Sore harinya mereka benar-benar telah pulang, tapi kara belum bisa di bawa karena kondisi bayi itu belum benar-benar stabil. Awalnya Grace ingin tinggal dirumah sakit saja menunggu anaknya itu hingga bisa pulang, tapi di bujuk oleh Theo agar bisa beristirahat dirumah saja.
setelah sampai di kamar, Grace membuka cardigan nya dan baju kaos nya, ia merasa kegerahan karena AC di kamar itu sedang dalam kondisi mati.
Grace membaringkan tubuhnya di kasur dan melihat Theo sedang berganti pakaian. Setelah selesai Theo berbalik dan melihat Grace merentangkan tangan nya. mengerti dengan maksud Grace ia segera memeluk pemrepuan nya itu.
"om gue benar-benar bersyukur banget Lo masih ada disini" ucap Grace menatap wajah Theo yang berada tepat di depan wajahnya.
"Iya sayang, saya akan tetap disini bersamamu" ucap Theo.
tok...tok..tok...
Pasangan itu tidak sadar ada yang mengetuk pintu kamar mereka, mereka tetap sibuk pada obrolan mereka.
tok...tok...tok
Sementara orang-orang di luar sana menatap bingung pintu di hadapan mereka yang tak kunjung terbuka. "Mereka ada di dalam kan?" tanya seorang pria ke Gita yang sedari tadi mengetuk pintu.
"Iya, saya sendiri yang membantu mereka tadi"
"Coba buka sedikit lalu bersuara" Gita mulai memutar gagang pintu itu dan membukanya sedikit. "kalian ada di dalam?" tanya Gita, pasangan yang masih sibuk mengobrol di kasur itu pun masih belum menyadari kehadiran orang-orang diluar itu yang hanya ingin melihat kondisi mereka berdua saja.
"buka saja, takut nya mereka kenapa-kenapa"
"baiklah"
ceklek.
"Astaga Theo! kalian baru sembuh!" suara itu berhasil menyadarkan mereka, Grace reflek mengangkat kepalanya yang dimana wajah Theo masih ada di depannya membuat kening mereka terbentur. "Awsh!!" ringsi mereka berdua.
"pasti sakit" orang-orang diluar itu ikut meringis melihat mereka berdua.
Theo segera menarik selimut untuk menutupi tubuh Grace yang hanya menggunakan baju dalamnya saja, lalu setelah itu berdiri. "apa-apaan ini, mengapa kalian membuka pintu kamar saya begitu saja?!" Ucap Theo tak terima.
"kami sudah mengetok beberapa kali, bahkan saya sudah menyahut sebelum membuka pintu lebar-lebar tapi kalian tidak mendengar itu" ucap Gita menjelaskan.
"lain kali tolong hargai waktu saya bersama istri saya"
"kami tahu, kami membuka pintu karena takut terjadi apa-apa pada kalian karena kalian baru saja sembuh dari kecelakaan, tau nya kalian lagi apa-apa"
"sudahlah, Kalian kesini buat apa?"
"Kami hanya ingin mengetahui kondisi kalian saja"
"lihat lah kami baik-baik saja, silahkan pergi" setelah mengatakan hal tadi, Theo kembali menutup pintu dan menguncinya.
Theo berbalik dan melihat Grace sedang terkekeh di kasur. "kenapa?" tanya Theo.
"gapapa, lucu aja serasa kepergok warga" jawab Grace.
Theo hanya tertawa kecil dan ikut merebahkan tubuhnya di samping perempuan nya.
"Istirahat dulu, agar besok kita bisa ke rumah sakit melihat kara" ucap Theo, Grace mengangguk dan segera menutup matanya.
__________________
Jam menunjukkan pukul tujuh malam, Theo terbangun dari tidurnya karena perutnya keroncongan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Ceo Husband
RomansaSiapa yang menyangka, gadis berusia 20tahun menikah dengan seorang Ceo yang usia terpantau sangat jauh dengan gadis yang dinikahinya, 30tahun. Dan juga seorang duda. Xaviera Graceva Axyra atau biasa di panggil Grace, Menikah dengan seorang duda kaya...
