Tok....tok.....tok
Grace yang sedang bermain bersama kara di kasur teralihkan saat pintu kamarnya di ketuk. "bentar ya sayang" ucap Grace dan segera membuka pintu kamar.
Ceklek.
"Pagi.." Sapa Gita, Grace menanggapinya dengan senyuman.
"Ada apa mba?" Tanya Grace.
"Hari ini hari persidangan untuk para pelaku, kamu harus hadir" jawab Gita, Grace berfikir sejenak sebelum menjawab. "aku gak bisa mba" jawab Grace.
"kenapa?"
"mba bisa ngerti kan?" tanya balik Grace sambil tersenyum kecil.
"Saya tahu, tapi kamu harus datang, bisa kan?" Grace berfikir lagi, datang kesana? itu hanya akan membuatnya sakit hati.
Uwaaaa....
Lamuan Grace pecah saat kara menangis histeris, ia segera berbalik dan mengendong kara yang sedang histeris.
"Saya harap kamu bisa mempertimbangkan nya lagi" ucap Gita sebelum pergi dari sana.
____________
Setelah mempertimbangkan banyak hal Grace memilih untuk ikut dalam persidangan, tentunya dengan di dampingi oleh keluarga.
saat memasuki ruang persidangan tangisnya langsung pecah sambil terus mendorong Stoller kara. Ia melihat Tami yang duduk di kursi yang telah di sediakan, tampak dari wajah perempuan itu tidak ada rasa penyesalan sama sekali, bahkan saat beradu tatap dengan Grace ia malah tertawa puas.
sepanjang persidangan pun Grace hanya diam dan berbicara saat di minta saja, dari terdakwa pun langsung berbicara jujur dan mengakui semuanya, itu membuat Grace semakin menangis.
"Sebenarnya saya juga akan membunuh bayi ini , tapi gagal yang mulia" ucap tami, mendengar itu Grace melirik kearah tami yang juga melirik kearah nya.
"maksud nya?" Tanya Grace.
"selesai bunuh suami Lo, Vian juga mau bunuh anak Lo juga tapi gagal karena didalam sana ada dokter" jawab Tami.
Grace menatap dengan tatapan jijik kearah saudara perempuan nya itu, sungguh hati perempuan itu sama sekali tidak ada. "Lo jahat!" umpat Grace, Tami hanya menanggapinya dengan ekspresi wajah cuek.
Grace menundukkan kepalanya tak sanggup dengan semua ini, dadanya kembali naik turun menahan sesak yang menyelimuti dadanya. "Argh!" Grace mencoba memukul dadanya yang sangat sesak, Gita mencoba mendekati Grace setelah mendapat izin.
"kamu baik-baik saja kan?" Tanya Gita, Grace tidak merespon ia hanya menunduk sambil sesekali melirik kara yang berada di sampingnya.
"mba ambil kara mba" ucap Grace, Gita segera mengambil keponakan nya itu untuk menjauh.
"Argh!!" Grace mendongakkan kepala nya dan langsung menyerang Tami yang duduk tak jauh dari tempatnya duduk tadi.
"Jahat Lo kak!"
plak.
Beberapa orang yang ada di sana langsung memisahkan Grace dari Tami. "Lo manusia terjahat yang pernah gue temui! Wanita kejam!" Hina Grace yang sudah di pegang beberapa lelaki yang ada di sana.
"Sabar Bu, ini di persidangan tolong tahan amarah ibu" ucap salah satu lelaki yang menahan Grace.
"Diam! Kalian tidak tahu apa yang saya rasa!" bentak Grace dan mencoba menyerah Tami lagi.
Anggi yang ada di sana segera mendekati Grace untuk menenangkan putrinya itu. Tami yang sedari tadi terduduk di lantai segera bangkit dengan sendirinya dan menatap Grace yang sedang di puncak amarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Ceo Husband
RomanceSiapa yang menyangka, gadis berusia 20tahun menikah dengan seorang Ceo yang usia terpantau sangat jauh dengan gadis yang dinikahinya, 30tahun. Dan juga seorang duda. Xaviera Graceva Axyra atau biasa di panggil Grace, Menikah dengan seorang duda kaya...
