Sejak kemarin Gulf mengeluh tidak enak badan rasanya tubuhnya terasa lemas dan kepalanya pusing, di tambah lagi setiap pagi ia merasa mual membuat Mew merasa khawatir.
"Sayang!"
"Diamlah Dad, aku sedang tidak enak badan,"
"Anak-anak mencarimu,"
"Daddy saja yang mengurus mereka,"
"Kita ke dokter saja yuk,"
"Aku tidak mau,"
"Kalau kau tidak ke dokter, nanti tidak akan ketauan sakit apa sayang,"
"Aku hanya sedang masuk angin, sudahlah cepat buatkan sarapan untuk anak-anak sana, kasian mereka mau berangkat sekolah jika tidak sarapan,"
"Baiklah, aku akan sekalian membuatkan bubur untukmu,"
Cupp...
"Tunggu sebentar ya,"
Melihat istrinya seperti ini tentu saja membuat Mew merasa sedih, lebih baik ia melihat istrinya yang suka marah-marah daripada istrinya sakit seperti ini karena sudah pasti rumah akan terlihat sepi karena tidak ada suara istrinya yang sedang memarahinya atau anak-anak nya.
"Daddy!" Panggil Mila.
"Kau membuat daddy terkejut saja,"
"Papa mana? Tumben sekali daddy yang masak?"
"Papa mu sedang sakit,"
"Sakit? Papa sakit apa Dad?"
"Daddy juga tidak tau,"
"Tidak tau bagaimana? Daddy kan yang tidur dengan Papa, Mila mau melihat Papa dulu,"
"Sekalian, berikan teh hangat ini untuk Papa,"
Mila pun kini merasa khawatir ia takut terjadi hal buruk pada Papa nya, belum lagi pikiran negatif nya membuat Mila semakin takut, Mila hanya takut jika Papa nya hamil lagi.
"Pa!"
Dengan perlahan Mila menghampiri Papa nya, lalu duduk di pinggiran ranjang, menatap Papa nya penuh dengan selidik ia tatap wajah itu penuh dengan tanda tanya.
"Papa!" Panggil nya pelan.
"Hmmm!"
"Kata daddy, Papa sedang sakit?"
"Papa hanya sedang tidak enak badan saja,"
"Lebih baik Papa ke dokter, supaya tau Papa sakit apa,"
"Papa hanya butuh istirahat, nanti juga sembuh,"
"Papa tidak hamil kan?"
Mendengar apa yang di katakan Mila Gulf menyibakan selimutnya, lalu ia mendudukkan dirinya menatap putrinya dengan mata melebar, membuat Mila sedikit takut.
"Apa yang kau katakan?"
"Mila hanya takut, jika papa hamil lagi,"
"Kalau pun iya, apa Mila keberatan?"
"Mila tidak mau, jika sampai Papa hamil lagi Mila akan pulang kerumah Mommy saja,"
"Mila, tunggu dengar dulu apa yang ingin Papa katakan, Mila,"
Mila keluar begitu saja dari kamar Papa nya, Mila bukannya tidak ingin memiliki adik lagi tapi ia memikirkan daddy nya, ia hanya tidak ingin daddy nya memiliki bayi lagi di usianya yang sudah menginjak di atas lima puluh tahun.
"Mila!" Panggil Mew saat melihat putrinya seperti sedang kesal.
"Kau kenapa?"
"Mila kesal dengan Papa,"
