"Afan"
Panggilan dari seseorang membuat afan mengalihkan pandangan nya.
"S-sayang"
Handphone afan tiba-tiba terjatuh begitu saja.
Devita terkejut kala handphone afan terjatuh begitu saja, ia langsung mengambil nya.
"Kenapa kok kaget gitu?"
"E-enggak, k-kamu udah lama?"
Devita terlihat bingung melihat afan yang tiba-tiba terlihat ambigu.
"Kamu kenapa sih, panik gitu, ada apa?"
Afan mengusap wajahnya pelan. Lalu ia menggeleng pelan.
"Gapapa, aku kaget aja kamu tiba-tiba ada dibelakang aku"
"Oh, kirain kenapa, ini juga handphone sampe jatuh kayak ketahuan selingkuh" ucap devita sembari melihat handphone afan
Afan terbelalak mendengar ucapan devita. "Sayang, kok ngomong nya gitu"
"Ya lagian kaget sampe handphone jatuh, kamu tuh kayak ketahuan lagi telfonan sama selingkuhan"
"Enggak lah sayang, aku mana mungkin gitu"
"Ya bisa aja kan, lagian aku denger kamu telfon mau persiapin diri, persiapin diri buat apa hm?"
Afan terdiam sejenak.
Apa devi cuma denger itu, apa dia juga denger yang lainnya.
"Tuh kan bengong, kamu emang bohongin aku selama ini, kamu kira aku gak tau kamu bohongin aku" ucap devita yang ingin beranjak pergi
Afan menahan tangan devita dan membawa nya duduk kembali. "Sayang, aku bisa jelasin"
"Jelasin apa, jelasin kamu sama selingkuhan kamu iya?"
"Kamu kok malah mikir aku selingkuh gitu" kesal afan
"Loh kok kamu malah ikut kesel"
"Ya itu karena kamu nuduh aku yang engga-engga sayang" ucap afan dengan lembut
Devita terdiam.
Aku capek fan, aku capek, aku capek terus-terusan dibohongin, sebenarnya aku gak yakin adanya orang ketiga dihubungan kita, tapi kalau bukan itu apa, kamu bahkan gak pernah jujur sama aku.
Devita terus-menerus menghapus air matanya dengan kasar.
Afan berjongkok dan menggenggam tangan devita. "Sayang, selama aku sama kamu, gak pernah sedikitpun aku punya pikiran buat menduakan kamu, aku sayang sama kamu lebih dari kamu sayang aku, dan aku cinta kamu lebih dari kamu cinta aku.
Devita terlihat tersenyum, lalu mengelus pipi afan pelan. "Terus apa yang kamu sembunyiin dari aku, kenapa selama ini aku ngerasa dibohongin"
Afan mengusap air mata yang kembali jatuh di pipi devita. "Aku, aku sakit"
"Sakit apa, kamu pusing?"
Afan menggeleng. "Aku—"
Tret. Tret. Tret...
"Bentar" devita melepaskan tangan nya dari genggaman afan
"Halo mah"
"Halo sayang, kamu lagi dimana, kok dirumah sepi?"
"Aku lagi diluar mah, mama dirumah?"
"Iya mama dirumah, ini mama bawain makanan buat kamu"
"Urusan papa emang udah selesai mah?"
"Belum sayang, mama balik nemenin papa ambil berkas yang ketinggalan, abis ini kita langsung balik lagi"
"Loh berarti gak ketemu aku dong?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN-
RomanceMenceritakan seorang ketos cuek yang jatuh hati kepada seorang gadis cantik bernama Serly Devita Arabella seorang anak baru disekolah afan sang ketos. Akan kan afan bisa mendapatkan hati devita atau bahkan dia tidak bisa mendapatkan hati anak baru...
