"Maafin kita fan, devi tau semuanya, dia denger ucapan gue sama mala"
"D-dia tau?"
"Iya, dia tau lo sakit, dan dia tau lo bohongin dia fan"
Disisi lain devita yang baru saja keluar dari kafe tersebut ia berlari dengan cepat sembari berteriak. "Gue benciii, GUE BENCI DIBOHONGIN"
"Kenapa, kenapa harus gue, gue capek sama semuanya, gue benci sama semuanya"
"GUE CAPEKKK" suara devita terdengar begitu sakit, dimana dirinya yang terduduk ditempat sepi dengan cuaca yang tiba-tiba saja sangat mendung menandakan akan turun nya hujan lebat.
_________
"Fan hey, afan" mala terus saja memanggil afan tapi tidak sedikit pun afan menoleh dan menjawab ucapannya. Sakit itulah yang mala rasakan, melihat sepupu nya yang benar-benar mematung dan tatapan kosong.
"Fan tolong jangan gini, ngomong fan hey, lo masih sadar kan"
Mala mulai mengguncang tubuh afan, violetta sendiri hanya bisa terisak. "Maafin gue, maaf ini semua karena gue"
"Gak ada yang perlu disesali vi, ini udah waktunya devi tau"
Afan tiba-tiba saja ambruk mala dan violeta dengan cepat menahan tubuh nya.
"Fan, hey, fan, bangun woi, jangan bikin gue takut" ucap mala
Rakha dan eby baru saja datang dan melihat afan dipelukan mala dengan mala dan violetta yang terisak.
"Woy, ini afan kenapa?" eby langsung saja menghampiri dan membawa afan kepada nya dan juga rakha.
"Fan, fan sadar fan"
"Gue udah telfon ambulans"
Eby dan rakha langsung saja membopong afan keluar.
Tak lama mereka menunggu ambulans, hujan tiba-tiba turun bersamaan dengan ambulans datang.
________
Tret... Tret... Tret.
"Halo sayang, udah dimana, kok gak sampe-sampe?"
"Halo mah, kayaknya devi gak bisa langsung pulang"
"Kenapa, mama udah nunggu lo, kamu dimana sayang, kamu nangis ya"
"Engga kok mah gapapa, maaf ya ma devi gak bisa ketemu hari ini"
"Yaudah berarti mama langsung berangkat lagi, jaga diri baik-baik ya, mungkin lusa mama bakal pulang lagi"
"Iya ma, aku tunggu lusa"
"I love you sayang"
"I love you too ma"
Sambungan telepon terputus setelah devita langsung mematikan nya.
Devita yang tadinya menangis langsung ke basahan karena hujan yang tiba-tiba turun dengan deras.
Membuat nya semakin terisak.
Sesaat ia merasakan hujan tidak lagi membasahi dirinya membuat devita mendongak.
"Ngapain di sini hujan-hujanan, nanti sakit"
"D-dika"
"Iya, ini gue, lo kenapa hujan-hujanan disini, ini deres banget lo hujan nya, jangan kayak anak kecil bandel dibilangin"
"Apaansi lo"
Dika menunduk membantu devita bangun, sesaat mereka bertatapan sampai akhirnya devita mengalihkan pandangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN-
RomansMenceritakan seorang ketos cuek yang jatuh hati kepada seorang gadis cantik bernama Serly Devita Arabella seorang anak baru disekolah afan sang ketos. Akan kan afan bisa mendapatkan hati devita atau bahkan dia tidak bisa mendapatkan hati anak baru...
