10. SIMPANAN DOSPEM

13.6K 320 23
                                        

07.56
Rintik-rintik hujan masih membasahi bumi. Seperti biasa, Pharita dengan celana kulot jeans dipadukan dengan kaos berkerah berwarna kuning sangat kontras dengan kulitnya yang putih.

Hari ini ada kelas pagi, Pharita bahkan masih sempat-sempatnya menguap sebelum melangkah masuk kedalam kelas.

"Halo manisku!" sapa Bara menyapa Pharita yang baru saja duduk di depannya.

Pharita melirik sekilas sebelum membuka ponsel untuk mengirim pap harian pada Damian. "Ngapain sih Bar lo nempelin gue trus?" tanya Pharita risih.

"Tau tuh perangainya kaya celake." sahut Twila menatap Bara tidak suka. Apalagi story-story Bara di sosmed yang terus menyenggol Pharita dengan hastag sedih.

Bara itu cowok jamet yang bikin Pharita dan Twila ilfeel. Terlepas mau cowok itu kaya kek anak konglomerat apapun, deh. Pharita dan Twila tetapi tidak suka. Maka dari itu, lucu saja bagi mereka Shae menyukai cowok seperti kecoak ini.

"Dapat Pharita gue berhenti galau." kata Bara percaya diri.

Kia melirik Pharita dari bawah hingga atas. "Ani-ani kaya gitu lo suka, Bar??"

"Menang cantik doang!" timpal Dila, satu sirkel dengan Kia. Setiap orang hits pasti ada saja haters.

"Tapi menang, kan?" balas Twila mengangkat sebelah alisnya seraya tersenyum miring meremehkan Dila.

Pharita menoleh pada Kia dan Dila. "Muka kaya kecoak jangan banyak gaya, mending teriak kocela sana!"

Sedangkan teman-teman kelas yang lain hanya sebagai penonton jika dua sirkel ini sedang adu mulut. Kia itu selalu iri dengan ketenaran Pharita, bagi mereka seru saja melihat Kia yang selalu kepanasan. Tak ayal kadang mereka mengompori dari belakang.

"Tolong panggil damkar, Pharita terlalu menyala!!" teriak Dimas.

Bara terkekeh karena Kia dan Dila bungkam. "KOCELA!!!"

"Are you ready for Kia and Dila?!!!" sambung Twila seraya mengibaskan rambutnya.

"Gue bakal buktiin kalau sahabat lo itu ani-ani sial!!!" seru Kia geram setelah di ejek-ejek. "Liat aja ya, Ta!"

"Kocak!" sahut Bara. "Orang kaya Pharita lo bilang ani-ani," Bara tentu saja tidak suka dengan gosip miring itu karena ia menyukai Pharita.

"Lo pikir aja Bar, ngga mungkin dia ganti mobil tiap minggu, belanja barang branded setiap hari, hunting sana-sini kalau ngga sama gadun?" ujar Kia blak-blakan. "Lo kalau jadi cowok cari cewe yang bener ngapa dah?!"

"Iri nih ya," goda Dimas.

"Jangan-jangan lo suka Bara, Ki?" tanya Jiwo dengan muka curiga. "Hayoo..."

"Jangan lah woy, ngga sudi gue." balas Bara amit-amit disukai oleh cewe seperti Kia. "Selera gue Pharita."

Pharita menghela nafas. Ia melihat pesannya yang belum di baca oleh Damian, tumben sekali Damian tidak melihat pesannya pagi ini.

Perempuan itu mengeluarkan pulpen dan binder dari dalam tas. Ia menoleh ketika pundaknya di tepuk beberapa kali oleh Bara.

"Kita sekelompok matkul bisnis internasional, mau ngerjain tugas dimana?" tanya Bara lembut, cowok tampan dengan gigi gingsul disebelah kanan itu tersenyum pada Pharita.

Simpanan DospemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang