029 (Belajar)

1.9K 253 2
                                        

"Aaaaa telat woi!" Sang gadis dengan surai biru sedang berlari melewati banyaknyanya orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan karena gadis itu terlambat berangkat sekolah.

Mungkin karena tak adanya Sho yang menjemput nya atau karna suatu hal. Meskipun begitu sang gadis hari ini menyembunyikan dirinya dari semua orang yang melihatnya.

(Name) berhasil sampai di gerbang pada saat bel yang untunya saja gerbang belum di tutup namun pelajaran sudah di mulai.

(Name) di cegat oleh sang keamanan putri karena suatu alasan.

"Aduh kak.... Aku sibuk ini mau masuk kelas kenapa di cegaaaatt!" Protes sang gadis melihat kak Umami sang OSIS bagian keamanan mencegahnya untuk masuk ke gedung sekolah.

"Dasi." Balas kak Umami sambil menunjuk dasi (Name) yang tidak ada.

"Loh... Kok..." (Name) sedikit kebingungan karena dasi yang tadi dia pakai menghilang.

"Mau ikut ke ruang bk atau hukuman hormat di lapangan hm?" Tanya kak Umami sambil tersenyum seperti biasanya.

"Tapi tadi ada loh... Jatoh di jalan..." Balas (Name) yang berusaha membela dirinya.

Secara tiba-tiba Sho datang dan memberikan dasi (Name) yang terjatuh di jalan. Namun Sho segera pergi karena di kejar oleh keamanan putra kak Mahesa.

"Makasih ya." (Name) berteriak dan melambaikan tangannya ketika melihat Sho berlari pergi.

Sho tak membalas tapi tersenyum dan melanjutkan pelariannya dari Mahesa.

"Nah sudah hehe..." (Name) memasang dasinya dan berhasil lolos dari kak Umami yang berjaga.

(Name) lanjut berlari ke kelas yang dusah tertutup karena Pak Eko sudah memasuki kelas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Name) lanjut berlari ke kelas yang dusah tertutup karena Pak Eko sudah memasuki kelas. (Name) membuka pintu dan terjatuh di depan kelas karena tersandung.

"Astaga!" Amu kaget saat melihat (Name) yang tiba-tiba saja masuk dengan aestetiknya.

"Astaga dragon... Gini amat sih punya murid..." Batin Pak Eko yang masih pagi namun sudah di buat frustasi oleh muridnya.

"(Name) Gapapa?" Tanya Toro yang khawatir karena (Name) tak kunjung bangun.

(Name) mengangkat jempolnya sembari berdiri dan berjalan ke arah tempat duduknya pertanda tak apah-apah.

"Hehehe maaf telat tadi di cegat kak Umami."-(Name)

Pak Eko memukul meja dengan buku tebalnya dan mulai berteriak agar semua muridnya mendengar.

"Baiklah anak-anak madesu, hari ini kita ujian tematik." Pak Eko berteriak memberitahukan info yang sangat penting nan mengagetkan kepada semua muridnya.

Amu dan Upi seketika pasrah karena tidak mempersiapkan diri untuk ujian.

"Saya kasih waktu 1 setengah jam buat persiapan, Kiki tolong bantu saya buat nge-print kertas ujiannya." Pinta Pak Eko pada semua muridnya khususnya pada Kiki yang langsung di setujui.

"Ya pak!" Kiki menjawab sembari tersenyum dan mulai berdiri.

Kiki berjalan dan sengaja melewati meja Amu, Kiki menoleh ke arah Amu yang sedang pasrah.

"I hate math!" Gumam Amu lirih hingga tak di dengar oleh siapapun.

"Masih bingung ya? Mau kuajarin gak?" Tawar Kiki pada Amu namun Kiki melakuaknnya dengan cara yang salah dengan berdiri di depan Amu sehingga membuat Amu kaget.

Amu terdiam karena terkejut dan ketakutan.

"Sepertinya dia dilema?" Kiki bertanya di dalam hatinya saat melihat Amu yang tetap diam dan tak ada tanda untuk menjawab tawarannya.

"Aku bisa ajarin pelan-pelan kok." Lanjut Kiki karena melihat Amu yang tetap diam.

Secara tiba-tiba Toro datang dan memukul kepala Kiki dengan buku karena Kiki yang mengggu Amu.

"Gak usah deh..." Amu menjawab dengan gugup karena merasa tak enak telah menolak Kiki.

"Kiki ajarin aku.. aku gabisa matematika." (Name) datang dengan bukunya dan merengek pada Kiki karena Shi yang tidak ada di kelas.

"Gak! Gamau, lo udah pinter bahkan jauh lebih pinter dari gua!" Tolak Kiki sambil berusaha melepas kakinya yang di peluk oleh (Name).

"Kiki buruan, udah ditunggu Pak Eko tuh. (Name) lepasin Kiki nanti kuajarin biar paham." Toro menasehati anak-anak agar tidak berujung pada pertengkaran.

(Name) melepaskan kaki Kiki dan membiarkan Kiki pergi sehingga (Name) mendekati Toro dan mulai belajar. Selama beberapa menit (Name) belajar namun lama kelamaan suara Amu dan Upi yang bertengkar membuat (Name) terganggu.

"Ehm... Suara teriakan.." (Name) seketika menutupi kedua telinganya karena takut dengan suara keras dan bentakan.

Toro yang menyadari itu segera mendatangi Amu dan Upi untuk melerai pertengjaran mereka.

"Udah jangan berteman, kasian yang lain pada mau belajar kamu ganggu. (Name) kan juga takut sama suara keras." Toro memukul kepala Upii dengan bukunya meskipun tak terlalu keras.

Setelah mereka berdua tenang akhirnya (Name) lanjut belajar dengan Toro. Sho yang datang terlambat karena habis kejar-kejaran bareng kak Mahesa kebingungan karena melihat kelas yang sepi.

"Kelas sepi.." Gumam Sho.

Sho melihat (Name) bersama Toro duduk di meja yang sama sehingga membuat Sho sedikit cemburu dan langsung mendatangi (Name).

"Ngapain?" Tanya Sho datar dengan wajahnya yang dekat dengan wajah (Name).

Jangan lupa di vote!

"Woah woah woah kalem bro, cuman belajar aja bentar lagi ada ujian..." Balas (Name) yang mendorong wajah Sho menjauh.

"Oh." Sho melepaskan tangan (Name) dari wajahnya dan memberikan sekotak susu pada (Name).

"Makasih." (Name) menerima susu itu dan langsung meminumnya meninggalkan bukunya di atas meja.

" (Name) menerima susu itu dan langsung meminumnya meninggalkan bukunya di atas meja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______________________

790 kata.

14-Agustus-2024

👈👆👉👇

Sahabat Masa Kecil (REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang