5. SIMPANAN DOSPEM

25.9K 488 55
                                        

"Damian kemana?" tanya Shera pada satpam karena tidak melihat mobil Damian di garasi pagi ini.

"Tuan pergi daritadi malam, Nyonya." jawab satpam membuat satu alis Shera terangkat.

Shera menyilangkan tangannya didepan dada berpikir sejenak. Shera tau jika Damian memiliki perempuan lain sejak awal pernikahan mereka, tetapi sampai hari ini Shera tidak tau seperti apa wujud simpanan Damian, model kah? Atau seorang dosen juga?

Namun sesuai kesepakatan bersama diawal, hubungan mereka tidak ada aturan. Shera juga bebas kencan dengan siapapun asal dibawah mata media begitu juga sebaliknya, hanya saja Shera penasaran akhir-akhir ini kerap sekali Damian menghilang.

Sepertinya simpanannya sedang rewel.

Damian sangat rapi dalam menutupi asetnya, Shera tersenyum kecil. Shera penasaran seperti apa simpanannya, wanita dengan setelan kerja rapi itu masuk kedalam mobil sport mewahnya untuk menuju kantor.

Shera- wanita dengan rambut yang tersanggul rapi itu menggerakkan perseneling mobilnya keluar dari gerbang rumah mewah dan megah yang hanya dihuni oleh para pembantunya.

🍑🍑🍑

Dibawah terik matahari siang, tepat di apartemen mewah atas nama Damian yang menjadi tempat tinggal Pharita. Dua sejoli itu sedang berbaring diatas kasur yang sama menikmati hari sabtu yang berharga.

Mereka sedang menonton tayangan drakor yang dipilih Pharita.

Damian melirik Pharita yang bersandar di dadanya, sesekali tangannya mencubit pelan pipi kenyal Pharita dan menciumnya.

"Eh, iya!!!" seru Pharita mendongak menatap Damian yang terlihat bingung. "Istri Mas gimana?" ia baru saja teringat tadi malam istri pacarnya itu sudah kembali dari luar negeri.

Damian mengusap pipi Pharita lembut. "Ngga gimana-gimana."

"Ngga curiga?" tanya Pharita. Pharita tidak tau hubungan rumah tangga Damian, dipikirannya seperti yang di senetron. Istri Damian adalah wanita pekerja keras yang setia pada Damian dan Damian adalah lelaki yang berkhianat.

Damian tidak pernah menceritakan istrinya sehingga Pharita tidak mengetahui apapun selain nama dan pekerjaannya, itupun ia tau dari Twila.

"Jangan pikirkan dia." ujar Damian tidak suka. Pria itu menarik Pharita agar lebih menempel dengannya.

Pharita mengangguk. "Baiklah."

"Aku pengen jadi ibu kaya dia." ujar Pharita tiba-tiba kemudian mendongak menatap Damian seraya tersenyum. "Punya anak-anak yang lucu, bisa belanja bareng mereka, bisa ajak mereka main, bisa ajak mereka curhat."

"Pasti suka banget, ya. Kalo dirumah punya malaikat kecil kaya gitu." Pharita membayangkan apartemennya yang sepi ini dihuni oleh anak kecil, pasti sangat menyenangkan.

Tak lama kemudian Pharita menggelengkan kepalanya, itu mustahil. Hubungannya dengan Damian saja terlarang, apalagi hingga punya anak?

"Maaf Mas." ujar Pharita pelan merasa malu, apalagi Damian diam saja.

Damian mencium puncak kepala Pharita penuh sayang. "Kamu mau anak berapa?"

"Mas--,"

"Libur semester ini kita ketemu orangtua kamu, ya." ujar Damian membuat Pharita menoleh.

"Serius?" Pharita mengerjapkan matanya berkali-kali. "Tapi kamu kan udah punya istri, Mas?"

"Aku ngga mau memberatkan kamu, hubungan kita yang kaya gini juga udah cukup kok, ngga perlu kamu kasih kepastian buat aku yang sejelas itu, aku ngerti posisi kamu." ujar Pharita menatap Damian lembut, ia tersenyum kecil dan kembali menonton drakor di televisi.

Simpanan DospemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang