Pagi ini tepat hari rabu, Damian yang sedang melangkah memasuki gedung pencakar langit di pusat kota bertuliskan infinity itu merogoh ponselnya dari dalam saku celana.
Langkah sepatu hitam mengkilapnya masuk kedalam lift diikuti Yeongso. Selama Damian menjabat menjadi Dosen dan Dirut, Yeongso lah yang menjadi CEO sementara Infinity Group sekaligus sekretaris pribadi Damian.
Keadaan yang tidak memungkinkan Damian kembali ke kursi semula karena Serendipity. Bokuto memohon hingga berlutut pada Damian tiga tahun lalu untuk menyelamatkan Serendipity yang diambang kehancuran.
Hubungan Bokuto dan Desmond yang dekat membuat dorongan paksa bagi Damian mengambil alih Serendipity, dan meninggalkan Infinity Group untuk sementara waktu hingga perusahaan akomodasi itu masuk ke pasar stabil.
Kini, tinggal menunggu waktu Damian akan meninggalkan pekerjaan dosen dan dirutnya dan kembali ke kursinya. Menjadi dosen dan dirut adalah pengalihan isu untuk Serendipity. Publik akan menertawakan Bokuto dan Isadora jika wartawan mendapatkan bocoran Serendipity diambang kehancuran dan diambil alih oleh Damian.
Damian sudah sejauh ini berkorban untuk keluarga Nam itu. Dan tidak tau dirinya Shera mengganggu perempuan kesayangannya.
Wajah tegas dan dinginnya membuat semua orang yang melihatnya refleks menundukkan kepala. Ekor mata Damian melirik sekitarnya ketika kaki panjangnya melangkah keluar dari lift yang sudah terbuka tepat di lantai tertinggi.
Yeongso mengikuti langkah kaki Damian dengan lima orang direktur dari berbagai devisi di belakangnya.
Damian melihat layar ponselnya yang menyala memperlihat pesan dari Pharita. Damian masuk kedalam ruangan mewah yang terdapat meja panjang dan beberapa kursi didepan sana ada proyektor.
Sebelum duduk Damian membuka pesan dari kekasih gelapnya. Jari panjangnya men-scroll pesan-pesan Pharita yang lumayan banyak.
"Tolong cari latar belakang Kia Hadira Hartono." ucap Damian pada Yeongso yang berdiri di belakangnya.
Yeongso mengerutkan kening tapi tetap mengangguk patuh. Pria itu duduk ketika Damian sudah duduk lebih dulu. Tangannya langsung mencari latar belakang dari nama seseorang yang disebut Damian tadi, sementara lima direktur dari divisi lain sedang mengecek ulang berkas-berkas yang akan diberikan pada Damian.
Sedangkan satu orang yang dari ruangan IT sedang menyambungkan proyektor akan segera memulai meeting jika Damian sudah mempersilakan.
"Kia Hadira Hartono adalah putri bungsu Jafar Hartono berkuliah di universitas tempat Anda pengampu, Tuan. Perusahaan Jafar Hartono sekarang sedang bergerak dibidang tambang Kalimantan Utara dengan 50 unit alat berat." ujar Yeongso.
Damian menyatukan kedua tangannya didepan mulutnya. Urat-urat di dahinya tercetak jelas menandakan kuatnya ia berpikir.
"Apa orang ini ancaman Tuan?" tanya Yeongso setengah berbisik.
"Bukan," Damian meraih ponselnya untuk membalas pesan-pesan Pharita.
Yeongso menegapkan punggungnya. "Kita bisa mengatur pencabutan ijin beroperasinya, Tuan." usul Yeongso cepat tanggap setelah melihat data diri Jafar.
Satu alis tebal Damian terangkat, mata tajamnya melirik Yeongso dengan tujuan ingin Yeongso melanjutkan usulnya.
"Ijinkan saya menggunakan nama dewan politik besar sebagai ijin." ujar Yeongso yang hendak menggunakan nama Desmond untuk mencabut ijin beroperasinya perusahaan Hartono.
Damian menarik nafas dalam. "Perusahaan skala kecil." gumamnya. Pengganggu perempuannya tidak sekuat itu melawannya. Damian tidak berniat untuk menghancurkan bisnis yang bukan menghalangi jalannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Simpanan Dospem
RomansaUntuk apasih susah-susah kerja kalo bisa jadi ani-ani? Tinggal minta aja ke gadun kalau mau barang-barang mewah, treatment badan, dan jadi kaya secara instan. Itulah yang dilakukan oleh Pharita, perempuan cantik berasal dari kampung yang berkuliah d...
