bab 29

1.7K 83 5
                                        

Saat ini semua orang yang ada di bus 11 panik karna afan yang pingsan, akan tetapi setelah meraka semua mencoba membangunkan afan ia baru sadar.

"Afann, kamu bangun, kamu gapapa kan" tanya devita yang langsung memeluk afan

"Aku gapapa, cuma masih sedikit sakit dikepala aja" jawab afan

"Yang bener, kita harus periksa kamu dulu ke rumah sakit, aku gamau kamu kenapa-kenapa" ucap devita

Semua nya setuju untuk membawa afan ke rumah sakit, walaupun afan menolak akan tetapi ia tidak bisa membantah ucapan kekasihnya.

"Senderan di aku yah" ucap devita sembari mengelus kepala afan

Setelah sekitar 25 menit mereka sampai di rumah sakit terdekat.

"Aku ikut yah" ucap devita yang mau ikut masuk ke dalam

"Gausah tunggu diluar sama yang lain aja" ucap afan

"Yaudah" devita pun duduk dikursi tunggu bersama mala dan vio

"Semoga afan gak papa yah, gue khawatir" ucap devita

"Afan kuat dev, dia gaakan sakit" ucap mala

"Iya dev, lo harus tau kalau afan itu anak nya kuat, do'ain aja supaya dia baik-baik aja" ucap rakha

"Iya, oh ya ini kita perjalanan 2 jam lagi baru sampe ke rumah, apa kita semua naik taxi aja, dan bilang sama yang lain buat duluan aja" ucap eby

"Bener juga tuh" sahut vio

"Yaudah biar gue yang bilangin" ucap rakha, ia pun berjalan keluar dari rumah sakit untuk ke bus

Beberapa menit rakha diluar, ia kembali ke depan ruangan afan menghampiri yang lain.

"Gimana, di izinin" tanya mala

"Iya" jawab rakha

Setelah beberapa menit menunggu, dokter keluar dan menghampiri rakha dan yang lain.

"Dengan teman-teman afan" tanya dokter

"Iya dok, gimana kondisi temen kita" ucap rakha

"Afan baik-baik aja, hanya sedikit cedera dikepala" ucap dokter

"Kita boleh masuk gak dok" tanya devita

"Boleh tapi gantian" jawab dokter

"Baik, dok" ucap mereka semua

Dokter pun berlalu dari mereka semua.

"Devi, lo masuk aja duluan" ucap mala kepada devita

"Yaudah gue duluan ya guys" devita langsung masuk ke ruangan afan

Afan ia melihat bahwa devita masuk dengan mata yang sembab dan badan yang lemas.

"Sayang" ucap afan dengan lemas sebenarnya ia sakit parah hanya saja ia bilang kepada dokter untuk jangan memberitahu siapapun tentang keadaan nya yang sebenarnya

"Afan, kamu gak papa" tanya devita yang sudah berada di depan afan

"Aku gak papa sayang" jawab afan

"Kamu gak sakit apa-apa kan" tanya

"Nggak sayang, aku cuma kebentur dikit" jawab afan

"Bener" tanya devita memastikan

"Beneran sayang" jawab afan

"Yaudah sekarang kamu udah boleh pulang belum" tanya deviana lagi

"Gue gak mau di rawat disini sebenarnya, tapi karna kata dokter sakit gue parah, gw harus turuti dulu buat nginep malam ini aja" batin afan mengingat ucapan dokter

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang