34 Kejadian

258 4 0
                                        

Seminggu berlalu, Grace telah dinyatakan sehat, tapi tetap diharus kan banyak-banyak beristirahat, agar bekas sesar yang ada di perutnya cepat membaik.

Tapi hal itu dilanggar oleh Grace, Yang seharusnya ia berada di rumah untuk beristirahat, tapi ia menghabiskan waktunya setiap hari di rumah sakit, hal itu sudah di tegur berkali-kali oleh dokter, tapi Grace tetap saja melanggar, bahkan sekarang ia berada di samping Suaminya yang masih belum kunjung membuka mata.

Yang ia rasanya sepertinya sebentar lagi ia akan mengila dengan keadaan ini, Anaknya baby kara pun juga belum pernah membuka mata, Hal itu membuat kondisinya semakin memburuk, Grace sudah tidak tahu harus berbuat apa, menangis pun juga sudah tidak bisa melegakan kesedihannya.

Siapapun pelakunya, Gue pastiin Lo dapat yang setimpal!!* Batin Grace lalu menutup wajahnya menggunakan kedua tangan nya, ia menatap wajah Theo yang kondisinya masih seperti kemarin-kemarin, Tidak ada perubahan sama sekali, bahkan alat-alat medis yang kemarin, masih ada di tubuh Theo.

"Bangun dong seng!!" Lirih Grace lalu menangis di brangkar Theo, Ia sangat berharap bisa mendengar suara pria itu.

"Gue kangen dengar suara Lo!! Baby kara juga belum pernah sadar, Gue pengen liat Lo berdua buka mata, gue pengen liat mata indah kalian!"

_______

"Gue puas dengan semuanya, Tapi.... Theo masih hidup, begitu pun dengan Anak mereka! Gue mau mereka mati biar rasain yang gue rasa!" ucap Seorang wanita kepada Seorang Lelaki di hadapannya.

"Tenang saja, Salah satu dari anak atau suamianya akan meninggal"

"Gue gak mau salah satu gue maunya semuanya!" Sentak wanita itu lalu Berbalik kesal.

"Jadi... Apa yang harus saya buat?" Tanya pria itu.

Wanita itu berbalik dan tersenyum smirk. Ia segera memberi tahu pria di depan nya itu, apa yang harus ia lakukan.

Dan tanpa mereka sadari, Dua orang di balik pohon besar yang ada di danau Sana sedang menguping pembicaraan mereka.

"gan!!"

"hust!" Reygan menahan mulut seli menggunakan tangan nya saat sepupunya itu membuat suara.

"Udah gue bilang! jangan berisik!"

"Gan, Kita harus gagalin rencana itu!"

"Gue tau sel! tapi Lo diem dulu, biar kita tahu kapan mereka lakuin nya!"

"Oke-oke"

"Benar kan gue bilang, Semua ini ulahnya tami"

"Tapi siapa cowok itu?" Tanya Seli.

"Gak tau, mana muka nya gak keliatan lagi"

"Kaya nya itu anak buah nya"

"bisa jadi, Lo rekam kan?"

"Ya iyalah, Lo gak liat handphone gue dari tadi tegap begini"

"Udah selesai in, Kita harus cepat-cepat lapor polisi, sebelum rencana mereka berhasil" Reygan segera menarik Seli untuk pergi dari sana.

senyum licik tami mengembang saat melihat dari jauh kehadiran Reygan dan Seli. "Bodoh!" Umpat Tami.

"Lakukan sekarang juga, Sebelum mereka lapor polisi! gue bakal halangin mereka"

________

"Mba.." Panggil Grace saat melihat Gita tertidur di kursi tunggu depan Ruangan Theo.

"Hm? iya kenapa?" Tanya Gita saat tersadar.

"Kalo capek pulang aja mba, gak papa biar aku aja yang jaga"

"Yaudah saya pulang dulu, palingan Seli sama Reygan gak lama Datang buat nemenin kamu disini" ucap Gita dan segera pergi dari sana.

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang