22 Berubah

451 5 0
                                        

Jam menunjukkan pukul dua belas siang, sejak Theo datang pria itu kebanykan diam, Bahkan jika diajak berbicara dengan Grace, Pria itu hanya berbicara Seadanya.

bahkan sekarang Theo hanya melamun di balkon kamar. "Om Theo!! Gue bawain sandwich buat Lo" Sahut Grace yang baru datang membawa nampan ditangan nya berisi dua potong sandwich dan juga segelas air.

Grace duduk disamping Theo dengan Memberikan Sandwich Yang ia bawa. Theo menggeleng tanda ia tidak mau. "Lo kenapa sih om? Dari tadi kebayangkan diam ajaa, Lo belum makan, nih makan dulu" Theo tetap mengeleng dan menjauhkan sepotong sandwich itu dari hadapannya.

"Lo kenapa? Coba cerita, Lo tadi pagi dari mana? Pulang-pulang kok jadi gini sih?" Tanya Grace, Theo mengeleng sambil tersenyum Kecil.

"Cerita! Apa guna nya gue ada dihidup Lo, kalo Lo aja gak mau cerita perihal masalah Lo om!" Tekan Grace, Theo tersenyum kecil lalu mengusap lembut puncak kepala Grace.

"cerita!" Ulang Grace.

Maaf* Batin Theo.

"Cuma masalah kantor" ucap Theo, Grace merentangkan tangan nya untuk memeluk lelaki di hadapannya itu.

"Yasudah sini sandwichnya" Ucap Theo dan segera mengambil piring yang ada di paha Grace. Grace menurunkan tangan nya, lagi-lagi pria itu menolak untuk di peluk.

Tumben* Batin Grace.

______

"Setelah sekian lama akhirnya Lo ajak gue ketemuan lagi, ada apa nih?" Tanya Zerin. Grace Memijat kepalanya yang pening sambil terus berdumel.

"Aaa gak tau ah, pala gue sakit, Om gue berubah Rin" Ucap Grace.

"berubah?"

"Iya"

"sejak kapan berubahnya?"

"sejak tadi"

"yaelah grace, itu palingan cuma banyak masalah aja, gak berubah, Cowok mah gitu kalo lagi banyak masalah, udah jangan diganggu dulu"

"Tapi ini beda Rin, Om gue biasanya palingan cuma cuekin gue, tapi ini beda rasanya Rin"

"beda gimana?"

"Gak tau ah, intinya ini beda, mau gue peluk aja selalu ngehindar, Seolah gak mau disentuh sama gue" Grace menutup wajahnya menggunakan kedua tangan nya.

"Jangan banyakin overtingking Grace, gak baik" Nasehat zerin. "Gak baik buat bumil" lanjut Zerin, Grace menatap sahabatnya yang sedari tadi berada di depan nya.

"Gue lagi serius Rin!! bisa gak Lo serius juga" Ucap Grace.

"lah, gue juga serius, udah berisi belum Lo?" Tanya Zerin diakhir kalimatnya. "berisi-berisi, Lo kira lemak!" Sentak Grace.

"Halah, gue gak percaya kali ini kalo Lo bilang belum disentuh"

"Apaan sih Rin! gue lagi curhat kenapa pembicaraannya jadi kemana-mana" Keluh Grace membuat kepalanya semakin pening.

"Udah gak usah banyak pikiran, Palingan Om kesayangn Lo itu lagi banyak masalah internal aja"

"Tapi gue takut dia udah mulai bosen sama gue Rin" Ucap Grace sambil terus memegangi kepalanya yang pusing.

"Halah, kebanyakan nonton Drakor Lo"

"Tapi hidup gue emang kaya Drakor Rin, Kadang sweet kadang pahit" Ucap Grace membuat zerin tertawa lepas.

"Semua orang juga kaya gitu kali Grace, Kadang Manis kadang pahit" 

"awshh" Grace meringis karena sakit kepala yang sedari tadi menyelimuti kepalanya semakin sakit.

"kenapa Lo?" Tanya zerin sambil menyeruput es teh nya.

"Kepala gue kok makin sakit?" Tanya Grace sambil terus memicat kepalanya yang pening.

"sakit banget gak? kita ke RS" Ucap Zerin, Grace mengangguk Dan segera bangkit dari duduknya.

bugh.

"eh" Zerin segera menolong Grace yang pingsan dan terjatuh dilantai.

"eh tolongin dong" ucap Zerin ke beberapa pengunjung di cafe sana. "Bawa ke mobil" Ucap zerin.

______

"Aduh... kok gak angkat-angkat sih!" Geram Zerin saat telfon nya tak diangkat. "Aduh!! angkat dong! ini istri Lo lagi di RS!" Zerin terus berdumel sambil menunggu Pintu ruang IGD terbuka.

Kriet.

"Gimana dok? keadaan sahabat saya?" Tanya Zerin saat seorang dokter wanita keluar dari ruangan IGD.

"Maaf sebelumnya suami nya ada?" Tanya sang dokter.

"Dari tadi saya telfonin gak diangkat dok, mungkin lagi sibuk, emanng kenapa dok? sahabat saya gak papa kan?" Tanya zerin mulai khawatir.

"Pasien tidak kenapa-kenapa, pasien seperti itu karena lagi hamil muda" Zerin melongo saat mendengar ucapan Sang dokter.

"hah?!"

"Iya, Pasien hamil muda, ini bukti USG nya, dan sudah memasuki usia satu Minggu" sang dokter memberikan sepucut surat dan pamit untuk pergi.

Zerin segera masuk kedalam IGD dan menghampiri Grace yang lagi memijat kepalanya yang pening. Zerin tersenyum bahagia sambil menatap Grace. "Bestie macam apa Lo! Gue lagi sakit begini malah senyum-senyum Lo!" umpat Grace.

"Akhirnya gue bakal punya ponakan!!" Ucap Zerin.

"Kakak Lo udah hamil?" Tanya Grace.

"Bukan, bukan Kakak gue"

"lah? terus siapa? gue gitu? gila"

"Yah iya, Lo yang hamil"

"Ngaco"

"Beneran, nih buktinya" zerin memberikan amplod berwarna putih yang diberikan dokter tadi ke Grace.

Grace segera membuka amplop itu dan benar saja. "Kok muka Lo biasa aja?" Tanya Zerin.

"Rin?"

"Iya?"

"ini beneran?"

"yah iyalah, masa gue boong, Dokter nya langsung tuh yang kasih gue"

"terus? sekarang? om gue mana?" Grace bangun dari tidurnya untuk mencari keberadaan Theo.

"Eh tenang dulu, dari tadi gue telfon tapi om kesayangn Lo itu gak angkat"

"Kok gak angkat?"

"yah mana gue tauu Grace! gue bukan cenanyang! Udah sekarang Lo istirahat dulu, kalo udah baikan gue anter Lo pulang"

"gue mau pulang aja, mau kasih tau"

"istirahat dulu!"

"Gue mau pulang! Ke kantor aja, Tadi sebelum gue keluar tadi dia bilang mau ke kantor banyak kerjaan"

_______

"OM THEO!!" teriak Grace excited sambil berlari menuju ruangan Theo.

Ceklek.

"om?"

"waduh! Perang dunia nih" Gumam zerin saat tiba di ambang pintu ruangan theo.

________________________
_________________

Janlup bintang nya sayang🌟🌟🌟

Tandai Typooo!!!!

My Perfect Ceo HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang