Theo bangun dari tidur nya karena mendengar suara tangisan seorang perempuan di samping nya. "kamu kenapa?" Tanya Theo memegangi pipi Grace, Grace menghempis tangan Theo, Pria itu terlihat masih setengah sadar, nyawanya kasih belum terkumpul sepenuhnya.
"Bacot!" umpat Grace sambil menutupi tubuhnya menggunakan selimut. "Hah?!" Theo berusaha Mengumpulkan nyawanya, dan mengingat semua nya. "owh" Gumam Theo mengucek-ngucek matanya.
"Terima kasih gadisku yang sudah tidak gadis" ucap Theo tersenyum kearah Grace, Grace membuang muka tidak ingin melihat wajah pria itu.
"mana janji Lo om?" tanya Grace dengan suara gemetar.
"janji?"
Grace mengambil handphone nya yang berada di nakas, Membuka aplikasi perekam suara dan memutar satu rekaman.
"Saya tidak akan menyentuh mu, terus terang saya masih belum siap untuk menikah lagi, saya janji setelah tiga bulan terserah kamu, mau apa, jika mau pergi silahkan"
"Serius?"
"percaya sama saya"
Grace menghentikan rekaman itu lalu melempar handphone nya ke sudut ruangan. "Brengsek" Gumam Grace tak mau menatap pria disamping nya.
"kamu merekam nya?" Tanya Theo.
"Gue kira karena Lo seorang pengusaha, janji Lo bisa di pegang, ternyata sama aja" Ucap Grace, suara nya bergetar menahan tangis.
Grace menunduk membiarkan bulir-bulir air matanya jatuh, setelah itu mendongak kan kepalanya. Theo menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus perempuan itu. Grace Hanya diam membiarkan pria itu menyentuh pipinya, Buat apa dilarang? dia sudah menyentuh semuanya.
"Maafkan saya" ucap Theo merasa menyesal, nafsunya mengalahkan dirinya.
Grace tersenyum masam, dan tertawa pedih. "maaf? andai maaf bisa ngebalikin semuanya" Ucap Grace, Theo menatap Grace yang enggan sama-sekali menatapnya.
Theo memeluk perempuan itu dari samping, menenggelamkan wajahnya di tengkuk seseornag yang sedang ia peluk. "Setelah ini saya janji untuk tetap setia bersama mu" ucap Theo di tengkuk Grace.
"janji?" Grace tertawa pedih mendengar kata itu. "gue bodoh om, gue bodoh, bodoh udah percaya sama yang namanya janji" ucap Grace menatap kosong kedepan.
"Gue gak yakin bisa Nerima janji lagi" lanjut Grace, Theo melepaskan pelukan nya lalu menatap Grace.
cup.
"kali ini, percaya sama janji saya, saya akan setia bersama mu" Ucap Theo menempelkan jidatnya di Pipi Grace, setelah mencium pipi itu.
"Percaya sama saya?" Grace mengulang kalimat Theo.
"dulu Lo ngomong gitu juga" ucap Grace.
"Ini beda"
"terserah Lo" ucap Grace sudah tak ingin bicara lagi, Theo kembali memeluk Perempuan nya itu, ia merasa bersalah telah mengambil hak nya sendiri secepat itu.
"Saya mencintai mu" gumam Theo, Grace hanya mendengar ucapan itu dengan wajah datar. "Cinta? atau Nafsu?" Tanya Grace, Theo semakin mempererat pelukan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Perfect Ceo Husband
RomanceSiapa yang menyangka, gadis berusia 20tahun menikah dengan seorang Ceo yang usia terpantau sangat jauh dengan gadis yang dinikahinya, 30tahun. Dan juga seorang duda. Xaviera Graceva Axyra atau biasa di panggil Grace, Menikah dengan seorang duda kaya...
