Saat ini Zee tengah duduk bersama Mew dan juga Gulf ada yang ingin Zee bicarakan pada mereka berdua, tapi entah darimana Zee akan mengawalinya dan kini ia seperti sedang di kuliti oleh kedua orang itu.
"Uncle, Gulf, aku ingin bicara tentang hubunganku dengan putri kalian, jika aku sudah memutuskan akan menikahinya secepatnya,"
"Maksud Phi, kalian akan menikah di waktu dekat ini?"
"Iya Gulf, karena aku," Zee menjeda kata-katanya ia sudah menyiapkan diri jika setelah ini ia akan mendapatkan hadiah dari calon Ayah mertuanya. "Karena aku sudah mengauli putrimu,"
Bughh...
Satu pukulan telak mendarat tepat di wajah tampan itu, membuat Zee sedikit merasa pusing.
"Daddy, apa yang kau lakukan?"
"Apa kau tidak mendengar, apa yang dia katakan?"
"Tapi tidak seperti ini Dad, kita bisa membicarakannya baik-baik,"
"Tidak apa-apa Gulf, aku memang pantas menerimanya, aku minta maaf, jika sikap ku pada putrimu adalah tindakan lancang, karena sudah berani mengauli putrimu, itu sebabnya aku ingin cepat menikahinya agar putrimu tidak hamil di luar nikah,"
Kini Gulf merasa kepalanya tiba-tiba terasa sakit, apa yang ia harus lakukan tapi jika mereka sudah melakukannya sudah pasti Mila akan hamil karena baru satu minggu yang lalu Mila mengatakan jika ia baru selesai datang bulan, dan sudah pasti saat ini putrinya itu sedang masa suburnya, bagaimana caranya Gulf menolak tapi ada benarnya juga yang di katakan oleh Zee jangan sampai putrinya itu hamil di luar nikah sama seperti ia dulu.
"Percayalah Gulf, aku benar-benar mencintai putrimu, aku berjanji tidak akan pernah menyakitinya dan aku akan menjadikannya satu-satunya cinta dalam hidupku hingga aku tiada, jadi tolong izinkan aku menikahinya,"
"Kenapa kalian membuatku sakit kepala? Kenapa kalian melakukan semua ini, jujur aku sangat kecewa mendengar apa yang sudah terjadi, tapi mau di kata apa jika semua sudah terjadi,"
"Sekali lagi maafkan aku Gulf, karena sudah membuat kalian berdua kecewa,"
Saat Mila baru datang ia melihat ketegangan disana, dengan perlahan Mila menghampiri Zee memeriksa wajah Zee yang terdapat luka lebam.
"Uncle, kenapa dengan wajah uncle? Kenapa memar seperti ini, katakan siapa yang sudah berani melakukannya,"
"Aku tidak apa-apa sayang, jangan khawatir,"
"Jangan khawatir bagaimana? Wajah uncle lebam seperti ini, pasti daddy kan yang melakukannya?"
"Daddy hanya memberi hadiah untukku, karena dia sangat menyanyangimu,"
"Daddy, kenapa daddy lakukan ini? Apa salah uncle?" Ucap gadis itu dengan berlutut di hadapan daddy nya.
"Kau ingin tau apa kesalahannya? Kesalahannya karena sudah lancang menggauli mu, dan daddy tidak terima dengan semua ini, apa kau mengerti?"
"Tidak Dad, kami melakukannya atas dasar suka sama suka, jadi yang salah bukan hanya uncle tapi aku juga salah, jadi jika daddy ingin menghukum jangan hanya menghukum uncle saja hukum Mila juga,"
"Kenapa Mila lakukan ini? Mila tau kan keinginan daddy dan Papa apa?"
"Mila tau Dad, maafkan Mila karena sudah membuat daddy dan Papa kecewa, tapi tolong jangan pisahkan kami, karena kami saling mencintai satu sama lain,"
"Daddy harus memikirkan semuanya dulu, baru daddy akan mengambil keputusan," Jawab Mew dan setelah itu ia pergi begitu saja.
"Papa!"
