36 Korban lain

301 7 0
                                        

Setelah selesai dengan urusan di rumah sakit, seluruh keluarga Adhikara sekarang telah berkumpul di mansion Adhikara, Tangis kesedihan sedari tadi menyelimuti bangunan megah itu.

Beribu air mata telah jatuh dari banyak nya orang, Rekan kerja keluarga adhikara pun juga turut ikut hadir mengucapkan belasungkawa ke keluarga Adhikara, terutama Grace yang sedari tadi duduk terdiam di samping tubuh kaku suaminya, sambil menggendong Baby kara yang sedari tadi juga ikut diam.

Sudah banyak orang yang sudah mencoba mengajak berkomunikasi dengan Grace, tapi perempuan itu tetap diam tak merespon apa-apa, saat ini diam adalah cara nya menunjukkan kesedihan nya ke orang lain. Bahkan air matanya pun sudah tak sanggup turun lagi, Ia sudah tak tahu harus merespon seperti apa kejadian ini semua.

Saat hendak di masukkan kedalam peti, Grace sempat menahan beberapa orang yang ada di sana, Ia menatap wajah itu dan mencium nya sekali lalu setelah itu mendekatkan baby kara ke wajah tampan daddy-nya dan membiarkan Baby mungil itu mencium pipi daddy-nya.

Grace mengusap wajah yang tampak seperti orang tertidur itu, ia tersenyum simpul sebelum berucap yang membuat semua orang yang mendengarnya meneteskan air mata.

"Terima kasih telah menjadi pendamping terbaik yang pernah aku temui, terima kasih telah membuktikan bahwa akulah cinta terakhir mu. Jika cinta kita hanya sebentar di dunia ini, maka akan abadi di akhirat kelak. Tunggu aku di surganya Tuhan dan akan ku pastikan kita akan bertemu nantinya, Karna sudah tidak ada lagi tempat untuk lelaki lain di hati ini, Kamu sudah menguasai ruang hati ku, Pintu hati ku sudah tertutup dan kamulah cinta pertama setelah ayahku dan cinta terakhir ku. I love you more, selamat jalan sayang"

cup.

Setelah mencium bibir pucat itu, Grace menjauhkan wajahnya dan membiarkan orang-orang tadi mengangkat suaminya.

_______

Grace menatap papan berwarna putih yang tertancap ditanah yang bertuliskan nama suaminya. "Sesakit ini melihat nama mu tertulis di papan ini? Padahal kemarin aku melihat namamu tertulis di undangan pernikahan kita" Gumam Grace, ia memegang papan itu lalu bertumpu disana, ia memegangi dadanya yang terasa sesak, tak lama Kara yang berada di gendongan nya menangis.

"Sakit nya luar biasa, Mengikhlaskan lebih dari luar biasa"

Anggi menepuk punggung Grace, Perempuan itu tidak berbalik ia tahu itu mamanya. "Sini sayang, kara biar mama yang gendong"

Grace hanya menggeleng dan tetap ingin mengendong anak yang masih terus menangis. "Sakit..." lirih Grace sambil memegangi dadanya yang sangat-sangat sesak, punggung nya naik turun membuat orang-orang yang ada di sana menjadi khawatir.

"Grace ayo pulang" Ajak Gita, Grace lagi-lagi hanya menggeleng.

Ting.

Reygan merogoh saku celananya untuk mengambil handphone nya yang berbunyi. ia melihat layar handphone nya yang ternyata notif dari kepolisian.

Reygan melirik Seli yang berdiri di samping lelaki yang merupakan pacar dari seli. "sel.." panggil Reygan, Seli menoleh sambil memegangi lengan nya yang masih sakit karena kecelakaan kemarin.

"paan?" Reygan menjauh dari sana dan disusul oleh seli.

"Gue dapet info dari kepolisian katanya udah ada yang ketangkap"

"Siapa?"

"Gak tau, gue udah tanyain katanya bukan tami dan bukan sosok cowo itu juga"

"lah terus siapa?"

"yang pasti ada hubungan nya sama kasus ini"

"terus gimana? kita mau kasih tau Grace gitu?" Mereka menoleh kearah Grace yang masih terduduk di tanah.

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang