bab 63

812 58 12
                                        

Devita berbicara kepada Afan meskipun Afan tidak bisa menjawab, dan Devita hanya ingin berbagi perasaannya kepada orang yang dia percayai.

"Afan, aku ada masalah. Aku ga tahu apa aku bisa melanjutkan drama ini. Aku harus lakuin adegan romantis dengan Rizky, dan aku ga tau apa aku bisa lakuin itu. Aku takut kamu akan salah paham kalau kamu tahu aku bernyanyi dan berdansa dengan pria lain disaat aku ga bersama kamu."

Devita berbicara kepada Afan dengan harapan bahwa Afan bisa mendengarnya, meskipun tidak bisa menjawab. Devita merasa sedikit lebih lega setelah berbicara kepada Afan, meskipun tidak ada jawaban.

Devita duduk di kamarnya dan melakukan video call dengan teman-temannya. Mereka semua berkumpul di layar, dan Devita langsung menceritakan masalahnya.

Devita memandang layar handphone nya. "guys, gue ada masalah. gue ga tau  apa gue bisa ngelanjutin drama itu. Gue harus melakukan adegan romantis dengan Rizky dimana di akhir acara kita bakalan nyanyi sambil dansa"

Mala menjawab. "Devi, apa yang salah? lo pasti bisa!"

Violetta juga ikut memberikan semangat. "Iya, dev! lo punya bakat akting yang bagus. Gue yakin lo bisa ngelakuin  dengan baik."

Mala kembali berucap. "Tapi dev, apa yang buat lo ragu-ragu? Apa karena Afan?"

Devita mengangguk. "Iya, gue takut Afan akan salah paham kalau dia tahu. Gue ga mau buat dia sakit hati."

Rakha yang ada disana ikut berbicara. "Dev, gue yakin Afan bakal paham asal lo menjelaskan semuanya. Tapi yang lebih penting, lo harus memikirkan tentang diri lo sendiri. Apa lo mau melanjutkan drama itu atau nggak?"

Eby juga ikut berbicara. "Iya, dev! Kita semua mendukung lo, apa pun keputusannya. Tapi kalau lo memutuskan untuk melanjutkan, kita bakal mendukung lo sepenuhnya."

Devita tersenyum. "Makasih guys. gue  merasa sedikit lebih yakin sekarang. gue pikir gue bakal melanjutkan drama itu."

Mala mengangguk. "Yakin, dev! Lo pasti bisa lakuin nya! kita semua bakal mendukung lo!"

Devita dan Rizky bertemu di ruang latihan untuk melakukan latihan bernyanyi dan berdansa romantis. Teman-teman Devita, Mala dan Violetta datang untuk mendukungnya.

"Dev, kita di sini buat  mendukung lo! lo pasti bisa!" ucap mala yang terus mensupport devita

Violetta mengangguk. "Iya tuh dev! kita  semua percaya sama lo!"

Devita tersenyum. "makasih guys, gue merasa sedikit lebih yakin sekarang."

Rizky mendekat ke arah mereka bertiga. "Ayo kita mulai latihan. Aku bakal memegang tangan kamu dan melihat mata kamu dengan intens sambil berdansa, kamu okey kan?"

Devita mengangguk tanpa menatap rizky. "Iya kak, aku oke kok."

Rizky memegang tangan Devita dan melihat matanya dengan intens. Devita merasa sedikit tidak nyaman pada awalnya, tapi dengan dukungan teman-temannya, dia mulai merasa lebih nyaman.

Sutradara yang berada disana bertepuk tangan. "Bagus sekali! Kalian berdua memiliki chemistry yang bagus. Mari kita lanjutkan ke adegan berikutnya!"

Teman-teman Devita memberikan semangat dan dukungan, dan Devita mulai merasa lebih percaya diri dalam melakukan adegan romantis dengan Rizky.

Latihan adegan romantis antara Devita dan Rizky berjalan dengan lancar. Mereka berdua memiliki chemistry yang bagus, dan sutradara terlihat puas dengan penampilan mereka.

Setelah latihan selesai, teman-teman Devita memberikan pujian dan dukungan.

Mala terlihat senang. "Dev, lo keren banget! Gue gak percaya lo bisa membangun chemistry dengan Rizky seperti itu!"

Violetta juga ikut tersenyum. "Iya, dev! lo punya bakat akting yang bagus. Gue yakin elo akan menjadi bintang besar suatu hari nanti!"

