati waktu bersama mereka. Mereka berdua merasa sangat bahagia dan beruntung memiliki satu sama lain.

Afan dan Devi berpamitan satu sama lain sebelum tidur, dengan senyum  yang lembut.

"Aku cinta kamu, sayangnya afan" kata Afan sebelum tidur.

"Aku juga cinta kamu, cintanya devi" jawab Devi dengan senyum.

Mereka berdua tertidur dengan senyum di wajah mereka, menikmati kebahagiaan dan cinta mereka.

Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh Afan dan teman-temannya. Mereka akan bermain basket melawan tim lain dari luar sekolah. Afan merasa sangat bersemangat dan siap untuk bermain.

Saat Afan dan teman-temannya tiba di lapangan basket, mereka melihat tim lawan sudah siap dan menunggu. Afan melihat Devi dan teman-teman lainnya yang sudah duduk di tribun, menunggu pertandingan dimulai.

Wasit meniup peluit, dan pertandingan dimulai. Afan dan teman-temannya bermain dengan sangat baik, melakukan passing dan shooting yang akurat.

Setelah bermain 2 jam
Dengan beberapa detik tersisa, Afan melakukan shooting yang sangat akurat dan berhasil memasukkan bola ke dalam keranjang. Skor akhir menjadi 80-75 untuk tim Afan.

Seluruh tim Afan bersorak dan merayakan kemenangan mereka. Afan sendiri sangat bahagia dan merasa sangat lega karena berhasil memenangkan pertandingan.

Devi dan teman-teman lainnya yang menonton pertandingan juga sangat bahagia dan merayakan kemenangan Afan dan timnya. Mereka semua berpelukan dan bersorak bersama.

"Aaaaaaaaaa, mereka menang" heboh violetta

"Iyaaa" devita langsung memeluk mala dan violetta

Afan kemudian mendekati Devi dan memeluknya. "Aku berhasil, sayang Aku memenangkan pertandingan ini" katanya dengan bahagia.

Devi tersenyum dan memeluk Afan sebentar. "Aku sangat bangga sama kamu, sayang! Kamu sangat hebat!" katanya.

"Sayang aku menang" ucap rakha kepada mala

"Iya, congrats sayang, aku tahu kamu hebat, kamu bener-bener kapten basket yang hebat" ucap mala sembari mengelapkan keringat rakha

Violetta langsung memeluk eby."Iiihhh, kamu hebat banget sayang"

Setelah merayakan kemenangan, Afan dan timnya melakukan foto bersama untuk merayakan kemenangan mereka. Devita dan teman-teman lainnya juga bergabung dalam foto tersebut.

Setelah itu, Afan dan Devi memutuskan untuk pergi ke kantin untuk merayakan kemenangan Afan. Mereka duduk di meja yang nyaman dan memesan makanan dan minuman favorit mereka.

                          *************

Hay semuanya, balik lagi sama cerita aku, gimana bab yang ini?
Selalu pantengin cerita aku ya, jangan lupa vote and komen, jumpa lagi di bab selanjutnya babayy👋🏻❤.

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang