Satu minggu sudah berlalu dan selama satu minggu Gulf belum bertemu dengan Mew lagi, Mami nya melarang nya menemui Mew karana pada saat itu Davikah memergoki Gulf sedang bersama Mew keluar dari kawasan apartemen, Davikah sangat menyakini jika saat itu Gulf tidak menginap di tempat Win melainkan di tempat Mew.
"Nanti malam Zee akan menjemputmu, jadi berdandan lah yang cantik,"
"Aku laki-laki Mam, untuk apa aku harus berdandan,"
"Dengarkan saja kata-kata Mami, jangan membantah,"
"Gulf tidak mau pergi, karana besok Gulf harus berangkat pagi-pagi,"
"Dengar Mami baik-baik Gulf, jika kau masih berhubungan dengan Mew lebih baik kau menganggap Mami sudah tiada,"
"Kenapa sih Mami tidak menyukai uncle, apa yang salah dari uncle apa uncle pernah bersikap buruk pada Mami? Tidak kan,"
"Kalian itu tidak cocok apa kau mengerti? Dari usia saja sudah terpaut jauh, Mami akan hanya setuju jika kau menikah dengan Zee,"
"Tapi perasaan tidak bisa di paksakan Mam, Gulf memang nyaman saat bersama Phi Zee tapi Gulf hanya mencintai uncle, dan sampai kapanpun Gulf akan tetap bersama uncle, meskipun Mami menentangnya,"
"GULF!"
Plakkk...
"DAVIKAH!" Teriak Mark saat melihat istrinya melayangkan tangannya tepat di wajah Gulf.
Entah apa yang terjadi pada Davikah hanya karana Gulf menolak bersama Zee ia sampai menyakiti putranya.
"Terima kasih Mam, setelah ini semoga Mami puas," Setelah mengatakan itu Gulf pergi ke kamarnya.
"Apa yang kau lakukan Dav? Apa yang sudah kau lakukan pada putraku? Berani sekali kau menyakitinya,"
"Aku tidak menyakitinya, aku hanya menasehati nya, hiksss... Aku tidak menyakiti putraku,"
"Kau sudah keterlaluan, apa yang sebenarnya ada di pikiranmu itu Dav? Sudah berulang kali aku katakan biarkan Gulf memilih siapapun asalkan dia bahagia,"
"Tapi Mami maunya Gulf bersama Zee bukan Mew,"
"Baik Mew ataupun Zee mereka dua laki-laki yang baik, tapi jika Gulf ingin memilih Mew ya biarkan saja,"
"Lalu bagaimana dengan Zee Papi, selama ini dia sudah menjaga Gulf dengan baik, bahkan saat dia sibuk pun selalu ada waktu untuk Gulf,"
"Zee masih muda dia pun tampan dan kaya, Papi yakin jika suatu hari nanti dia akan menemukan seseorang yang mencintainya,"
"Tolong Pap, katakan pada Mew suruh dia menjauhi Gulf, biarkan Gulf hidup bersama orang lain,"
"Apa kau yakin jika putramu akan bahagia jika dia hidup bersama Zee? Apa kau yakin jika putramu tetap akan baik-baik saja sedangkan dia mencintai orang lain?"
"Mami tidak mau tau, Mami tidak akan pernah merestui hubungan mereka berdua," Setelah mengatakan itu Davikah pergi ke kamarnya, ia tetap pada pendiriannya jika ia tidak akan pernah merestui hubungan Gulf dan juga Mew.
Tokkk... Tokkk...
Mendengar suara ketukan pintu lekas-lekas Gulf menghapus air matanya.
"Boleh Papi masuk?"
"Masuk Pap,"
"Anak Papi sedang apa sayang? Tumben membelakangi Papi,"
Gulf pun membalikkan posisinya menjadi berhadapan dengan Papi nya.
"Ada apa, tumben Papi mendatangi Gulf kesini?"
"Papi hanya ingin melihat keadaanmu sayang, kau baik-baik saja kan?"