Devita mengangguk "makasih guys, gue gak akan bisa melakukannya tanpa dukungan kalian."

Rizky menghampiri mereka bertiga. "Devita makasih banyak ya karena kamu sudah profesional untuk drama ini, aku juga mau  mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kamu , Devita. Mereka sangat mendukung dan membuat aku merasa lebih nyaman saat latihan."

Devita mengangguk, "iya kak, aku juga mau berterima kasih buat kaka karena udah selalu buat aku percaya diri buat drama ini"

Sutradara yang ada disana bangkit dari duduknya. "Baiklah, kita akan lanjutkan latihan besok. Saya yakin kita semua akan membuat drama ini menjadi sangat sukses!"

Devita dan teman-temannya meninggalkan ruang latihan dengan perasaan yang positif dan optimis. Mereka semua yakin bahwa drama ini akan menjadi sangat sukses.

Hari-hari berikutnya, Devita dan Rizky terus melakukan latihan. Mereka berdua semakin nyaman dan percaya diri dalam melakukan adegan tersebut.

Sementara itu, Afan masih terbaring di rumah sakit, dan Devita sering mengunjunginya. Meskipun Afan tidak bisa menjawab, Devita merasa lebih baik setelah berbicara dengannya.

Suatu hari, ketika Devita sedang mengunjungi Afan, dia menerima pesan dari sutradara. "Devita, kita akan melakukan gladi bersih besok. Pastikan kamu siap!"

Devita merasa sedikit gugup, tapi dia juga merasa percaya diri. Dia yakin bahwa dia bisa melakukan yang terbaik.

Gladi bersih hari berikutnya berjalan dengan lancar. Devita dan Rizky melakukan drama mereka dengan sangat baik, dan penonton yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah.

Gladi bersih hari berikutnya berjalan dengan lancar. Devita dan Rizky melakukan drama mereka dengan sangat baik, dan penonton yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah.

Sutradara bertepuk tangan melihat penampilan mereka. "Bagus sekali! Kalian berdua benar-benar memiliki chemistry yang bagus. Saya yakin drama ini akan menjadi sangat sukses!"

Devita merasa sangat bahagia dan lega setelah gladi bersih. Dia tahu bahwa dia telah melakukan yang terbaik, dan dia tidak sabar untuk menampilkan drama ini di depan penonton yang lebih luas.

Setelah gladi bersih, Devita mengunjungi Afan di rumah sakit lagi. Dia menceritakan tentang gladi bersih dan bagaimana dia merasa sangat bahagia.

"Afan, aku melakukan gladi bersih hari ini dan aku merasa bahagia banget. Aku gak sabar untuk menampilkan drama ini di depan penonton yang lebih luas."

Afan masih terbaring diam, tapi Devita merasa bahwa dia telah melakukan yang terbaik untuk berbagi kebahagiaannya dengan orang yang dia cintai.

Hari dimana hari pensi diadakan, devita menyempatkan diri untuk datang kerumah sakit untuk menjenguk afan, dan di sana juga ada metta bersama ciara.

Devita menyalimi tangan metta dengan sopan. "Mih"

"Sayang, kenapa kok kesini pagi-pagi banget?"

"Devi mau bicara sama afan aja sih mih, hari ini ada acara disekolah, dan aku sekalian mau izin ke afan"

Metta tersenyum dan terharu mendengar ucapan devita. "Oh ya, sayang, acara apa?, mau gak mami ikut buat liat?"

"Acara pensi mih, boleh banget dong mih, tapi emang mami gapapa?"

"Gapapa dong, kan mami nemenin anak mami"

"Eem yaudah deh mih"

Devita mendekat ke arah afan dan menggenggam tangannya.

"Afan, hari ini acara pensi nya, aku izin ya buat drama itu, semoga nanti nya kamu ga marah sama aku" ucap devita

                        ********
Hay-hay guyss, gimana bab yang ini?
Pantengin terus cerita nya ya, jangan lupa vote and komen, guys aku minta tolong ya buat kalian buat selalu promosiin cerita-cerita aku karena aku suka banget kalau makin banyak yang suka baca dan support aku buat bikin cerita. Pokoknya selalu baca cerita-cerita aku ya. Sampai sini aja jumpa lagi di bab selanjutnya.
Babayy ❤

Ketos Cuek Tapi bucinnn -DEFAN- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang