03 Pernikahan

1K 12 0
                                        

Beberapa hari telah berlalu, Besok adalah hari pernikahan Grace dengan Theo. Grace masih terus memikirkan Soal semua ini.

Tok...tok...tok..

"Masuk" pintah Grace yang sedang duduk bersila di atas kasur nya.

Ceklek.

"Mama?" Grace bergumam saat Anggi masuk ke kamarnya. "Setelah kamu menikah besok, mungkin mama sama papa akan kembali ke bali" Ucap Anggi. "Kenapa ma?" Tanya Grace heran. "Mama sama papa akan menghabiskan masa tua disana, sudah sejak lama kami merencanakan hal ini, tapi kami memikirkan mu. tapi setelah kamu menjadi tanggung jawab Nak Theo besok, kami menjadi lega jika harus melepaskan mu" jelas Anggi panjang lebar.

"kenapa harus ke bali sih ma?" Tanya Grace lagi, Anggi mengelus lembut rambut putrinya. "bali itu tempat dimana mama dan papa bertemu untuk pertama kali nya dulu, jadi kami ingin menghabiskan masa tua disana" jawab Anggi, Grace tersenyum masam lalu memeluk mamanya dengan erat.

Dilain tempat...

Pria yang mengenakan kaos Omblong menatap kosong halaman taman yang sudah di hias sedemikian rupa, layaknya Tempat resepesi pernikahan. "Terus terang semua nya berat, saya masih trauma memulai hubungan baru" Gumam Theo.

"Setelah kamu resmi menikah, kami akan berangkat ke Swiss" ucap seorang wanita dari belakangan Theo, Theo tidak berbalik dia mengenali suara itu. "kenapa? Kalian ingin menatap disana?" Tanya Theo.

"Iya, Kami akan menetap disana, sebenranya sudah sejak lama kami merencanakan hal ini, tapi kami menunggu kamu untuk menikah lagi, Dan yang akan tinggal disini kamu, dan ponakan-ponakan mu yang telah dewasa, seperti Reygan dan yang lain, kami menitipkan nya ke kamu"

"Kenapa harus Saya yang menjaga mereka semua?" tanya Theo.

"Kamu tidak sendiri, Gita tidak akan berangkat ke Swiss, Dia akan tetap disini untuk kerjaan nya juga"

"mbak Gita?"

"iya"

~~~~~~~~

Grace menatap pantulan dirinya di cermin, Wajahnya sudah cantik dengan riasan khas pengantin. Ini beneran? gue nikah sama Om Theo?* Batin Grace.

"Ayo keluar, semuanya sudah menunggu mu" ajak Anggi menarik putrinya untuk berdiri.

Grace dan ibunya berjalan keluar menuju ke sebuah Taman yang tak jauh dari tempat tadi, Grace melihat Theo dari kejauhan sudah berdiri tegak menunggu kehadiran nya.

Apa gue bisa?* Batin Grace. Grace menarik dua kurva membentuk sebuah senyuman manis di wajahnya.

Theo hanya diam menatap Perempuan di hadapannya itu. Cantik sekali* Batin Theo.

dari kejauhan terlihat Tami sedang menatap sinis kearah dua insan yang baru saja menjadi pasangan suami istri. "Bisa-bisa nya dia nikah sama Theo!" Gumam Tami kesal.

"bisa-bisanya Grace mau sama Om Theo, apa karena uang?" Gumam Reygan yang berdiri tak jauh dari Tami. Tami mendengar suara itu lalu menghampiri Reygan. "hai.." Sapa Tami. Reyhan menoleh dan mendapati Tami di sampingnya. "Hai juga tant" Sapa balik Reygan canggung.

Tami membelalakkan mata lalu memukul Reygan. "saya tidak setua itu untuk di panggil Tante!" Ucap Tami. "terus manggil apa?" Tanya Reygan.

"Nama saya Tami, kamu bisa memangil saya Tami"

"Gak sopan tant, eh maksudnya mbak, panggil mbak aja gimana?" Tanya Reygan, Tami menganguk setuju lalu memulai pembicaraan.

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang