"cup cup" Perlahan Grace meletakkan baby kara yang sudah tertidur di kasur, setelah memastikan semuanya aman ia segera ke meja rias dan menatap pantulan dirinya. Ia melihat wajahnya yang sangat-sangat tidak baik, Kantong matanya menghitam karena dari kemarin ia kebanyakan menangis.
"Malam pertama tanpa kamu sayang" Ucap Grace saat melihat figura di meja riasnya berisi foto nya bersama Theo. ia kembali menatap dirinya di cermin sambil kembali meneteskan air mata saat memori otaknya mengingat seseorang yang telah tiada.
ia menarik nafas panjang sambil membersihkan jejak-jejak air matanya. ia menatap kara dari pantulan cermin yang tertidur di kasurnya. Setelah mengatur emosinya, ia beranjak dari sana dan tiduran di samping Kara.
kedua sudut bibirnya terangkat saat mengelus pipi kara, sekilas bayi itu banyak miripnya dengan Theo. "Theo junior bobo nyenyak ya sayang, doain Daddy ya" ucap Grace lalu mencium pipi kara dan mulai menutup mata di samping bayi nya.
_______
Perlahan sinar mentari pagi masuk ke dalam kamar melalui sela-sela jendela dan menusuk mata yang sedang tertutup, membuat pemilik nya terbangun dari tidur nyenyaknya.
Grace menatap ke sekeliling, ia menatap jam dinding yang telah menunjukkan pukul tujuh pagi. Grace segera bangun dan tangan nya menyentuh kara yang ternyata sudah bangun, bayi tampak tenang tidak bersuara sedikit pun.
Grace tersenyum kecil saat melihat kara sama sekali tidak rewel. Ia tidur nyenyak malam itu, karena sedari kemarin ia sangat-sangat kekurangan jam tidur dan istirahat yang cukup. "Tunggu sini ya sayang, mami mau cuci muka dulu" ucap nya lalu segera beranjak dari sana, menuju kamar mandi untuk mencuci muka, tak berdiam disana ia segera keluar untuk ke kara.
"ganti baju dulu sayang, dari kemarin kamu gak pernah ganti baju...." ucap Grace lalu segera mengantikan baju kara, baju bayi itu masih sangat-sangat sedikit, itupun pemberian Gita, ia belum sempat membeli peralatan bayi, semuanya serba mendadak, persiapan pun belum ada sama sekali, jadinya kara memakai seadanya saja.
"Nanti kita belanja keperluan kara ya" ucap Grace. Ia segera mengendong kara untuk memberi bayi itu Asi. Setelah selesai ia keluar dari sana, menuju lantai dasar untuk sarapan, Dari kemarin perutnya juga tidak pernah terisi makanan
Ting.
Grace segera berjalan keluar lift menuju ke meja makan, disana sudah ada beberapa keluarga adhikara. semuanya menyambut Grace dengan senyuman, Grace membalas senyuman mereka dengan manis.
"Kamu makan aja dulu, sini biar saya yang menjaga Kara" Ucap seorang wanita, Grace mengangguk kecil dan memberikan kara ke iparnya.
Grace segera memakan makanan nya, baru beberapa suap makanan, tanpa kontrol darinya air mata nya turun dengan sendiri. Orang-orang yang ada di sana hanya menatap Grace dengan tatapan iba.
Grace segera menghapus jejak air matanya, ia berusaha menyembunyikan semuanya, tapi mustahil. munafik baginya jika ia mengatakan baik-baik saja. "Makan lah, Jangan terlalu berlarut dalam kesedihan, saya tahu semuanya berat bagi mu, tapi hidup terus berjalan kamu harus kuat menjalaninya" ucap seorang wanita paruh baya.
Grace menarik nafas panjang sambil terus menguyah makanan nya. "Reygan.." Panggil Gita ke Reygan yang sedari tadi ada disana bersama dengan sepupunya. Seli.
"iya tant"
"Gimana dengan kasus ini?"
"belum dapat info sih tant, tapi kata polisi keluarga diminta buat datang nanti"
"Yasudah, biar saya yang nanti pergi ke sana, kamu temani Tante ya"
"iya tant"
Grace hanya menyimak obrolan itu sambil terus memakan makanan nya, setelah selesai ia segera menenggak minuman nya dan pergi dari sana. "Permisi" ucap Grace dan segera pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Ceo Husband
RomantikSiapa yang menyangka, gadis berusia 20tahun menikah dengan seorang Ceo yang usia terpantau sangat jauh dengan gadis yang dinikahinya, 30tahun. Dan juga seorang duda. Xaviera Graceva Axyra atau biasa di panggil Grace, Menikah dengan seorang duda kaya...
