16 Pasar malam

500 5 0
                                        

Jam menunjukkan pukul 17.17 Grace duduk di kasur sambil memainkan handphonenya. Sedangkan Theo, Pria itu tiduran di kasur tepat di samping Grace.

"kamu tidak bosan? setiap hari seperti ini terus?" Tanya Theo, tanpa menoleh ke Theo Grace menjawab. "Terus mau ngapain?" Tanya Balik Grace.

Theo mengubah posisi nya dan tiduran di paha Grace, Grace sempat kaget tapi setelah itu membiarkan pria itu untuk tetap pada posisinya. Bahkan tangan Grace mengelus lembut Rambut Theo. "Kamu tidak mau jalan-jalan? bersama saya? semenjak menikah kita belum pernah jalan berdua" Ucap Theo. Grace berfikir sejenak sebelum menjawab.

"bener juga sih om, tapi mau jalan kemana?"

"ya... kemana saja, kita habis kan waktu berdua" Grace tertawa lalu memukul kepala kepala Theo dengan pelan.

"udah kaya pasutri beneran aja om, hahaha ngabisin waktu berdua" ucap Grace, Theo mengurutkan keningnya. "kamu pikir? Kita tidak sah? hey... ijab kobul kemarin itu sah!"

"gue tau kocak! maksud gue bukan itu"

"lalu? maksud mu?"

"Udah deh, gak tau" Grace mengakhiri topik percakapan mereka tadi. "Yaudah deh terserah mau jalan kemana aja" lanjut Grace mengalihkan topik.

"Saya suka nya blak-blakan! kamu tidak perlu bilang terserah! banyak orang yang bilang jika seorang perempuan berkata terserah, itu artinya ingin menghargai pasangan nya dengan menyesuaikan dengan budget pasangan nya" ucap Theo.

"Saya punya banyak harta! kamu bisa lakukan apa yang kamu mau dan apa yang kamu inginkan, katakan saja, maka saya akan mengabulkan nya" lanjut Theo, Grace memainkan telunjuk nya di kepala Theo sebelum menjawab.

"Hahaha, maksud Lo apa ni?" Tanya Grace.

"Kuras harta saya, Manis." jawab Theo sambil membelai rambut Grace. "semua?" Tanya Grace. Theo bangun dan menatap Grace dalam-dalam. "Se mu a nya" Bisik Theo.

"Kurang beruntung apa gue! punya lo om, yang seroyal ini" Ucap Grace, Theo tersenyum tipis lalu mencium seseorang dihadapan nya.

Cup.

Grace hanya menatap pria yang menciumnya tadi itu. "Jadi jalan-jalan gak?" Tanya Grace.

"jadi, Mau kemana?"

"kemana aja"

"Sebutkan tempat nya!" Tekan Theo tepat di hadapan Grace.

"Pasar malam" Jawab Grace lalu mendorong Theo untuk menjauh. "bisa gak sih om, kalo mau bicara tuh jangan dekat-dekat, tertekan gue!" Omel Grace.

"Ok, pasar malam, tidak masalah Segera siap-siap"

_____

Grace dan Theo sekarang sedang berada di pasar malam. Keduanya dari tadi hanya berkeliling dan melihat-lihat apa yang di jual disana. "Om.." panggil Grace menarik ujung baju Theo.

Theo berbalik dan bertanya. "Apa?"

"Beli itu yukk" Tunjuk Grace ke penjual Seblak. Theo menoleh kearah yang ditunjuk Grace lalu menggeleng. "Tidak, itu pedas, Kamu punya riwayat maag"

"yaudah deh om itu.." Grace menunjuk kearah penjual Bakso mercon.

"Sama saja Ace.." Grace menyeringit saat Theo memanggilnya dengan sebutan 'Ace' "Ace?" Tanya Grace.

"Grace, Saya singkat Ace, Tidak masalah kan?"

"terserah Lo deh om, yaudah om yang itu" Grace kembali menujuk kearah penjual Korean Food. "Kamu pikir saya bodoh? Itu pedas"

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang