18. Simpanan Dospem

9.8K 366 15
                                        

Dari pagi hingga sekarang pukul tujuh malam, Pharita baru bangun. Perempuan cantik itu baru saja mandi dan kini mencatok rambutnya seraya siaran live di akun Instagram.

Pharita sudah make up, malam ini ia berencana jalan-jalan di tepi sungai sembari cari-cari jajan ringan menunggu pukul sembilan malam untuk bertemu Damian.

Bara.Bramasta07
Sama gue ya jalannya? Gue jemput didepan apart.

Pharita membaca komentar itu tapi memilih bungkam. Ia merapi-rapikan hasil curly-nya didepan kaca, Pharita mengenakan mini skirt putih ala-ala korea dengan cardigan merah. Jam tangan senada sudah melingkar di pergelangan tangannya, Pharita mendekatkan wajahnya dengan ponsel diatas meja.

"Gimana guys? Cocok, ga?" tanya Pharita. Ia duduk kembali di kursi rias membaca komentar-komentar yang penuh dengan Bara padahal penontonnya lima ratusan.

Pharita menyunggingkan senyum terpaksa melihat komentar Bara yang terus memujinya cantik.

Bara.Bramasta07
Sama siapa?

Pharita mengalihkan pandangan seakan-akan tidak membacanya. Ia mengenakan kaos kaki dan sepatu putih dengan ada sedikit hak-nya. Pharita melambaikan tangannya di depan layar.

"Udah ya guys, maaf komentar yang ga kebaca gara-gara Bara sih," ujar Pharita terdengar sedikit merajuk membuat Bara langsung menelponnya terlihat ada notif panggilan diatas.

Pharita memejamkan matanya menahan kesal, ia tersenyum hangat dan memutuskan siaran live-nya. Ia mengangkat telpon Bara karena lelah di spam.

"Lo mau kemana?" tanya Bara dari seberang sana.

Pharita mengenakan tas selempang kecil berwarna merah. Ia melirik ponselnya diatas meja yang menampilkan panggilan yang tersambung.

"Ke mana ya," Pharita bergumam kecil.

"Mau gue jemput ngga, kita have fun aja kemana pun." Bara terdengar berharap dari sana.

Pharita mengetuk-ngetuk jarinya diatas meja. "Gue sama temen gue sih, Bar."

"Ajak sekalian gih, gue jemput." Bara bersikeras. "Bukan Twila?"

"Bukan." Pharita tersenyum tipis terlintas ide gila di otaknya. "Shae."

"Oh— dia." Bara terdengar berpikir disana sebelum menjawab lagi. "Gas aja deh!" Mumpung bisa jalan-jalan sama Pharita, pikirnya.

Pharita menahan senyumnya yang hendak mengembang. "Ok!!"

Setelah sambungan terputus, Pharita segera mencari kontak Shae yang dikirim Twila dulu. Tanpa ba-bi-bu, Pharita segera menelponnya untuk mengajaknya jalan-jalan tanpa menyebutkan nama Bara.

"Asik nih!" gumam Pharita setelah Shae setuju.

🍑🍑🍑

Shae melirik jam di ponselnya, lalu mengembuskan napas pelan. Angin malam berembus lembut, menggoyangkan rambutnya yang sedikit berantakan. Halte bus ini sepi, hanya ada dirinya seorang diri.

Tak jauh langkah kaki seorang gadis cantik yang menarik perhatian beberapa orang dari pejalan trotoar maupun jalan raya mendekat kearah halte bus.

Pharita menyunggingkan senyum manisnya melihat Shae sudah menunggunya, ia segera duduk disamping perempuan bergaun merah muda yang manis itu.

Shae sedikit terkejut. "Pharita?"

Pharita mengangguk, lalu memeluk lengan kiri Shae antusias. "Tunggu bentar, kita masih harus nunggu."

"Jadi kita dijemput?" tanyanya sambil melirik ke arah jalanan yang mulai ramai dengan kendaraan pulang kerja.

Simpanan DospemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang