PART 39

685 35 166
                                        

[2008. Musim Panas. Florence, Italy]

"Papa," panggilan yang membuat sang ayah mengarahkan fokusnya pada wajah polos penuh ingin tahu di hadapannya.

Anak perempuan berumur 8 tahun itu menatap ayahnya bingung. "Kenapa papa mengajariku untuk menyelam juga? Maksudku, berenang biasa saja seharusnya sudah cukup, bukan?"

"Cita-citaku lagipula bukan menjadi mermaid walau aku menyukai Ariel," tambahnya lagi sambil mengedikkan bahu.

Keduanya sedang makan di restoran hotel. Mengisi perut mereka yang terasa kembali lapar setelah menghabiskan waktu berenang. Dong-hyun terkekeh dan berkata, "Oke, baiklah kamu tidak ingin menjadi mermaid ya. Tapi bukankah kamu bilang kamu ingin menolong banyak orang juga?"

"Iya, tapi aku pikir cukup di daratan saja, aku masih terlalu kecil untuk menolong di dalam air."

"Kamu mengatakan papa terlihat keren saat menyelam lama. Jadi, papa pikir kamu juga mungkin ingin sekeren itu," balas Dong-hyun sengaja terlihat kecewa.

"Fair enough. Itu benar."

"Kamu tahu, melatih agar dapat menahan lama pernapasanmu seperti menyelam juga memiliki banyak manfaat baik bagi tubuhmu." Sebagai ayah dan juga dokter, Dong-hyun mulai menjelaskan satu-persatu manfaatnya selain meningkatkan kapasitas paru-paru. Catherine di sisi lain mendengarkan dengan senang hati sambil menikmati Neapolitan pizza-nya. Ia sangat menyukai ketika ayahnya mulai menjelaskan dengan alasan-alasan ilmiahnya. Terlebih sebagai mantan tentara yang pernah bertugas di militer laut, Dong-hyun telah merasakan manfaatnya sejak lama karena kewajiban pelatihan fisik dalam air yang terbilang keras.

"Kalau suatu saat aku sanggup menyelam selama 3 menit, apa aku akan mendapatkan hadiah?"

"Apa yang Mori-ku inginkan?"

"Hmm..., karena ini butuh waktu yang lama untuk dicapai, aku mau sesuatu yang cukup meriah."

"Bagaimana kalau 4 menit. Mori boleh meminta apapun."

"4 menit?"

"4 menit."

Catherine tersenyum lebar. Menerima tantangan dari ayahnya dengan santai. "Baiklah, diterima. Aku akan mencobanya."

"Aku masih akan memikirkan apa yang aku inginkan. Terlalu banyak yang aku inginkan. Aku harus memikirkan ini dengan baik."

"Take your time, my child," jawab Dong-hyun sembari mengelus kepala anaknya yang masih lahap makan itu dengan lembut lalu menyelipkan rambutnya yang berterbangan ke belakang telinganya.

Suasana area outdoor restoran hotel itu membawakan suasana teduh dan sejuk di antara pepohonan. Dong-hyun mengarahkan pandangannya ke langit.

Hari yang cerah.

Liburan musim panas kali ini, destinasi di luar negri menjadi pilihan. Italy. Negara yang juga menyimpan banyak memori masa honeymoon Dong-hyun dan Hannah dulu saat baru menikah. Kini mereka kembali lagi namun tidak hanya berdua, melainkan bersama kedua putri kesayangan mereka.

Dibanding dengan kakaknyaDal-rae, Catherine tumbuh lebih eksplorer. Seperti ketika berkunjung ke rumah nenekIbu Dong-hyundi Gangwon-do saat musim dingin awal tahun, disaat Dal-rae lebih senang mengabaikan sekitarnya untuk menghabiskan waktu membaca buku atau menonton film ditengah kehangatan ruangan, Catherine telah berkelana keluar dengan anak-anak sekitar. Satu hari saat itu ia bahkan kembali dengan luka tergores di lengannya. Setelah diinterogasi oleh ibunya, barulah diketahui bahwa Catherine melewati pagar kawat untuk mengakses sebuah area rumah pohon terbengkalai bersama teman-temannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MORE THAN YESTERDAY | DDEUNGROMICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang