PART 20

277 40 1
                                        

[Camping field trip, Musim panas 2014]

Byung-ho, guru olahraga mereka melihat keempat murid di hadapannya dan berkata, "Catherine kamu masuk ke tim Evan," lalu mengarahkan ketiga sisa murid itu ke tim lainnya.

"Oke baiklah, kita punya enam tim yang masing-masing enam orang."

Pembagian kelompok dengan acak yang murni ditentukan oleh guru itu membuat Ha-yoon kesal. Ia tidak bisa sekelompok dengan sahabat barunya, Catherine.

"Tidak asik sekali," gumam Ha-yoon. Melirik teman sekelompoknya yang sebenarnya oke-oke saja, namun beberapa orang yang tidak begitu ia suka—karena mereka suka pamer, juga ikut masuk dalam kelompoknya.

Ha-yoon memicingkan matanya melihat Evan yang berdiri tidak jauh dari Catherine.

Ia masih mengingat Evan mengomelinya dan menunggu Catherine sadar dari pingsannya dengan Bu Ji-ah—wali kelas Catherine—kemarin, sembari dirinya disidang oleh guru-guru.

Murid laki-laki satu itu sangat populer di sekolah. Kenapa tidak? Evan pintar, multi-talenta, dan tampan. Belum lagi datang dari keluarga berada dan salah satu yang berpengaruh di Korea Selatan. Semua guru menyukainya, temannya banyak, begitu juga yang diam-diam menyukainya.

Kehidupan Evan Haviero Lee tampak sangat sempurna.

Rangkaian permainan demi permainan berlalu dan Ha-yoon ingin semuanya berakhir dengan cepat. Menyenangkan, tapi melihat Catherine yang terlihat masih kaku untuk berbaur, Ha-yoon menghela nafasnya.

"Catherine masih anak baru, dia sedikit pendiam, namun ku harap kalian tidak mengabaikannya," kata Ha-yoon sangat serius—seperti memberi peringatan, kepada Evan dan beberapa temannya di awal sesi permainan tadi.

Tapi tampaknya Evan tidak terlalu menggubris perkataan Ha-yoon. Ia terlihat biasa saja namun sedikit acuh kepada Catherine dibanding yang lain.

Sesi permainan pagi itu akhirnya berakhir dan tim Evan unggul membuat mereka mendapatkan hadiah.

Catherine dan Ha-yoon pun mandi—membersihkan diri, lalu pergi sarapan. Merasa bersyukur sekolah mereka memilih tempat camping dengan area mandi yang bersih dan bagus. Sepadan dengan uang sekolah yang harus dibayar per bulan.

"Lihat, lihat," kata Ha-yoon pelan kepada Catherine yang duduk di sampingnya.

Dengan posisi meja kayu piknik di bawah pohon yang sedikit jauh dari keramaian, mereka dapat santai memperhatikan keadaan di depan.

"Here comes Hae-rin," Catherine mengalihkan pandangannya kepada perempuan yang Ha-yoon maksud.

Hae-rin menghampiri Evan yang sedang duduk menikmati sarapannya dengan temannya.

"Memang ada apa dengannya?"

"Entahlah, aku rasa Evan menyukai Hae-rin. Kim Hae-rin."

"Anyways," Ha-yoon mengganti topik percakapan, "—kamu tahu Jeon Bong-cha yang sekelas denganmu? Itu yang sedang mengambil air," tunjuk Ha-yoo membuat Catherine ikut mengalihkan pandangannya dan mengangguk.

"Dia kemarin juara satu taekwondo. Wah perempuan itu sangat kuat, aku..."

Catherine tidak terlalu fokus mendengar Ha-yoon karena pandangannya kembali teralih kepada Evan yang tersenyum mengobrol dengan Hae-rin. Perempuan itu ikut bergabung duduk bersama Evan.

Ia kembali mengingat Evan kemarin ikut menunggu dirinya bangun, menemani Bu Ji-ah. Catherine sedikit kaget karena laki-laki itu bahkan bukan ketua kelasnya.

MORE THAN YESTERDAY | DDEUNGROMICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang