bab 85

437 45 18
                                        

"Makan yang banyak, jangan terlalu mikirin ini, gak semuanya kamu paham tentang ini"

Kata-kata itu terdengar dari ruang osis, dimana rakha saat ini sedang menyuapi mala makanan dengan mala yang terus membaca beberapa berkas yang harus ia selesai kan.

"Gimana gak mikirin, orang ini banyak banget" jawab nya kesal

"Pulang sekolah ini mau jenguk afan kan?"

"Hm"

"Gue ikut ya mal"

Mala dan rakha menoleh ke arah sumber suara dimana Violeta datang bersama eby dengan membawa tas mereka.

"Kok bawa tas?"

"Katanya kita pulang cepet hari ini"

"Kok gak sekalian bawain tas gue?"

Violetta dudul disalah satu kursi osis "Gak bisa dimana gue letakin nya"

"Biar gue aja yang ambilin mal"

Eby kembali keluar dari ruangan tersebut.

Hening, sampai akhirnya mala membuka suara. "Tentang jenguk afan tadi kenapa emang?"

Rakha yang tadinya sedang membereskan bekas makanan ia menoleh menatap mala.

"Ini harus di kasih ke afan, ini harus dia yang kerjain gak boleh orang lain"

"Gak bisa diwakilin emang rakh?" ucap violetta

"Sayang nya gak bisa, ini harus langsung dikerjain sama afan"

"Tapi kita semua tau gimana kondisi afan"

"Tapi ini ada bagusnya"

"Ada bagusnya maksudnya?"

"Ya dengan adanya kerjaan osis ini, bakal bikin afan juga sibuk di rumah sakit, dan dia gak bakal ngelamun buat mikirin hal yang seharusnya gak dia pikirin"

"Ada benernya mal ucapan rakha, daripada afan cuma diem-diem aja disana, terus nanti kepikiran tentang hubungan sama devi gimana?"

"Iya gue tau, tapi gue gak mau dia capek karena banyak nya tugas osis yang harus dikerjain sendiri"

"Gak semuanya afan yang kerjain, sayang"

"Terus?"

"Kamu boleh kerjain yang ini sama yang ini, Tapi.. dibantu aku, dan yang satu ini" rakha mengambil satu berkas dari map tersebut. "harus afan sendiri yang kerjain, karena disini tertulis tidak boleh diwakilkan oleh siapapun" tambah rakha

"Hm.. Tapi yang satu ini lebih susah ngerjain nya"

"Gapapa, buat kamu susah, tapi buat afan udah biasa"

Mala mengangguk. "Yaudah, ini berarti aku simpen di tas aku buat afan yang kerjain" mala memasukkan satu berkas ke dalam tas nya. "Terus sisanya simpen di tas kamu aja, nanti kita kerjain bareng" tambah mala

"Okeyy"

                          _________

"NGGAKK, GUE GAK JAHATT"

"GUE GAK SEJAHAT ITUU, KENAPA SAKIT INI MUNCUL LAGI, GUE GAK MAU, GUE BENCI DIBOHONGIN"

Teriakan tersebut terdengar begitu keras.

"Tenangin diri lo"

"Gue benci"

"Stop salahin diri lo sendiri"

Ia terus memberontak kala dirinya ditenangkan.

"DEVI STOP"

Devita terdiam kala mendengar suara keras dari dika, yang sedari tadi menenangkan nya.

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang