Mm..ma..
Grace membuka matanya saat mendengar suara kecil yang terdengar seperti bayi yang sedang bergumam. ia mengucek-ngucek matanya dan membangunkan suaminya yang tertidur di sampingnya, semalaman mereka ketiduran di sofa.
Grace segera bangkit dan menghampiri kara, matanya langsung terbelalak saya melihat anaknya itu mulai bergerak dan mengeluarkan suara. "Kara.." ia segera memencet sebuah tombol untuk memanggil dokter, tak lama dokter pun datang dan ikut kaget saat melihat bayi yang selama ini ia tangani sudah mulai aktif.
"Dok, kara mulai bersuara dok" ucap Grace excited lalu tersenyum saat baby nya itu tersenyum dan mengeluarkan suara kecil.
sang dokter langsung memeriksa keadaan kara, setelahnya sang dokter tersenyum. "Saya tidak menyangka, kondisi baby kara bisa berubah sedartis ini." ucap sang dokter.
Theo yang sedari tadi berusaha mengumpulkan nyawa segera menghampiri istrinya yang sedang bahagia melihat buah hati mereka yang mulai aktif. "Kara sudah lebih dari baik, saya benar-benar tidak menyangka bisa secepat itu perubahan nya" lanjut sang dokter.
"lalu kapan bayi saya bisa di pulangkan dok?" tanya Grace sudah tak sabar membawa bayinya itu pulang ke rumah.
"Saya akan terus pantau perkembangan nya, jika memang benar-benar sudah stabil sepenuhnya kara sudah boleh di bawah pulang nanti sore" jawab sang dokter membuat Grace semakin bahagia.
"sebentar yah" sang dokter lalu membuka kaca inkubator dan memindahkan kara ke tempat tidur bayi pada umumnya. setelah di keluarkan bayi itu semakin aktif, bahkan tangan dan kakinya menendang-nendang.
"Aaa karaa" Tanpa sadar Grace mengeluarkan air mata kebahagian melihat anaknya itu.
"Jika kondisi kara terus seperti ini nanti pun sudah bisa di pulangakan, tapi jika seandainya sudah di pulangkan dan kara tidak seaktif ini, tolong di bawah ke rumah sakit lagi yah" pesan sang dokter sambil melepas beberapa alat medis yang menempel pada tubuh mungil kara.
Grace mengerakkan tanganya untuk memegang tangan mungil kara, tapi ditengah jalan berhenti dan menoleh ke sang dokter yang masih disana. "boleh saya pegang kan dok?" tanya Grace, sang dokter hanya tertawa kecil lalu mengangguk.
"boleh, jika mau di gendong pun juga boleh" grace segera memegang tangan mungil kara. seolah merasakan sentuhan sang ibu, bayi itu tersenyum manis lalu mengeluarkan suara tertawanya.
Grace semakin menangis bahagia melihat kara. "saya permisi dulu yah" pamit sang dokter lalu segera pergi dari sana.
"Kara..." lirih Grace sambil bertumpuh pada ranjang kecil kara.
"kara..... ya tuhan nak, akhirnya kamu-" Grace menggantung kalimatnya tak sanggup untuk melanjutkan. ia terlalu bahagia melihat kara sudah jauh lebih baik daripada kemarin.
ia melepaskan genggaman tangan nya di kara lalu berbalik memeluk suaminya. Theo mengelus lembut rambut Grace sambil terus berucap syukur.
"anak kita sayang.." lirih Grace di pelukan Theo sambil terus melihat kara.
"iya, syukurlah. Tuhan mengabulkan doa kita sayang" jawab Theo.
______________
"Tapi ma..."
"Cukup zerin! mama gak habis pikir sama kamu!"
"ma... tolong dengerin penjelasan Vian dulu ma"
"Cukup zerin cukup! mama ga bisa terima semua ini! mama ga bisa terima kamu di perlakukan seperti ini nak!"
"Mama pliss Vian ngelakuin itu karena kepaksa-"
plak.
"Apapun alasan nya, mama tidak peduli! dia tetap pria bejat di mata mama" setelah menampar dan mengatakan hal tadi ke anaknya, ibu zerin segera pergi dari sana. Wanita itu tampak sudah muak dengan penuturan zerin yang tak ada habisnya membela Vian.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Ceo Husband
RomanceSiapa yang menyangka, gadis berusia 20tahun menikah dengan seorang Ceo yang usia terpantau sangat jauh dengan gadis yang dinikahinya, 30tahun. Dan juga seorang duda. Xaviera Graceva Axyra atau biasa di panggil Grace, Menikah dengan seorang duda kaya...
