33. Simpanan Dospem

5.1K 266 42
                                        

Damian Swastamita
Pulangnya sama aku, aku tunggu di parkiran dosen

Pharita baru saja membuka pesannya. Bibirnya membentuk senyum kecil—cepat sekali menghilang, hanya seperti bayangan. Rambut panjangnya digerai halus sampai pinggang, berkilau terkena matahari sore.

“Yang ini lucu banget, asli,” ucap Shae sambil menunjuk layar ponselnya. “Limited edition, lho.”

Twila mengangguk cepat. “Gue udah liat itu, di cart gue dari kemarin. Tapi masih mikir soalnya shipping-nya lama.”

Pharita ikut nimbrung, senyum manis tak pernah lepas dari wajahnya. Rambutnya yang digerai lembut ditiup angin pelan. Ia hendak merespons ketika layar iPhone-nya menyala lagi.

Damian Swastamita
Masih lama?

“Gue cabut duluan ya,” ucap Pharita kalem sambil merapikan barang-barangnya.

“Hah? Lo mau ke mana? Kita kan baru banget duduk,” tanya Twila sambil garuk-garuk hidung nggak gatal.

“Dijemput,” jawab Pharita singkat.

Shae yang dari tadi diem langsung nyaut, “Bentar-bentar. Dijemput? By who? Spill dikit dong.”

Pharita senyum tipis. “Hmm… ya someone special gitu deh.”

Twila manyun. “Ih lo tuh soft launching mulu. Gas banget!”

“Ya kan emang lagi soft phase,” sahut Pharita sambil nyalain HP dan jalan pelan.

Twila dan Shae hanya sempat saling pandang sebentar. Setelah Pharita menjauh, Twila melirik Shae yang duduk di sebelahnya.

“Shae,” panggil Twila, nada suaranya hati-hati. “Lo tau ngga sih, hubungan kakak lo sama Pak Damian tuh baik-baik aja atau enggak?”

Shae yang sedang menutup aplikasinya, menoleh dengan alis naik. “Kakak gue sama Pak Damian?”

“Iya,” Twila menunduk, suaranya agak lirih. “Soalnya, yaa akhir-akhir ini ada aja gosip dari Kia. Katanya Pak Damian selingkuh segala.”

Shae terdiam sebentar. "Gue ngga ikut campur urusan mereka sih," jawab Shae seadanya lebih ke arah menutup rapat rahasia keluarganya yang terlihat harmonis di layar kaca.

"Kenapa memangnya, tumben banget nanya beginian?" Shae tertawa kecil mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba canggung.

"Ngga sih, gue cuma penasaran aja soalnya tadi fyp gue tentang prestasi kakak lo." jawab Twila.

"Ah i see, kita sejuah ini aman-aman aja, sih. Ngga ngaruh sumpah selagi ngga ngerugiin perusahaan." Shae tertawa pelan, tapi matanya sempat menyapu sekitar—memastikan tak ada yang terlalu dekat untuk dengar. “Jujur ya, kalau ada yang bilang Pak Damian selingkuh, pasti pada mikir dia yang salah. Padahal orang ngga tau kan, di rumah tuh kayak apa.”

Twila mengerutkan kening. “Maksud lo?”

Shae langsung menggeleng kecil. “Nggak, maksud gue ya semua pasangan pasti ada naik turunnya, kan?”

Sebelum Twila bisa nanya lebih jauh, suara notifikasi dari ponsel Shae memotong obrolan mereka. Ia melirik sekilas lalu berdiri.

“Gue cabut dulu ya, ada meeting dadakan,” ucapnya sambil merapikan totebag-nya. “Btw, jangan terlalu percaya omongan Kia. Dia tuh kadang terlalu kreatif.”

Twila menatap punggung Shae yang menjauh, lalu melirik ponselnya sendiri. Masih teringat notifikasi foto dari Bara.

Dan untuk pertama kalinya, rasa penasaran Twila mulai terasa seperti bahaya yang nyata.

Simpanan DospemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang