09 Donatur Grace

660 13 0
                                        

"Hari ini kamu tidak perlu masuk kantor, saya mendapatkan undangan dari rekan bisnis saya yang hari ini akan melaksanakan pernikahan" ucap Theo ke Grace yang sedang sibuk berdandan di meja rias, Grace menatap Theo dari pantulan cermin dengan tanganya masih sibuk memakai maskara.

"terus? hubungan nya sama gue apa?" tanya Grace. "Yah kamu harus ikut, masa saya kesana sendiri" Jawab Theo, Grace hanya ber-oh-ria lalu mengangguk.

"Ingat yah! kamu harus menjaga sopan santun disana nantinya!" peringat Theo, Grace mengangguk-anggukan kepalanya seraya melanjutkan make-up nya."ingat satu hal lagi, jangan memanggil saya om di sana nantinya" Ucap Theo membuat Grace tertawa didepan cermin.

"emang kenapa om? kan lucu gitu kalo gue bilang om" tanya Grace seraya tertawa.

"Kamu tidak perlu di beritahu alasannya, kamu sudah dewasa, kamu tentu tahu alasannya"

Grace yang telah selesai berbalik menatap Theo. "Kalo gue gak mau gimana?"

"Harus mau atau-"

"atau apa? ingat yah om, selain donatur dilarang mengatur" potong Grace, Mendengar itu Theo mengeluarkan dompetnya. "wihh tebal banget om dompetnya" puji Grace.

Theo mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dan memberikan nya ke Grace. "sekarang saya boleh mengatur mu!" ucap Theo dengan ekspresi datar.

"Unlimited gak nih om isinya?" Tanya Grace dengan niat hati bercanda.

"Yes, Sure."

Grace yang awalnya cuma bercanda dibuat kaget dengan jawaban Theo. "emang ada ya? kartu kredit unlimited?" Tanya Grace sambil menatap kartu yang sedang ia pegang.

"Ada, buktinya sedang kamu pegang, pakai saja sepuasmu, asal saya bisa mengatur mu"

"oke, donatur boleh mengatur"

bodoh banget sih om, tanpa Lo suruh gue juga gak bakal manggil lo om di depan banyak orang* Batin Grace.

~~~~~~~~~~~~

Seperti yang dibilang Theo tadi, mereka akan menghadiri pernikahan rekan bisnis Theo. Grace yang bosan memilih memainkan handphone nya. "Om ini kapan mulai sih acaranya?" Bisik Grace.  "Saya juga tidak tahu, sudah tunggu saja" balas Theo.

"Selamat datang pak Theo" sapa seorang pria yang datang menghampiri Theo. Theo dan Grace langsung berdiri dan berjabat tangan dengan pria itu.

"Selamat atas pernikahan nya pak Gilang" Ucap Theo, pria bernama Gilang itu tersenyum karir lalu mengangguk.

"Terima kasih pak Theo, dan maaf kemarin saya tidak sempat hadir di pernikahan pak Theo, seperti biasa pak, lagi banyak masalah"

"Santai saja pak, saya mengerti"

"Ini istri pak Theo?" Tanya Gilang saat melihat Grace berdiri di samping Theo.

"Iya, kenalkan Grace" Grace mengulang salaman nya dengan calon mempelai pria itu.

"Tampak muda ya pak, Lebih cantik dari yang lalu" ucap Gilang sebari tertawa kecil, Theo hanya merespon dengan tawa kecil juga.

Emang gue masih muda anjirt!* Batin Grace.

"Tapi dia memang masih muda pak" Ucap Theo ke Gilang.

"Oh ya? pintar juga pak Theo memikat anak muda" Canda Gilang sebelum pamit ke Theo dan Grace untuk menyapa tamu yang lain. Setelah calon mempelai itu pergi Theo dan Grace kembali duduk.

"Emang gue setua itu ya? dipikiran mereka?" gumam Grace yang di dengar oleh Theo.

"Apa kabar pak Theo" sapa seorang pria yang datang menghampiri Theo bersama seorang wanita.

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang