01.52 WIB
Hingga dini hari Pharita tidak bisa tertidur. Selain karena Damian tidak menghubunginya juga karena perkataan Bara. Pharita yang berbaring menyamping menghadap gorden didepan sana terlihat banyak pikiran.
Pharita meraih ponselnya diatas meja. Ia beralih duduk untuk mengecek barangkali Damian telah membalas pesannya.
Pharita Stephanie
Mas pulangnya jam berapa?
Pesan yang ia kirim sejak jam enam sore tadi hingga kini tidak terbalas ataupun terbaca. Pharita tau Damian pasti sedang bersama Shera meskipun Damian tidak menyebutkan kesibukannya.
Perempuan cantik dengan rambut tergerai bebas itu menghela nafas hingga sebuah notifikasi pesan masuk dari Bara membuatnya terkejut.
Bara
Lo belum tidur?
Pharita mengerutkan keningnya. Bara memantaunya 24 jam? Cowok itu juga rada-rada bagi Pharita, ia jadi bingung ini merupakan ketulusan atau ke obsesan.
Pharita tidak membalas langsung mematikan ponselnya dan kembali berbaring. Pharita menarik nafas dalam-dalam, dadanya terasa sesak karena Damian mengabaikannya, terlebih lagi sedang bersama Shera.
Tapi memangnya Pharita pantas untuk cemburu pada Shera? Mau bagaimanapun Shera adalah istri sah Damian. Itu adalah part paling menyakitkan di hatinya, part yang benar-benar ingin Pharita lupakan di ingatannya.
🍑🍑🍑
Pagi ini tepat pukul tujuh pagi, perempuan muda dan cantik dengan rambut curly-nya, rok mini ditambah kaos putih polos dan sepatu putih itu berjalan lunglai menuju dapur. Tangannya menuangkan air dari teko ke gelas dan meminumnya.
Hari ini kelas dibatalkan, jadi rencana hari ini hanyalah mengerjakan tugas kelompok bersama Twila dan Dimas, Bara, Jiwo.
Pharita meletakan gelas di wastafel, ia tidak langsung mencucinya karena nanti ada cleaning service yang membersihkan apartemennya setiap dua hari sekali. Kebetulan jadwalnya adalah siang ini.
Pharita duduk di kursi pantry seraya mengecek kembali pesan-pesan. Bibirnya sedikit manyun karena Damian masih tidak membalas pesannya.
Ceklek.
Pintu apartemen yang tiba-tiba terbuka membuat Pharita sontak menoleh, ia melangkah keluar mendapati sosok pria dewasa bertubuh tinggi seperti gapura yang masuk.
"Mas?" pupil Pharita langsung melebar. Ia tidak bisa menahan senyumnya, Pharita langsung berlari kecil memeluk Damian erat.
Damian menerima pelukan itu membalasnya tak kalah erat. "Maaf aku ngga bisa ninggalin Shera, dia masuk rumah sakit kemarin sore. Kamu ngga pa-pa sayang?"
"Kenapa kamu ngga kabarin aku?" suara Pharita terdengar merajuk membuat Damian tersenyum. "Aku nungguin kamu tau!"
"Maaf, ya?" Damian mengecup bibir ranum Pharita penuh sayang. "Kamu mau kemana?" tanyanya baru menyadari Pharita tampil seperti ini biasanya akan keluar, karena jika tidak kemana-mana perempuan centil ini biasanya hanya mengenakan tanktop.
Pharita melepaskan pelukannya namun Damian malah mengeratkan pelukannya pada pinggang Pharita.
"Mau kerkom sama Twila." ucapnya tanpa menyebutkan Bara disana.
Damian mengangguk kecil. "Sudah sarapan?"
"Belom." Pharita mendongak memandangi wajah Damian yang terlihat lelah terbukti dari kantung matanya yang menghitam, sepertinya tidak tidur semalaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Simpanan Dospem
RomanceUntuk apasih susah-susah kerja kalo bisa jadi ani-ani? Tinggal minta aja ke gadun kalau mau barang-barang mewah, treatment badan, dan jadi kaya secara instan. Itulah yang dilakukan oleh Pharita, perempuan cantik berasal dari kampung yang berkuliah d...
