part 49

686 110 30
                                        

Satu minggu dua minggu dan kini sudah dua bulan berlalu, Gulf sudah beraktivitas normal bahkan ia kini sudah tidak bermalas-malasan, kandungannya kini sudah memasuki usia tiga bulan namun sayang ia belum bisa kembali ke Amerika karena dokter melarang Gulf bepergian terlalu jauh, dan lusa Mew berencana untuk pulang karena ia sudah terlalu lama meninggalkan perusahaannya.

"Pa, Mila mau ayam goreng,"

"Boleh!"

"Kita kapan Pa, pulang ke Amerika? Bukankah kami sudah masuk sekolah lagi?"

"Sabar ya sayang, untuk sementara waktu kalian sekolah disini saja dulu,"

"Tapi kenapa?"

"Karena Papa kalian, tidak bisa melakukan perjalanan jarak jauh," Jawab Davikah.

"Lalu! Bagaimana sekolah kami Mommy?"

"Seperti yang Papa kalian katakan, untuk sementara waktu kalian bisa sekolah disini,"

"Tapi kalau kami sekolah disini, berarti kita tidak akan kembali lagi ke Amerika?"

"Sudah, jangan memikirkan itu, pikirkan kesehatan Papa mu saja dulu, dan nanti jika kalian sekolah disini Mommy bisa mengantar kalian bukan?"

"Benar juga yang Mommy katakan,"

"Jangan bicara terus, makan dengan benar," Ucap Gulf.

"Pa, hari ini uncle jadi kan mengajak kita pergi jalan-jalan?"

"Nanti uncle akan menjemput kalian, tapi kalian harus minta izin dulu pada daddy,"

"Daddy dimana? Sejak tadi Mila tidak melihat daddy?"

"Daddy sedang mandi, karena hari ini Papa mau chek-up buat periksa baby,"

"Baby laki-laki atau perempuan Pa?"

"Papa belum tau sayang,"

"Apapun hasilnya nanti, laki-laki atau perempuan dia tetap adik kalian," Jawab Davi.

"Mili sudah tidak sabar,  melihat wajah baby,"

"Mila juga,"

"Kalian masih harus menunggu enam bulan lagi, baru melihat bisa melihat wajah baby,"

Lihatlah wajah anak-anaknya saat membicarakan tentang adiknya mereka selalu terlihat bahagia, bagaimana Gulf bisa meninggalkan mereka, hanya tinggal enam bulan lagi ia akan melahirkan dan setelah itu entah takdir seperti apa yang akan ia hadapi.

"Daddy!"

"Iya sayang,"

"Hari ini daddy mengantar Papa kerumah sakit kan?"

"Iya, kenapa hmmm?"

"Nanti daddy maunya baby laki-laki atau perempuan?"

Mendengar pertayaan putrinya membuat Mew terdiam, apa yang harus ia pilih jika ia bisa memilih lebih baik Gulf tidak hamil lagi, bahkan semalam Mew tidak bisa tidur dengan nyenyak ia memikirkan apa yang akan dokter katakan saat ia mengantar Gulf untuk periksa nanti, melihat suaminya terdiam membuat Gulf merasa bingung ada apa dengan suaminya, pikirnya.

"Dad,"

"I-iya sayang,"

"Kenapa melamun?"

"Tidak apa-apa,"

"Nanti sepulang dari rumah sakit, kita ke apartemen ya, aku rindu dengan Mama, bolehkan Mam,"

"Boleh, asal Mew membawa mobilnya dengan hati-hati,"

"Terimakasih Mami,"

"Mami mau kekamar dulu, jika nanti kau sudah mau berangkat pangil Mami,"

Davikah pun pergi kekamar ia sangat malas melihat Mew, jika tidak ada suaminya Davikah akan bersikap jutek tapi jika ada suaminya Davikah akan bersikap biasa saja pada Mew.

Uncle Mew (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang