Tangan panjang Damian meraih ponsel Pharita diatas meja yang daritadi terus berdering sementara sang pemilik sedang mandi. Damian duduk di sofa membuka pesan grup milik Pharita.
Kelompok Manajemen (59)
Bara
Gas?
Twila
Pharita belum aktif nih
Dimas
Gue ajak cewe gue ya?
Twila
Boleh ajak aja biar rame
Jiwo
Gue ajak temen-temen hacking gue
Twila
Boleh tinggal tunggu Pharita aja nih
Bara
@Pharita Stephanie belum bangun ya sayang?
Twila
Tar pake mobil siapa?
Damian mengangkat sebelah alisnya. Lalu meletakkan ponsel itu ketempat semula. Pria dewasa berwajah tampan nan tegas itu mengenakan jam tangannya seraya melirik Pharita yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Pharita mengernyit melihat ponselnya yang tidak terkunci dan Damian yang diam. Perempuan muda itu refleks menutup mulutnya, dengan hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi tubuhnya Pharita berlari kecil mendekati Damian.
"Kamu baca pesanku ya, Mas?" tanya Pharita terlihat panik.
Damian menoleh menatap wajah cantik sang pujaan hati. Tatapannya turun ke belahan dada Pharita yang terlihat jelas karena handuk hanya menutupi setengah dari dadanya.
"Iya."
"Aku baru aja mau minta ijin sama kamu habis mandi ini." Pharita menatap Damian memelas. "Boleh ya, Mas?"
"Kemana memangnya?"
Dengan ragu dan penuh pertimbangan Pharita menjawab lunglai. "Bromo,"
"Nginep disana?" Wajah tegas Damian terlihat kurang setuju membuat Pharita memohon dengan menyatukan kedua tangannya didepan dada.
"Boleh ya, Mas?" rayu Pharita dengan mendaratkan bokong sintalnya diatas paha Damian, ia memeluk leher kokoh Damian. "Aku janji cuma nginep semalem!"
Damian tidak egois tentang masa muda Pharita, tapi kepergian Pharita yang jauh darinya menjadi pertimbangan bagi Damian.
"Hari ini?"
"Iya jam sembilan pagi nanti." jawab Pharita antusias.
Tangan Damian menarik handuk Pharita hingga membuat perempuan itu tanpa sehelai benangpun. Damian memeluk pinggang Pharita dan menariknya hingga terjatuh diatas sofa. Damian melepas jasnya dan menindih tubuh molek itu.
Jantung Pharita berdegup kencang apalagi tangan Damian mengusap kewanitaannya. "ahh, Mas?"
"Duhh kenapa becek sih..." gerutu Pharita malu karena baru saja di usap kewanitaannya sudah basah.
Damian memagut bibir manis Pharita dengan tangannya yang meremas payudara berisinya. Damian menghisap habis bibir bawah dan lidah Pharita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Simpanan Dospem
RomansaUntuk apasih susah-susah kerja kalo bisa jadi ani-ani? Tinggal minta aja ke gadun kalau mau barang-barang mewah, treatment badan, dan jadi kaya secara instan. Itulah yang dilakukan oleh Pharita, perempuan cantik berasal dari kampung yang berkuliah d...
