35 terungkap

343 5 0
                                        

"THEO!!" Grace terbangun kaget dengan air mata dan keringat yang bercucuran, Ia menatap ke sekeliling  ternyata sudah ada Anggi dan Evi yang menunggu.

"Mama, Kak?!" Grace menatap wajah kedua wanita itu dengan wajah panik.

"tenang sayang" ucap Anggi, tampak dari raut wajah wanita itu tampak sendu, seperti habis manangis.

"cuma mimpikan?" Tanya Grace Kediri sendiri lalu menenangkan dirinya.

Anggi memeluk Grace dari samping lalu. Ia mengusap bahu anaknya itu seolah menyalurkan sebuah energi. "Ma, Grace mimpi suami Grace tinggalin Grace ma" Ucap Grace, ia menarik nafas panjang lalu mencoba mengontrol deru nafasnya yang berantakan.

"Sayang..." lirih Anggi lalu memeluk erat anaknya.

"Kenapa ma? Kak? ada apa?" Tanya Grace ke Anggi dan Evi yang hanya diam sambil meneteskan air mata.

"Grace...." Panggil Evi. Grace menoleh kearah wanita itu dengan raut wajah yang sendu. Anggi menahan menantunya itu agar tidak berbicara.

"Biar mama aja" ucap Anggi, Evi menangguk lalu membiarkan Ibu mertuanya itu berbicara.

"Kenapa ma?" Tanya Grace.

"Sabar ya sayang"

"Kenapa sih ma? udah lah, Aku mau jagain suami aku aja, Tadi aku mimpi dia kenapa-kenapa" ucap Grace lalu segera menurunkan kakinya dari atas brankar. "tadi aku pingsan karena kecapean yah?" Tanya Grace sambil turun dari brankar.

Dengan langkah kecil, ia berjalan menuju pintu. Anggi dan Evi memberikan Grace untuk keluar dengan sendirinya.

Ceklek.

Grace langsung menoleh kearah depan dimana ternyata ruangan yang tadi berdekatan dengan ruangan rawat Theo, Ia melihat beberapa keluarga Adhikara ada disana dan tampak saling berpelukan, seolah sedang menguatkan satu sama lain.

"Apa apa ini?" Tanya Grace membuat para kerumunan yang disana terdiam dan menatap kearah Grace.

Grace yang tetiba di tatap dengan mereka semua Sempat terdiam lalu kembali berjalan untuk melihat Theo dari kaca ruangan.

deg.

"Mana suami aku?" Tanya Grace lalu berbalik menatap keluarga Adhikara yang juga menatapnya.

Gita yang sedari tadi ada disana mendekati Adik iparnya, Grace melihat Mata dari wanita itu tampak memerah. "mba... Suami aku udah sehat ya? kok ruangan kosong, apa udah di pindahin ke ruangan lain?" Tanya Grace.

Saudari Theo yang lain ikut mendekat. "iya, Theo sudah Sehat" jawab nya dengan suara yang penuh kesedihan, di ikuti dengan air mata yang terus bercucuran.

"tapi kok kalian tampak sedih? Tapi syukurlah, Berarti tadi aku emang mimpi, Aku mimpi dia ninggalin kita semua mba" ucap Grace lalu tersenyum tipis.

"Grace..." Panggil Gita kembali menangis, Keluarga adhikara yang lain pun juga ikut menangis, membuat Grace semakin bingung.

"Kalian kenapa sih! Katanya udah sehat! kenapa pada nangis!" Sentak Grace mulai kesal.

"Theo emang udah sehat, Tapi-"

"tapi apa mba?"

"Tadi yang kamu maksud itu bukan mimpi Grace"

deg.

"Gak gak, Apaan sih mba, gak usah bercanda deh, Udahlah aku mau nemuin dia, sekarang dia diruangan mana?" Grace mengelengkan kepala nya, Tidak semua itu Hanya lelucon.

Grace berjalan menghampiri seorang suster yang lewat di sana. "Sus!!" Grace berteriak dan mendekati sang suster.

"Sus, Ruangan suami saya mana?" Tanya Grace, Sang suster tampak kebingungan dengan pertanyaan Grace.

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang