13 Otak kotor

664 6 0
                                        

"tidak" jawab Theo. "tapi saya mabuk karena kamu"

Deg.

"Apaan sih om! lepasin!"

"Saya akan melepaskan pelukan saya, tapi saya tidak akan melepaskan kamu pergi" ucap Theo membuat Grace bingung.

"maksud nya?"

"Jangan tinggalkan saya"

"hah?!"

"tidak ada" Theo melepaskan pelukan nya tapi Grace masih belum meninggalkan pangkuan Theo. "maksud Lo apa om?"

"Tidak ada" Theo menatap Grace di cermin. Grace mencoba Memahami kalimat Theo tadi.

"Kenapa tidak berdiri? kamu membuat junior saya bangun" Grace membelalakan mata saat merasakan ada sesuatu yang menegang yang sedang ia duduki. Grace segera bangun dan bergidik ngeri melihat Theo.

"Tanggung jawab, Kamu membuat nya bangun" ucap Theo, Grace Berjalan mundur menjauhi Theo. "apasih om! Lo juga yang salah, siapa suruh pangku gue!" ucap Grace berjalan mundur.

"Katanya gak nafsu sama tubuh gue, tapi kenapa adik Lo bangun?" Tanya Grace sambil terus berjalan mundur untuk kearah Pintu keluar. saat sudah di pintu, Garce langsung memutar gagang pintu nya tapi sial terkunci, kenapa bisa terkunci? Padahal kan dia yang terakhir masuk. Kesialan perpihak pada Grace malam itu! ia lupa tadi memang menguncinya dan sekaranf kuncinya ada di meja rias, tepat sekarang di tangan Theo.

Grace panik saat melihat Theo berjalan kearah nya. "Om jangan! gue gak mau!"

"Hah?!"

"Gak mau om!"

"Kamu kenapa?"

"punya Lo panjangnya dua puluh centi" Theo berhenti saat mendengar perkataan Grace. "Apa yang dua puluh centi?" Theo melanjutkan langkah nya ke mendekati Grace.

"om jangan ngedeket om!!"

"ini" Theo memberikan kunci pintu kamar ke Grace. "dasar otak kotor! tadi itu tangan saya!" hina Theo lalu berjalan ke arah sofa untuk beristirahat.

Grace langsung keluar dan menuju balkon. di balkon Grace terus menggerututi dirinya sendiri, Ayolah harga dirinya seolah jatuh tadi di depan Theo.

"bangsat banget sih Lo Grace!!" Gerutu Grace pada dirinya sendiri. "bisa-bisanya gue kepikiran argh!!"

Grace mengigit kukunya, ayolah sekarang dia harus apa? dia sangat malu untuk kembali ke kamar. jangankan untuk melihat wajah Theo, mengingat wajah nya saja membuat Grace malu.
"gak bisa! gue gak bisa ketemu dia malam ini, gue harus pergi" Grace bergumam dan segera berjalan ke bawah tanpa mengambil apa-apa lagi di kamar.

sesampai nya di lantai dasar, Grace langsung di serbui pertanyaan oleh orang-orang rumah, dan yang paling tepat. Grace tentu nya di larang untuk keluar pada malam hari.

"Dekat kok mba, cuma mau main ke rumah teman"

"Tidak boleh, kamu boleh kesana tapi harus bersama dengan suami mu"

Grace membuang nafas kesal lalu berbalik berjalan kearah lift, Menekan tombol paling atas untuk menuju ke rooftop. didalam Lift Grace terus menggerutu dirinya sendiri, Memikirkan bagaimana cara nya ia harus kabur dari rumah ini. tapi percuma memikirkan hal itu, tetap saja dia tidak bisa keluar dari sana.

Ting.

Pintu lift terbuka, Grace segera keluar dan membuka pintu untuk menuju rooftop. itu pertama kalinya ia kesana, Di atas sana terlihat sangat indah, semuanya dihias dan dengan rumah se luas itu tentu rooftopnya juga luas, Di atas sana lah tempat para keluarga berkumpul jika bosan.

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang