8. SIMPANAN DOSPEM

19.1K 414 85
                                        

Sore ini didalam gedung mewah dan megah yang baru saja menjadi tempat rapat besar-besaran seluruh petinggi Infinity Group dan Serendipity Hotel.

Tidak hanya ada Damian dan Shera, tetapi ada juga Desmond Swastamita, Carmila Annalise Swastamita, Namisadora Lalulu dan Bokuto Jinpei Lalulu. Orangtua Damian dan Shera.

Mereka berenam duduk di kursi meja bundar yang sama. Sementara itu Carmila beberapa kali melirik Shera yang terlihat menikmati acara.

"Bagaimana dengan rumah tangga kalian?" tanya Carmila membuat tangan Shera yang hendak meraih gelas berisi alkohol berkadar rendah itu terhenti.

Shera menoleh pada ibu mertua. "Baik, Ma."

"Kapan kalian akan merencanakan kehamilan?" tanya Desmond. "Sudah tiga tahun kalian menikah, bukan kami yang perlu cucu tapi bisnis kita." ujarnya terang-terangan.

Bokuto, pria asal jepang yang menjadi besan Desmond itu menoleh. "Jangan terburu-buru, biarkan mereka saling mengenal lebih lama lagi."

"Tetap jaga keharmonisan rumah tangga kalian agar publik tidak menyorot seperti dulu." pesan Desmond.

Tiga tahun lalu di awal-awal pernikahan mereka yang menggemparkan dunia bisnis, hingga banyak rumor tentang pernikahan berlandaskan politik yang membuat nama Serendipity dan Infinity terlihat buruk.

Isadora menatap Desmond kemudian Shera. "Pulang ini kalian satu mobil dan jalan-jalan lah, diluar ruangan ini banyak wartawan dan reporter, mereka pasti menyorot kalian, tunjukan keharmonisan kalian."

Seperti boneka Shera mengangguk. Jalan hidupnya sudah diatur oleh orangtuanya, Shera benar-benar layaknya boneka yang harus mematuhi rencana-rencana itu.

Wanita dengan tampilannya yang elegan itu melirik Damian yang diam saja. Mau sampai kapan ia harus seperti ini, Damian juga acuh terhadap masa depan mereka. Shera bahkan bingung harus bagaimana agar terlepas dari jeratan ini.

Tidak lama pintu terbuka karena acara sudah selesai. Damian meraih pinggang ramping Shera merangkulnya agar melangkah bersama.

Shera melirik tangan Damian sekilas sebelum menyunggingkan senyumnya pada kamera-kamera wartawan. Shera tidak mengucapkan sepatah katapun dan melangkah bersama Damian keluar dari ruangan.

Di parkiran hotel, Shera melirik kebelakang. Benar kata Isadora jika wartawan membuntuti mereka, Shera masuk kedalam mobil yang sudah di buka kan oleh Damian.

Indah sekali pasangan ini jika dilihat dari publik, nyatanya didalam mobil Shera dan Damian tidak saling bicara.

"Sampai kapan?" tanya Shera, suaranya pelan namun tegas. Wanita itu menoleh pada Damian yang sedang menyetir. "Kamu punya perempuan lain yang ingin kamu akui di hadapan orang-orang, kan?"

"Sampai kapan kita harus seperti ini?" ulang Shera memperjelas pertanyaannya.

Damian menggerakkan perseneling mobilnya hendak mengambil jalur lain. "Kamu memiliki pilihan lain?" tanya Damian melirik Shera sekilas.

"Berhenti mendekati perempuan itu Damian," ujar Shera. "Percuma, kamu tidak akan bisa memilikinya."

"Aku tidak bisa mencintai kamu, Shera." ujar Damian membuat Shera terdiam, sampai kapanpun hati Damian tidak tergerak untuk menyukai Shera.

Simpanan DospemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang