Selamat membaca...
Sorry kalo ada typo...
--------------------------------
Suara hingar bingar dari musik dj yang terputar dengan nyaring menyambut kedatangan Rachel dan teman-temannya yang lain. Ya, seperti yang mereka ucapan, mereka saat ini berada di Colosseum Club. Baru saja memasuki club yang terkenal premium itu, teman-temannya sudah ribut bergosip ketika melihat sosok Zhafran Afandi dengan seorang lelaki yang duduk tak jauh dari tempat mereka.
"Kan? Kayanya bener deh gosip kalau si bos belok" julid Mita.
"Tapi, kok mereka kaya biasa-biasa aja ya?" ceplos Bintang.
"Gak heran kalau si bos bisa datang ke tempat yang kaya gini. Secara kan doi banyak duit" sahut Dimas.
"Tapi, lo semua penasaran gak sih kalau si doi beneran belok atau enggak? Kaya gak mungkin gitu loh. Gini-gini gue juga bisa bedain kali mana laki yang suka batang sama yang enggak" timpal Nino ragu.
"Yang sama si bos itu sahabatnya. Gue udah pernah ketemu beberapa kali kok sama sahabatnya itu. Lagian, sahabatnya itu juga udah nikah, plus punya anak satu. Bini nya juga cantik, model dia" ucap Rachel yang sedari tadi mendengar gosip mengenai bos nya.
"Sekretaris kesayangannya gak terima kalau bos nya kita gosipin" canda Dimas.
"Anjing lo" maki Rachel seraya memukul punggung belakang Dimas.
"Anjir, Rachel. Sakit gelo" pekik Dimas.
"Ribut lo berdua. Lebih baik kita party ...." Heboh Nino dan mengajak teman-temannya menuju meja yang sudah dia booking.
*****
"Itu bukannya sekretaris lo ya, Zhaf?" tunjuk Rion, sahabat Zhafran satu-satunya.
Zhafran mengikuti arah tunjukkan Rion. Benar, di depan sana dia melihat Rachel, sekretarisnya tampak bersama dengan beberapa karyawan yang dia kenal. Gadis itu terlihat begitu heboh sambil sesekali tertawa bersama teman-temannya. Bahkan, gadis itu tak jarang meliukkan tubuhnya mengikuti irama dari musik dj yang sedang terputar.
"Lo gak tertarik gitu sama sekretaris lo? Rachel ya kalau gak salah namanya?" tanya Rion penasaran.
Zhafran terdiam sejenak. Namun, tak lama dia mengendikkan kedua bahunya. "Entah."
"Aneh lo" cibir Rion. "Lagian ya, menurut gue sekretaris lo itu cantik, terus juga tahan banting sama sifat lo yang ribet. Kalau gue jadi Rachel, mungkin gue udah resign dan nyari pekerjaan yang baru" sambungnya.
"Sayangnya lo bukan Rachel" ejek Zhafran. "Lagi pula, kalau Rachel pengen resign, gue gak akan pernah ngasih. Rachel kerjanya bagus, dia profesional dan gue suka sama kerjaan yang dia lakuin."
"Kalau sama orangnya lo suka gak?" tembak Rion dengan senyum licik.
Zhafran memilih untuk tidak menjawab pertanyaan sahabatnya. Dia lebih memilih untuk menatap gadis itu yang kini asyik menikmati minuman di tangannya dengan sesekali tubuhnya bergoyang mengikuti musik.
*****
"Chel, udah kali lo minum. Ini aja lo udah kelihatan mabuk" Sandra menghentikan gerakan tangan Rachel yang kembali ingin menuang minuman ke dalam gelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BOSS KAMPRET!! || END
ChickLitBekerja selama tujuh tahun sebagai seorang sekretaris dengan model bos seperti Zhafran Afandi, benar-benar membuat Rachel harus memupuk kesabaran seluas samudera. Bagaimana tidak? Zhafran adalah definisi bos menyebalkan, banyak mau, dan juga super d...
