PART 32

318 49 5
                                        

Evan menatap wanita di hadapannya sangat lekat. Ia dapat memperhatikan interaksi keduanya sembari ia berjalan mendekat tadi dan hatinya berdesir saat melihat wanita yang bersama Leonard itu adalah Catherine. Untuk apa mereka bertukar nomor HP?

"Natsuki," sapa Catherine, menyahuti balik panggilan wanita itu padanya. Membuat Evan mengernyit karena keduanya saling mengenal.

"Kalian saling mengenal?" tanya Leonard yang disambut anggukan oleh Catherine, "Aku dan Natsuki bertemu saat premiere film kemarin," jawabnya sambil tersenyum pada Leonard.

"Dan..." lanjut Leonard menatap Catherine dan Evan bergantian. Ia yakin ia mendengar Evan, teman adiknya itu, memanggil Catherine, walaupun dengan nama panggilan yang asing di telinganya. "Kalian juga saling mengenal?" tanyanya.

"Ya. Kami saling mengenal." Evan langsung menjawab.

"Kamu tidak tahu, Leon? Catherine bermain dalam film pendek mereka, di scene terakhir bersama Evan. Tentu mereka saling mengenal karena itu. Kamu tidak menontonnya, ya?" Memicingkan matanya, bercanda atas ketidaktahuan Leonard yang sekarang mengangguk paham. "Aku menontonnya, tapi sepertinya tidak terlalu memperhatikannya."

"Kami sudah mengenal jauh dari sebelum itu. Bukan begitu, Mori?" lanjut Evan melihat Catherine diam saja. Pria itu bahkan tidak peduli untuk memanggil Catherine dengan nama panggilannya. Semakin memancing kebingungan Natsuki juga Leonard.

Suasana serius yang Evan ciptakan dengan nada suaranya kini membuat mereka diam menatap Catherine. Raut polosnya yang terkejut mendengar Evan menatap bergantian kedua orang itu, sedang menunggu jawabannya.

Dan hal selanjutnya yang Catherine katakan sanggup membuat Evan semakin kesal.

"Err, ya, Evan berteman dengan salah satu sahabat lamaku di Seoul. Kami pernah bertemu beberapa kali sebelumnya."

Natsuki dan Leonard mengangguk mengerti, sedangkan Catherine merasakan tatapan tajam Evan semakin intens akibat perkataannya.

"Dunia ini sangat kecil," kata Natsuki pelan, termenung.

"...kalian berdua?"

"...Catherine yang menemukan Candy semalam. Dia bahkan mengantarkan Candy pulang tadi, that's why we're together. I insist to treat her dinner..."

"...wah Catherine yang menemukan Candy..."

"...di Lincoln Center kemarin..."

"...Jaden bodoh itu meninggalkan kucingku sembarangan..."

Catherine hanya menyimak dan tersenyum. Ia menatap Evan sekilas karena pria itu masih belum melepaskan pandangannya. Tidak baik untuk jantungnya.

"Baiklah, aku harus segera balik. Kalian juga ada acara, bukan."

"Wait you can join us if you want, Catherine?"

Catherine menggeleng, "No no no, I have an urgent call with my manager. You guys have fun!" Menolak ajakan Natsuki.

"I'll walk you to your car," kata Leonard. Keduanya pun berpamitan pergi.

Jake dan Young-jae, yang sedari tadi hanya diam mengamati, tentu merasakan tatapan tajam dan aura kurang bersahabat yang menguar dari sahabat mereka itu, Evan. Keterdiaman dan ekspresi datar pada wajah tegas pria itu menandakan kekesalan yang sedang ia tahan.

Evan merasakan tangan Natsuki melingkari lengannya sembari mereka memasuki JackBros, sebuah bar ekslusif tempat teman mereka mengadakan pestanya. Berlokasi di lantai teratas sebuah gedung dengan view malam Manhattan dari atas, sejauh dua blok dari tempat es krim tadi.

MORE THAN YESTERDAY | DDEUNGROMICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang