setelah selesai makan, Grace dan Theo kembali ke kamar, Theo tiduran di kasur sementara Grace melakukan ritual setiap malam nya. perawatan wajah adalah hal yang wajib.
Grace melihat Theo dari pantulan cermin, Theo tampak lucu saat memainkan jari-jemarinya. Grace segera berbalik dan menghampiri Theo, dan ikut tiduran disebelah pria itu. theo terbengong sebentar saat melihat gadis itu tiduran di sebelah nya. "pinjam jari nya om" Ucap Grace lalu menarik lengan Theo, memainkan jari-jemari kekar itu. "kok besar banget om jari om?" Tanya Grace sambil membandingkan tangan nya dengan tangan Theo.
Theo kebingungan dengan tingkah gadis di samping nya itu, Gadis itu tidak kesurupan anak kecil kan? kenapa tingkahnya sekarang seperti anak kecil?
Grace beralih dari jari jemari Theo ke pergelangan tangan Theo, dan seterusnya hingga lengan atas Theo. "Kok gini sih om? punya gue kok kecil? gak sebanding om sama tangan Om, jadi takut om, lo kalo ngebanting gue gimana ya?" Tanya Grace saat setelah menelusuri lengan Theo.
Theo bangun dari tiduran nya di susul oleh Grace. "mau coba saya banting?" Tanya Theo dan segera melingkarkan lengan nya di perut mungil Grace. "Om jangan om!" Grace langsung panik saat Theo melingkarkan lengan nya di perut mungil nya.
Theo menarik Grace kedekapan nya. "om jangan! gila Lo ya mau ngebanting gue!"
"Ringan juga ya kamu" ucap Theo dan dengan entengnya mengangkat Grace menggunakan satu lingkaran lengan di perut Grace.
Brug.
Theo benar-bener membanting Grace tapi dengan pelan kearah kasur. "Aww" Ringis Grace. Grace menarik kaos yang dikenakan Theo hingga terjatuh tepat di atasnya.
Ceklek.
"Argh!! maaf om ganggu waktunya" Seli berteriak saat membuka pintu kamar Theo tanpa permisi.
Grace dan Theo segera bangkit, dan menatap Seli yang berdiri di depan pintu dengan tangan nya menutupi wajahnya. "Kurang ajar kamu! Kalau mau masuk ketuk pintu dulu! Mau apa kamu kesini!!" Bentak Theo ke Seli. "maaf om" ucap Seli sambil melepaskan kedua tangan nya dari wajahnya.
"Kamu benar-benar tidak tahu sopan santun! sudah berapa kali di beritahu! ketuk pintu sebelum masuk!" Bentak Theo, Seli hanya menunduk tak berani menatap om nya itu. "Mau apa kamu kesini!?!"
"anu om mau ambil-"
"nih" Grace menyerahkan paper bag berwarna putih ke Seli. "makasih tant"
"sudah?" Seli mengangguk.
"Keluar" suruh Theo, Seli mundur beberapa langkah dan pintu kamar di hadapannya pun tertutup rapat. Seli mendengar bahwa pintu itu di kunci dari dalam. "Kenapa di kunci om?!!" teriak Seli tapi percuma sekali lagi, kamar Theo kedap suara.
sementara di dalam sana Grace sudah kembali normal seperti biasanya, Bahkan gadis itu menyuruh Theo untuk tidur di sofa seperti sedia kala.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
keesokan paginya Grace pagi-pagi turun ke bawah hanya untuk bermain di kolam renang. Grace hanya duduk di tepi kolam, karena gadis itu tidak dapat berenang. "Pagi-pagi udah disini aja" ucap Seli yang baru datang. Melihat seli disana grace menjadi agak canggung soal semalam.
"Kenapa Grace? hahaha tenang aja soal sema-"
"diem!" Potong Grace, Seli tertawa kecil lalu setelah itu tidak membahas hal itu lagi. "Tumben kesini? kenapa?" Tanya Seli, Grace menggeleng.
"Om Theo mana?"
"Masih tidur tadi, gak tahu sekarang dimana" jawab Grace.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Ceo Husband
RomanceSiapa yang menyangka, gadis berusia 20tahun menikah dengan seorang Ceo yang usia terpantau sangat jauh dengan gadis yang dinikahinya, 30tahun. Dan juga seorang duda. Xaviera Graceva Axyra atau biasa di panggil Grace, Menikah dengan seorang duda kaya...
