bab 60

932 60 16
                                        

Hari ini adalah hari ke 2 afan dirumah sakit dengan keadaan koma, dan hari ini devita bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

"Dev, lo beneran udah gapapa?"

Saat ini devita sedang berada di ruangan afan, dimana ia bersama mala.

"Gue udah gapapa kok mal, gue juga udah bisa pulang kan sekarang"

"Bagus deh kalau gitu"

"Berarti lo ikut pulang kan?"

"Pulang?"

Mala mengangguk "Iya pulang, emang lo masih mau disini?"

Devita menatap mala lalu beralih menatap afan. "Terus afan?"

Mala melihat ke arah afan, dimana ia masih berada diranjang nya dengan alat-alat yang ada.

"Kita bakal selalu jenguk afan kok, tapi gak perlu setiap hari kan, apalagi kan dia nya koma"

Devita terlihat kecewa dengan ucapan mala. "Maksud lo kita biarin afan disini sendiri tanpa dijaga gitu!"

"Gak gitu juga Dev, tapi kan lo tau afan itu koma, bukan cuma dirawat biasa, lo pasti paham kan sama maksud gue" ucap mala

Devita terdiam.

"Pagi ini gue masih disini kok Dev, lo juga pasti masih mau disini kan, tapi lo harus ingat besok sekolah, jadi siang ini kita harus pulang buat istirahat apalagi lo harus banyak istirahat buat jaga kesehatan lo" kata mala

Devita menunduk. "Tapi gue...."

Mala menghampiri dan memeluk devita dengan erat. "Gue paham kok, lo harus bisa tanpa afan, biar dia tau kalau lo itu juga mandiri"

"Tapi gue gak terbiasa mal"

"Harus dibiasain Dev, apalagi ini baru satu hari, sedangkan dokter bilang 2-3bulan, lo pasti mikir kan"

"Iya gue paham, mungkin emang ini jalan nya"

"Yang kuat ya, gue yakin lo bisa"

Devita mengangguk.

                                    ****
"Sayang kamu udah gapapa?"

Medina dan Fatir, saat ini mereka sedang berada di ruang tamu dengan devita yang baru saja pulang.

"Iya devi udah gapapa"

"Jangan sedih-sedih ya sayang, jaga kesehatan kamu, kamu anak nya kuat, mama yakin kamu bisa"

Devita memeluk Medina dengan erat. "Aku gak yakin bisa mah"

"Kamu juga belum terbiasa sayang, seiring berjalannya waktu kamu pasti akan bisa"

"Iya pah"

Di kamar devita.

"Sayang, ini rasanya seperti mimpi buruk buat aku, aku gak pernah terpikir tanpa kamu"

Devita saat ini ia sedang memandangi foto dirinya bersama afan.

"Kamu jahat, kamu jahat udah tinggalin aku"

Devita merebahkan dirinya ke kasur nya. "Aku kangenn, aku gak bisa tanpa kamu gini"

Devita memeluk foto tersebut dengan erat.

"Kamu jahat banget fan, kamu benar-benar ninggalin aku"

Tok. Tok tok....

Ketukan pintu tersebut mampu membuat devita bangun dari rebahan nya. Dan ia cepat-cepat menghapus air matanya.

Devita membuka pintu kamarnya dan yang terlihat adalah medina. "Mamah"

"Sayang, ini ada kiriman"

"Apa ini mah?"

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang